Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah-kisah Anak Berbakti di Haji 2026: Demi Ibu, Gushendra Latihan Jalan 3 Km Per Hari

Kompas.com, 4 Juni 2026, 08:44 WIB
Add on Google
Pythag Kurniati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

JEDDAH, KOMPAS.com - Dahulu ada kisah Uwais, anak berbakti yang menggendong sang ibu dari Yaman menuju ke Mekkah untuk berhaji.

Di masa pehajian 2026 ini, ada pemandangan sejumlah anak yang berusaha membaktikan diri pada orang tuanya di Tanah Haram.

Salah satunya adalah Gushendra (36) asal Kabupaten Langkat.

Saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Gushendra mengungkap rasa syukur karena mendapatkan kesempatan membantu ibunya beribadah.

"Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk berbakti sama ibu," katanya, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Kisah Haru Penjual Sepatu yang Dapat Gelar Haji Mabrur Tanpa ke Makkah

Gushendra berangkat ke Tanah Suci menggantikan sang ayah yang telah lebih dulu berpulang.

Sedangkan sang ibu Sriana (74) telah lanjut usia dan mengalami keterbatasan gerak sehingga harus menggunakan kursi roda.

Jauh sebelum proses ibadah haji berlangsung, Gushendra rutin melatih fisiknya demi membantu mendorong kursi roda sang ibu.

Apalagi dia menyadari bahwa haji merupakan ibadah fisik.

Dia enggan menggunakan jasa pendorong lantaran ingin membaktikan diri sebagai seorang anak.

"Sebelum berangkat haji, saya persiapan jalan minimal dua atau tiga kilometer sehari," katanya.

Dengan pertolongan Allah, Gushendra yang tergabung dalam kloter 2 embarkasi KNO bisa menyertai ibunya dalam setiap tahapan ibadah.

"Saya bisa membersamai ibu pada saat umrah wajib, umrah sunah, tawaf ifadah, sai dan tawaf wada. Saya mendorongkan kursi roda ibu," ungkap dia.

Gushendra berharap apa yang dilakukan mendapatkan ridha dari ibunda.

Keridhaan itu yang diharapkannya membukakan pintu-pintu surga

"Doa kami supaya menjadi haji mabrur, istikamah dan mendapat kemudahan dalam beribadah," kata dia.

Urus Keperluan Ibu

Siti memeluk ibundanya saat haji 2026.DOK MCH 2026/ PYTHAG KURNIATI Siti memeluk ibundanya saat haji 2026.

Mata Siti Mahmudah berkaca-kaca menuturkan perjuangannya berhaji sambil merawat ibunya yang sudah lanjut usia di Tanah Suci.

Sang ibu Nurminal (71) duduk di kursi roda lantaran mengalami keterbatasan gerak.

"Alhamdulillah bisa membersamai Mamak satu bulan lebih. Ini cara saya berbakti di Tanah Haram, bawa mamak beribadah," katanya sambil meneteskan air mata.

Menurutnya, tantangan terberatnya adalah pada saat fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Siti dengan penuh kesabaran merawat ibunya.

Mulai dari memandikan sampai menemaninya ke toilet.

"Alhamdulillah mamak masih sabar walaupun antreannya panjang (pada saat-saat tertentu)," ujar dia.

Baca juga: Kisah Bakti Rina, Kembali Berhaji untuk Badal Haji Sang Ibu yang Telah Wafat

Baginya, ibu adalah sosok yang tak ternilai dan sangat penting dalam kehidupan Siti.

Keharuannya pun menyeruak saat keduanya bersiap kembali pulang ke Tanah Air setelah menuntaskan ibadah haji.

"Mamak segalanya, mamak is the best buat saya," pungkas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Paspor Hilang di Jeddah, Petugas Haji Gerak Cepat Selamatkan Emak Ijah
Paspor Hilang di Jeddah, Petugas Haji Gerak Cepat Selamatkan Emak Ijah
Aktual
Kisah-kisah Anak Berbakti di Haji 2026: Demi Ibu, Gushendra Latihan Jalan 3 Km Per Hari
Kisah-kisah Anak Berbakti di Haji 2026: Demi Ibu, Gushendra Latihan Jalan 3 Km Per Hari
Aktual
Wajah Baru Pesantren Abad 21: Padukan Al-Qur'an dan Sains Modern
Wajah Baru Pesantren Abad 21: Padukan Al-Qur'an dan Sains Modern
Aktual
Hamzah Sahal: Demokrasi di NU Memang Bising, tapi Itu Normal
Hamzah Sahal: Demokrasi di NU Memang Bising, tapi Itu Normal
Aktual
Aisyiyah Dorong Dakwah Kemanusiaan lewat Pendidikan, Kesehatan dan Aksi Sosial
Aisyiyah Dorong Dakwah Kemanusiaan lewat Pendidikan, Kesehatan dan Aksi Sosial
Aktual
Jemaah Haji Lebak Meninggal karena Jatuh di Tempat Wudhu Makkah
Jemaah Haji Lebak Meninggal karena Jatuh di Tempat Wudhu Makkah
Aktual
Jelang Muktamar, Hamzah Sahal Optimistis Masa Depan NU Semakin Kuat
Jelang Muktamar, Hamzah Sahal Optimistis Masa Depan NU Semakin Kuat
Aktual
Warisan Gus Dur untuk Gen Z, Hamzah Sahal Soroti Dua Nilai Penting
Warisan Gus Dur untuk Gen Z, Hamzah Sahal Soroti Dua Nilai Penting
Aktual
PBNU Tolak Tuduhan Zionisme, Gus Yahya: NU Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina
PBNU Tolak Tuduhan Zionisme, Gus Yahya: NU Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina
Aktual
Tak Ada Riwayat Sakit, Jemaah Haji Jember Meninggal dalam Tidur di Mekkah
Tak Ada Riwayat Sakit, Jemaah Haji Jember Meninggal dalam Tidur di Mekkah
Aktual
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Aktual
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Aktual
Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Petugas Masih Temukan Jemaah Haji Langgar Aturan Bagasi, Bawa Koper Berlebih hingga Simpan Zamzam
Aktual
Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji
Aktual
Wamenhaj Tegur Garuda Indonesia Usai Pesawat Jamaah Haji Delay Berjam-jam di Jeddah
Wamenhaj Tegur Garuda Indonesia Usai Pesawat Jamaah Haji Delay Berjam-jam di Jeddah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com