Editor
KOMPAS.com - Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) memperkirakan seluruh wilayah Arab Saudi akan mengalami suhu di atas normal selama musim panas 2026.
Dalam laporan iklim musiman yang dirilis NCM, peningkatan suhu diprediksi terjadi di berbagai wilayah dengan tingkat kenaikan yang berbeda-beda.
Sementara itu, curah hujan diperkirakan berada pada kisaran normal hingga di bawah rata-rata di sejumlah daerah selama periode musim panas.
Baca juga: Juni 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas di Arab Saudi, Suhu Rata-rata Sentuh 32,2 Derajat Celsius
Prakiraan tersebut menjadi acuan bagi berbagai sektor operasional dan pelayanan publik dalam menyusun langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca pada musim panas tahun ini.
Dilansir dari Arab News, NCM menyatakan bahwa prakiraan iklim untuk musim panas 2026 menunjukkan suhu udara di seluruh wilayah Arab Saudi berpotensi berada di atas rata-rata normal.
Baca juga: El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan
Pada Juni, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami kenaikan suhu hingga 1,5 derajat Celsius di atas kondisi normal.
Wilayah yang diperkirakan terdampak antara lain Jazan, Baha, sebagian Makkah, Asir, Madinah, Riyadh, Qassim, Hail, dan Tabuk.
Sementara itu, selama Juli dan Agustus, kenaikan suhu diprediksi mencapai hingga 1,6 derajat Celsius di atas normal.
Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di Jazan, Baha, serta sebagian wilayah Asir dan Makkah.
Dalam laporannya, NCM menyebut curah hujan selama Juni diperkirakan masih berada pada kisaran normal di sebagian besar wilayah Arab Saudi.
Namun, kondisi berbeda diperkirakan terjadi pada Juli.
Pada bulan tersebut, curah hujan diproyeksikan berada di bawah rata-rata di wilayah Jazan, Baha, sebagian Asir, Makkah, Najran, serta kawasan timur Arab Saudi.
Adapun wilayah lainnya diperkirakan tetap menerima curah hujan pada tingkat yang mendekati kondisi normal.
NCM menekankan pentingnya mengikuti laporan dan pembaruan cuaca yang disampaikan melalui kanal resmi lembaga tersebut.
Informasi tersebut dinilai penting untuk mendukung kesiapsiagaan berbagai sektor operasional dan pelayanan publik dalam menghadapi kondisi iklim selama musim panas.
Selain itu, pemantauan rutin terhadap prakiraan cuaca juga diperlukan untuk membantu perencanaan kegiatan dan mitigasi dampak yang mungkin timbul akibat peningkatan suhu selama musim panas 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang