Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Petugas Haji Diminta Tak Kendur Meski Puncak Armuzna Selesai

Kompas.com, 11 Juni 2026, 11:00 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI Dendi Suryadi mengingatkan seluruh petugas haji Indonesia agar tetap fokus hingga akhir masa operasional haji.

Dendi menegaskan, selesainya fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tidak berarti tugas pelayanan kepada jemaah telah berakhir.

Petugas masih bertanggung jawab mengawal proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air agar berjalan aman, nyaman, dan lancar.

Pesan itu disampaikan Dendi saat memimpin apel pagi petugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: 5 Ciri Haji Mabrur, Tanda Ibadah Haji Membawa Perubahan Hidup

Tugas petugas haji belum berakhir

Dendi meminta petugas haji tidak mengendurkan fokus dan tetap menjaga kondisi prima selama masa layanan berlangsung.

Menurut dia, keberhasilan layanan haji tidak hanya diukur dari selesainya fase puncak Armuzna.

Keberhasilan itu juga ditentukan dari kepulangan seluruh jemaah hingga kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

"Tugas belum berakhir. Ukurannya itu nanti jemaah terakhir bisa kembali ke rumahnya dengan aman," tegas Dendi usai memimpin apel pagi petugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah, Rabu (10/6/2026).

Apel jadi sarana konsolidasi petugas

Dalam arahannya, Dendi menekankan pentingnya apel rutin bagi petugas haji di Arab Saudi.

Menurut dia, apel bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

Kompleksitas layanan kepada jemaah haji menuntut koordinasi yang kuat di antara seluruh unsur petugas.

"Apel itu sebenarnya sarana konsolidasi. Menghadapi pekerjaan yang banyak dan berbagai jenis layanan, perlu alat kendali supaya organisasi para petugas ini terus siap dan terus solid," ujarnya.

Dendi mengatakan, konsolidasi dibutuhkan agar petugas memiliki kesamaan visi dan gerak dalam melayani jemaah.

Baca juga: Dua Jemaah Haji Asal Jember Wafat di Mekkah, Diduga Kelelahan Saat Menjalani Ibadah

Irjen apresiasi petugas Daker Madinah

Dendi juga menyampaikan apresiasi setelah melihat langsung suasana kerja di lingkungan Daker Madinah.

Ia menilai hubungan antarpetugas di Daker Madinah berjalan harmonis, penuh kebersamaan, dan guyub.

Menurut dia, suasana kerja yang positif menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan optimal kepada jemaah.

Kebersamaan antarpetugas juga dibutuhkan agar setiap persoalan layanan dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Petugas diminta terbuka terhadap kritik

Dendi meminta seluruh petugas bersikap adaptif dan terbuka terhadap setiap masukan dari jemaah maupun masyarakat.

Masukan itu dapat berupa apresiasi, kritik, atau keluhan atas layanan yang diberikan selama operasional haji.

Menurut dia, dinamika tersebut merupakan hal wajar dalam pelayanan publik.

Kritik dan keluhan perlu diterima sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas layanan haji ke depan.

"Kalau ada yang memuji, ada yang kemudian komplain, itu kita terima aja dengan sabar. Kita terima dengan hati yang terbuka untuk kita sempurnakan ke depan," tambah Dendi.

Baca juga: Percepat Kepulangan Jemaah Haji, Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI

Petugas diingatkan jaga komitmen

Dendi kembali mengingatkan bahwa petugas haji merupakan representasi penyelenggara negara di bidang haji.

Karena itu, petugas memiliki tanggung jawab moral besar dalam melayani jemaah hingga akhir masa operasional.

Ia berharap seluruh petugas tetap menjaga komitmen, semangat pengabdian, dan istiqamah sampai kloter terakhir jemaah haji Indonesia dipulangkan.

"Kita penyelenggara negara di bidang haji. Jadi teman-teman semua tetap istiqamah. Mudah-mudahan semua lancar, diamankan, dan jemaah kita merasa puas dalam melaksanakan haji," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sambut Muharram, Benarkah Ritual Malam 1 Suro Termasuk Takhayul? Ini Jawaban Ulama
Sambut Muharram, Benarkah Ritual Malam 1 Suro Termasuk Takhayul? Ini Jawaban Ulama
Aktual
Tafsir Surat Sad Ayat 54, Benarkah Rezeki Tak Selalu Berupa Harta?
Tafsir Surat Sad Ayat 54, Benarkah Rezeki Tak Selalu Berupa Harta?
Aktual
MUI Desak Aturan Khusus LGBT, Sebut Hukuman Harus Diperberat
MUI Desak Aturan Khusus LGBT, Sebut Hukuman Harus Diperberat
Aktual
Mengenal Masjid Tan'im atau Masjid Aisyah, Tempat Miqat di Makkah
Mengenal Masjid Tan'im atau Masjid Aisyah, Tempat Miqat di Makkah
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam
Aktual
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa? Ini Sejarahnya
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa? Ini Sejarahnya
Aktual
Petugas Haji Diminta Tak Kendur Meski Puncak Armuzna Selesai
Petugas Haji Diminta Tak Kendur Meski Puncak Armuzna Selesai
Aktual
Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid At-Taqwa Pamulang Ini Punya Gym Gratis untuk Jemaah
Tak Hanya Tempat Ibadah, Masjid At-Taqwa Pamulang Ini Punya Gym Gratis untuk Jemaah
Aktual
Dugaan Pelanggaran Dam dan Badal Haji di Jabar Diusut, Kemenhaj Periksa 7 Saksi
Dugaan Pelanggaran Dam dan Badal Haji di Jabar Diusut, Kemenhaj Periksa 7 Saksi
Aktual
Jemaah Haji Kelelahan Pasca-Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam
Jemaah Haji Kelelahan Pasca-Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam
Aktual
Kemenag Usulkan Rp 9,6 T untuk Kesejahteraan Guru Agama pada 2027
Kemenag Usulkan Rp 9,6 T untuk Kesejahteraan Guru Agama pada 2027
Aktual
5 Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya dan Dijaga dari Fitnah
5 Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya dan Dijaga dari Fitnah
Doa dan Niat
Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus Perbaikan Layanan Jemaah Indonesia
Kemenhaj Siapkan Haji 2027, Fokus Perbaikan Layanan Jemaah Indonesia
Aktual
Munas-Konbes NU 2026 di Kediri Bakal Dihadiri 500 Lebih Peserta, Pengamanan Disiapkan Satu Komando
Munas-Konbes NU 2026 di Kediri Bakal Dihadiri 500 Lebih Peserta, Pengamanan Disiapkan Satu Komando
Aktual
Infeksi Berat Picu Gagal Napas, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Infeksi Berat Picu Gagal Napas, Jamaah Haji Banyuwangi Wafat di Tanah Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com