Editor
KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan berbagai program sosial dan keagamaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Program yang dikemas dalam agenda Peaceful Muharam 1448 H tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari Lebaran Yatim dan Disabilitas, nikah massal, khataman Al Quran, hingga gerakan bersih-bersih masjid.
Melalui program ini, Kemenag ingin memperkuat kemaslahatan umat melalui pendekatan spiritual, sosial, kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
Baca juga: Kemenag Susun KOSMIN, Standar Kosa Isyarat Keislaman untuk Sahabat Tuli
Beragam kegiatan juga dirancang untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari generasi muda, keluarga, penyandang disabilitas, hingga komunitas masjid di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Peaceful Muharam dihadirkan sebagai wadah untuk menebarkan manfaat dan memperkuat peran umat dalam kehidupan sosial.
Baca juga: Kemenag Usulkan Rp 9,6 T untuk Kesejahteraan Guru Agama pada 2027
“Peaceful Muharam harus menjadi ruang untuk menebar maslahat dan menguatkan umat. Karena itu, seluruh program yang disiapkan diarahkan agar memberikan dampak sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis.
Menurut Abu, tema Menebar Maslahat Menguatkan Umat dipilih untuk menegaskan bahwa nilai-nilai agama tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga melalui aksi nyata yang menghadirkan kepedulian, kedamaian, dan pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan sasaran yang beragam agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Kemenag menyiapkan sejumlah program dalam rangkaian Peaceful Muharam 1448 H.
Program tersebut meliputi Bimas Islam Talks, Peringatan Tahun Baru Islam, Muharaman Bersama Gen Z, 100.000 Khataman Al Quran dan Doa Bersama untuk Bangsa, serta CFD Peaceful Muharam.
Selain itu, terdapat pula program Lebaran Yatim dan Disabilitas, Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo, CFD SIGAP Mas, Festival Muharam Internasional, Indonesia Berkiblat, MILFEST 1448 H, RECONNECT, Gerakan Bersih-Bersih Masjid, Gerakan Nasional Hijrah dari Israf dan Tabdzir, Halal Goes to Campus, serta Halal Brands and Food Expo.
Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk membangun masyarakat yang damai, peduli, dan berdaya sekaligus memperkuat kontribusi agama dalam menjawab tantangan sosial.
Abu Rokhmad menegaskan bahwa agama harus hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan publik.
“Agama harus hadir dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk ritual, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap persoalan kemanusiaan, lingkungan, keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” katanya.
Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran agama sebagai sumber solusi dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Abu Rokhmad menambahkan salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan Peaceful Muharam adalah keterlibatan para penyuluh agama yang tersebar di berbagai daerah.
Para penyuluh diharapkan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi keagamaan, tetapi juga menjadi agen pembangunan dan perubahan sosial di tengah masyarakat.
Dengan peran tersebut, penyuluh agama diharapkan mampu menjembatani berbagai program keagamaan dengan kebutuhan nyata masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang