Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW

Kompas.com, 14 Juni 2026, 07:28 WIB
Pythag Kurniati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

MADINAH, KOMPAS.com - Kota Madinah menyimpan berbagai situs peninggalan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan dakwah Islam di masa lampau.

Salah satu warisan berharga yang memiliki ikatan spiritual secara langsung dengan kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad adalah Sumur Ghars.

Sumur Ghars berdiri sebagai salah satu ikon bersejarah yang sangat penting dan berakar kuat pada kehidupan Nabi Muhammad di Madinah.

Situs kuno ini terletak di lembah Bat'haan, distrik al-Awali, sekitar empat kilometer di sebelah selatan Masjid Nabawi.

Jarak sumur ini juga hanya sekitar 1.200 meter di sebelah timur Masjid al-Jummah dan satu setengah kilometer di utara Masjid Quba.

Baca juga: Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk

Saat ini, lokasinya berada di bawah pengawasan ketat otoritas warisan budaya untuk menjaga keaslian bentuknya sekaligus terus menyediakan air bagi para peziarah.

Asal-Usul dan Makna Nama

Dikutip dari situs Madain Project, secara bahasa kata "Ghars" atau "Gharas" memiliki makna menanam sebuah pohon atau tanaman muda di dekat lokasi tersebut.

Terdapat dua tradisi pengucapan di kalangan penduduk asli Madinah, yakni dengan harakat fathah pada huruf ghain maupun dengan harakat dammah.

Menurut sumber sejarah, sumur ini pada awalnya digali oleh Malik bin al-Nahhat, yang merupakan kakek dari Sa'ad bin Khaythamah.

Sa'ad sendiri adalah tokoh penting yang memiliki sumur tersebut sekaligus menjamu Nabi Muhammad selama perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Hubungan Khusus dengan Nabi Muhammad

Sumur Ghars di Madinah, sumber air kesukaan Rasulullah SAW.DOK MCH 2026 Sumur Ghars di Madinah, sumber air kesukaan Rasulullah SAW.

Menurut peneliti sejarah Madinah, Fouad Al-Maghmasi, Sumur Ghars adalah salah satu sumber air yang paling disukai oleh Nabi Muhammad karena kesegarannya.

Sahabat Bilal bin Rabah diketahui sering ditugaskan untuk membawakan air dari sumur ini secara khusus untuk beliau.

Begitu dekatnya nilai sumur ini bagi Rasulullah, beliau bahkan menyebut situs ini sebagai bagian dari miliknya sendiri dan menyamakannya dengan sumur-sumur di surga.

Menurut seorang pembimbing ibadah bernama Ibrohim Fadlannul Haq, keutamaan ini didasarkan pada riwayat mimpi suci Nabi yang menandakan bahwa Madinah memiliki keberkahan fisik dari surga.

Nabi Muhammad secara khusus memberikan wasiat kepada Ali bin Abi Thalib.

"Ya Ali, idza mittu faghsiluni bimiyahi min bi'ri, bi'ru Ghars. Wahai Ali, apabila aku meninggal dunia, maka mandikanlah jasadku dengan air dari sumurku. Sumur apa itu? Yaitu sumur Ghars," ujar Ibrohim Fadlannul Haq saat menirukan pesan Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib.

Pasang Surut Sepanjang Sejarah

Pada pertengahan abad ketiga belas, sejarawan Ibnu Najjar mencatat bahwa sumur ini sempat rusak akibat terjangan banjir dan terbengkalai di area yang sepi.

Airnya pada saat itu sempat menggenang dan berubah warna menjadi hijau, meskipun secara mengejutkan rasanya tetap baik untuk diminum.

Sekitar tahun 1470 Masehi pada masa Samhudi, situs ini dibeli oleh seorang tokoh berpengaruh dan direstorasi kembali menjadi sebuah taman dan masjid kecil.

Sebuah tangga juga dibangun di sekelilingnya untuk memudahkan akses pengambilan air saat musim surut, dan struktur tangga ini kemungkinan masih bertahan hingga sekarang.

Penjelajah modern pertama yang menyebutkan sumur ini adalah Richard Burton ketika ia melakukan perjalanan ke Hijaz pada tahun 1850-an.

Ia mendeskripsikannya sebagai sumur besar dengan air melimpah, yang membuktikan bahwa fasilitas ini masih terus digunakan setidaknya hingga pertengahan abad kesembilan belas.

Pemugaran dan Kondisi Modern

Dinding penahan luar dari sumur ini terbuat dari kombinasi batu basal, batu ukir, dan batu alam tanpa pahatan yang disatukan menggunakan mortar. Sebelum renovasi terbaru, dinding pelapis bagian dalam sumur ini diketahui dibangun menggunakan batuan vulkanik dan batu bata panggang di bagian atasnya.

Kompleks Sumur Ghars direnovasi secara menyeluruh dan diubah menjadi kompleks wisata modern pada tahun 2023.

Area yang kini dikelola oleh Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi tersebut mencakup dinding penutup luar, sebuah masjid kecil di sisi utara, dan fasilitas sabil.

Hari ini, Sumur Ghars berfungsi sebagai situs budaya yang sangat vital bagi para jemaah haji maupun umrah.

Baca juga: Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia

Keberadaannya menawarkan hubungan fisik yang nyata dengan sejarah kenabian sekaligus menegaskan komitmen pemerintah Arab Saudi dalam melestarikan warisan peradaban Islam.

Meskipun memiliki nilai sejarah yang luar biasa, Ibrohim meluruskan bahwa secara syariat sebenarnya tidak ada anjuran khusus atau keafdalan spesifik untuk mengunjungi Sumur Ghars.

Berdasarkan tuntunan fikih, anjuran ziarah di Madinah hanya berlaku untuk empat tempat utama yang disebut masjidani wa maqbarotan, yakni Masjid Nabawi, Masjid Quba, Makam Baqi, dan Makam Syuhada Uhud.

Kendati demikian, kunjungan jemaah tetap mengalir deras didorong oleh rasa cinta yang mendalam dengan niat yusta'nasu biha atau sebagai sarana edukasi sejarah.

Dengan berkunjung, para jemaah berharap bisa merasakan kedekatan spiritual saat meminum atau berwudhu dari air yang dahulunya pernah digunakan oleh manusia paling mulia tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra
Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra
Aktual
Arab Saudi Hukum Warganya yang Hina Negara Sahabat di Media Sosial
Arab Saudi Hukum Warganya yang Hina Negara Sahabat di Media Sosial
Aktual
Doa-doa Wudhu Lengkap dari Awal Sampai Akhir: Arab, Latin, dan Artinya
Doa-doa Wudhu Lengkap dari Awal Sampai Akhir: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW
Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW
Aktual
Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk
Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk
Aktual
6 Doa untuk Ibu dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
6 Doa untuk Ibu dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Stafsus Menag Gugun Gumilar Tinjau GKJ Nusukan Solo: Jamin Kebebasan Beribadah, Kawal IMB hingga Tuntas
Stafsus Menag Gugun Gumilar Tinjau GKJ Nusukan Solo: Jamin Kebebasan Beribadah, Kawal IMB hingga Tuntas
Aktual
Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Komisi VIII DPR Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten LGBT di Media Sosial
Komisi VIII DPR Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten LGBT di Media Sosial
Aktual
 Kemenag Dukung Desakan MUI soal Regulasi LGBT, Sebut Pergerakannya Kian Terbuka
Kemenag Dukung Desakan MUI soal Regulasi LGBT, Sebut Pergerakannya Kian Terbuka
Aktual
Cara Daftar Nikah Massal di Kemenag Jakarta, Pendaftaran Ditutup 23 Juni 2026
Cara Daftar Nikah Massal di Kemenag Jakarta, Pendaftaran Ditutup 23 Juni 2026
Aktual
Kemenag Siapkan 5 Program Strategis 2026, Fokus Pemberdayaan Umat dan Wakaf Produktif
Kemenag Siapkan 5 Program Strategis 2026, Fokus Pemberdayaan Umat dan Wakaf Produktif
Aktual
Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Fokus Wisata Religi dan Rekreasi
Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Fokus Wisata Religi dan Rekreasi
Aktual
Kumpulan Doa Meminta Jodoh, Ikhtiar Agar Dipertemukan Pasangan yang Tepat
Kumpulan Doa Meminta Jodoh, Ikhtiar Agar Dipertemukan Pasangan yang Tepat
Doa dan Niat
Kemenag Siapkan 5 Program Raksasa Pemberdayaan Umat 2026, dari 1.000 Kampung Zakat hingga 24 Kota Wakaf
Kemenag Siapkan 5 Program Raksasa Pemberdayaan Umat 2026, dari 1.000 Kampung Zakat hingga 24 Kota Wakaf
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com