Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Link Pengumuman Hasil UM-PTKIN 2026 Dibuka 30 Juni, Peserta Finalisasi Tembus 111.353 Orang

Kompas.com, 29 Juni 2026, 08:17 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) 2026 akan segera mengumumkan hasil Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026.

Pengumuman kelulusan dapat diakses mulai Selasa, 30 Juni 2026 pukul 15.00 WIB melalui laman https://pengumuman-um.ptkin.ac.id/.

Menjelang pengumuman, Panitia Nasional mencatat peningkatan signifikan pada jumlah peserta yang menyelesaikan proses finalisasi pendaftaran.

Baca juga: PTKIN Perkuat Satgas & PSGA di Kampus, Korban KS Jangan Takut Melapor

Kenaikan tersebut menjadi indikasi meningkatnya minat lulusan SMA, MA, SMK, dan pesantren untuk melanjutkan pendidikan di PTKIN.

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Abd. Aziz, mengatakan panitia saat ini tengah mempersiapkan pengumuman hasil UM-PTKIN 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Scoring dan Sidang Kelulusan Ujian Masuk (UM-PTKIN) 2026 yang digelar Panitia Nasional PMB PTKIN di Jakarta.

Baca juga: 6 Keuntungan Daftar PTKIN, Lulusannya Banyak yang Terjun di Kancah Global

Ia memaparkan data statistik pertumbuhan pendaftar Ujian Masuk PTKIN 2026.

Menurutnya, sebanyak 142.836 siswa telah membuat akun, dengan 118.524 di antaranya memilih program studi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 111.353 peserta berhasil menyelesaikan proses finalisasi pendaftaran.

Jumlah Peserta Finalisasi Naik Hampir 9.000 Orang

Prof. Abd. Aziz menjelaskan jumlah peserta yang melakukan finalisasi terus menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Menurutnya, angka finalisasi pada tahun ini meningkat hampir 9.000 peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

"Angka finalisasi tahun ini menunjukkan grafik pertumbuhan yang sangat konsisten jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, yaitu 95.321 peserta pada tahun 2024 dan 102.445 peserta pada tahun 2025. Ini membuktikan bahwa PTKIN semakin kompetitif dan memikat bagi lulusan SMA/MA/SMK/Pesantren," jelas Prof. Abd. Aziz di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Menag: PMB PTKIN Jadi Investasi Masa Depan Bangsa

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa PTKIN memiliki mandat ganda sebagai institusi keilmuan sekaligus institusi dakwah.

Karena itu, menurutnya, proses penerimaan mahasiswa baru bukan sekadar agenda administratif tahunan, tetapi merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa.

"Proses penerimaan mahasiswa baru adalah gerbang awal. Dari sinilah kita menyaring calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral kokoh serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai moderasi beragama," ujar Menag di hadapan seluruh rektor dan ketua PTKIN se-Indonesia.

Kemenag Sebut Transformasi Digital Tingkatkan Kepercayaan Publik

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amien Suyitno, mengapresiasi keberhasilan transformasi digital dalam sistem UM-PTKIN.

Menurutnya, sinergi dan penguatan teknologi informasi antarperguruan tinggi berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi dari tahun ke tahun.

"Kepercayaan masyarakat adalah aset tertinggi kami. Integritas seleksi yang profesional, objektif, dan akuntabel menjadi kunci utama mengapa institusi PTKIN kian diminati sebagai destinasi pendidikan tinggi utama di Indonesia," tandas Amien Suyitno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cak Imin: Santri Harus Punya Skill, Integritas, dan Taat Ilmu
Cak Imin: Santri Harus Punya Skill, Integritas, dan Taat Ilmu
Aktual
Kalender Juli 2026 Lengkap dengan Weton Jawa, Catat Jadwal Istiwa A'zham dan Awal Bulan Shafar
Kalender Juli 2026 Lengkap dengan Weton Jawa, Catat Jadwal Istiwa A'zham dan Awal Bulan Shafar
Aktual
Mulai 1 Juli, Jemaah Umrah dan Haji Khusus Wajib Berangkat Lewat Terminal 2F Soekarno-Hatta
Mulai 1 Juli, Jemaah Umrah dan Haji Khusus Wajib Berangkat Lewat Terminal 2F Soekarno-Hatta
Aktual
Bukan Sekadar Penutup Wajah, Burqa Koin Makkah Simpan Simbol Kekayaan dan Warisan Keluarga
Bukan Sekadar Penutup Wajah, Burqa Koin Makkah Simpan Simbol Kekayaan dan Warisan Keluarga
Aktual
Jelang Muktamar NU 2026, Rembug Warga NU Soroti Tata Kelola PBNU dan Beri Rekomendasi
Jelang Muktamar NU 2026, Rembug Warga NU Soroti Tata Kelola PBNU dan Beri Rekomendasi
Aktual
Gus Salam Maju Calon Ketum PBNU, Sebut Dapat Perintah dari KH Nurul Huda Djazuli
Gus Salam Maju Calon Ketum PBNU, Sebut Dapat Perintah dari KH Nurul Huda Djazuli
Aktual
Arab Saudi Resmi Pindah ke Cloud, Layanan Haji dan Umrah Makin Canggih
Arab Saudi Resmi Pindah ke Cloud, Layanan Haji dan Umrah Makin Canggih
Aktual
Kemenag Gelar Golek Garwo, 354 Peserta Berburu Jodoh Secara Syar'i
Kemenag Gelar Golek Garwo, 354 Peserta Berburu Jodoh Secara Syar'i
Aktual
Link Pengumuman Hasil UM-PTKIN 2026 Dibuka 30 Juni, Peserta Finalisasi Tembus 111.353 Orang
Link Pengumuman Hasil UM-PTKIN 2026 Dibuka 30 Juni, Peserta Finalisasi Tembus 111.353 Orang
Aktual
Kemenag Imbau Pengusaha Katering Pernikahan Segera Urus Sertifikasi Halal
Kemenag Imbau Pengusaha Katering Pernikahan Segera Urus Sertifikasi Halal
Aktual
Kemenag Edukasi Wedding Organizer soal Syariat dan Regulasi Pernikahan Lewat Nikah Fest 2026
Kemenag Edukasi Wedding Organizer soal Syariat dan Regulasi Pernikahan Lewat Nikah Fest 2026
Aktual
Hukum Shalat Pakai Kaos Bergambar, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Shalat Pakai Kaos Bergambar, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Menelusuri Sumur Rawha, Tempat Rasulullah SAW Beristirahat di Jalur Para Nabi
Menelusuri Sumur Rawha, Tempat Rasulullah SAW Beristirahat di Jalur Para Nabi
Aktual
Kemenag Resmi Tutup Ponpes Ibadurrahman Kaltim, Bagaimana Nasib Santri?
Kemenag Resmi Tutup Ponpes Ibadurrahman Kaltim, Bagaimana Nasib Santri?
Aktual
Arab Saudi Undang 1.000 Jamaah Umrah dari Seluruh Dunia, Dibiayai Penuh oleh Raja Salman
Arab Saudi Undang 1.000 Jamaah Umrah dari Seluruh Dunia, Dibiayai Penuh oleh Raja Salman
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com