Editor
KOMPAS.com – Gelombang panas kembali melanda Uni Emirat Arab (UEA). Otoritas meteorologi setempat memperkirakan suhu udara di sejumlah wilayah pedalaman akan mencapai 46 derajat Celsius sepanjang pekan ini, disertai angin kencang yang berpotensi memicu debu beterbangan serta tingkat kelembapan tinggi di kawasan pesisir.
Berdasarkan prakiraan National Centre of Meteorology (NCM), cuaca pada Rabu diperkirakan cerah hingga berawan sebagian, terutama di wilayah utara dan timur UEA.
Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan ringan hingga sedang, namun sesekali dapat menguat hingga 35 kilometer per jam.
Baca juga: Gelombang Panas Ekstrem di Madinah Berlanjut, Suhu Diperkirakan Capai 47 Derajat Celsius
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan debu beterbangan, terutama di wilayah terbuka.
NCM memprediksi suhu maksimum di wilayah pedalaman berada pada kisaran 41 hingga 46 derajat Celsius.
Sementara itu, kawasan pesisir dan pulau-pulau diperkirakan mengalami suhu antara 37 hingga 41 derajat Celsius, sedangkan wilayah pegunungan berkisar 31 hingga 37 derajat Celsius.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan pada siang hari untuk menghindari risiko dehidrasi maupun sengatan panas.
Memasuki Kamis, awan rendah diperkirakan mulai muncul di sepanjang pesisir timur UEA.
Namun demikian, angin barat laut hingga barat daya diprakirakan bertiup lebih kencang sehingga meningkatkan potensi debu beterbangan, khususnya di wilayah barat negara tersebut.
Kondisi ini dapat mengurangi jarak pandang di sejumlah kawasan serta memengaruhi aktivitas masyarakat yang berada di luar ruangan.
Menurut NCM, suhu udara diperkirakan kembali mengalami peningkatan mulai Jumat, terutama di wilayah pedalaman.
Sementara kondisi perairan di Teluk Arab maupun Laut Oman diprediksi relatif tenang hingga Sabtu.
Namun pada Minggu, kecepatan angin diperkirakan kembali meningkat hingga 40 kilometer per jam.
Baca juga: Panas Ekstrem, Saudi Peringatkan Bahaya Tinggalkan Power Bank hingga Parfum di Mobil
Angin yang lebih kuat tersebut berpotensi memicu badai debu di sejumlah wilayah, sementara gelombang di Teluk Arab diperkirakan berubah dari tenang menjadi sedang. Adapun kondisi Laut Oman diprakirakan tetap relatif tenang.
Pihak meteorologi mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca serta mengambil langkah pencegahan, terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruangan atau melakukan perjalanan selama periode cuaca ekstrem tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang