Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemakaman Ali Khamenei Dimulai, Peti Kecil Sang Cucu Jadi Sorotan

Kompas.com, 3 Juli 2026, 21:37 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Peti jenazah berukuran kecil di tengah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi perhatian publik.

Peti tersebut merupakan milik cucu perempuan Khamenei yang baru berusia 14 bulan dan turut menjadi korban dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.

Di tengah jutaan pelayat yang memenuhi Teheran, keberadaan peti kecil itu dinilai menjadi simbol paling menyentuh dari besarnya dampak kemanusiaan akibat perang.

Baca juga: Pemakaman Ali Khamenei Dimulai, Delegasi Sejumlah Negara Berdatangan ke Teheran

Lebih lanjut, rangkaian pemakaman Ali Khamenei sendiri berlangsung selama beberapa hari dan diperkirakan dihadiri 12 hingga 20 juta orang.

Dilaporkan BBC (3/7/2026), Iran memulai masa berkabung nasional dan prosesi pemakaman selama beberapa hari untuk mantan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari empat bulan setelah ia tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: Rangkaian Upacara Pemakaman Ali Khamenei, Diawali dengan Masa Berkabung

Jenazah Khamenei disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran, mulai Jumat sebelum dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis pekan depan.

Pemerintah Iran memperkirakan sebanyak 12 hingga 20 juta orang akan menghadiri rangkaian pemakaman yang mereka sebut sebagai "pemakaman abad ini".

Peti Kecil Cucu Ali Khamenei Jadi Sorotan

Dilaporkan The Times of India (3/7/2026), di antara deretan peti jenazah yang disemayamkan di Imam Khomeini Grand Mosalla, perhatian publik tertuju pada sebuah peti berukuran kecil.

Peti itu adalah milik Zahra Mohammadi Golpayegani, cucu perempuan Ali Khamenei yang baru berusia 14 bulan.

Balita tersebut dilaporkan tewas dalam ledakan yang sama yang menewaskan Ali Khamenei bersama tiga anggota keluarga lainnya.

Peti kecil itu ditempatkan di samping peti-peti berukuran besar, diselimuti bendera Iran dan dikelilingi rangkaian bunga.

Saat jutaan warga berkumpul di Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei, peti jenazah sang balita menjadi pemandangan yang paling menyentuh perhatian para pelayat.

Keberadaannya disebut menjadi simbol besarnya dampak kemanusiaan akibat perang di Asia Barat sekaligus menggambarkan kehilangan yang dialami keluarga Khamenei.

Prosesi Pemakaman Digelar Selama Enam Hari

Rangkaian upacara berlangsung selama enam hari dan dimulai pukul 06.00 waktu setempat pada Sabtu di Imam Khomeini Mosalla, Teheran.

Masyarakat diberi kesempatan memberikan penghormatan terakhir hingga Minggu sore.

Upacara pemakaman kenegaraan resmi digelar di Teheran dan dipimpin oleh Korps Mohammad Rasulullah.

Komandan korps tersebut, Hassan Hassanzadeh, mengatakan peti jenazah Ali Khamenei ditempatkan di atas panggung yang lebih tinggi agar dapat dilihat para pelayat.

Arus pengunjung juga diatur sehingga setiap orang dapat memasuki area penghormatan dan keluar kembali dalam waktu sekitar 15 hingga 20 menit.

Jenazah Ali Khamenei akan disemayamkan di Grand Mosalla selama tiga hari bersama jenazah sejumlah anggota keluarganya yang juga menjadi korban serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari.

Rangkaian Berlanjut ke Qom, Irak, hingga Mashhad. Untuk mendukung kelancaran prosesi, pemerintah Iran menutup kantor pemerintahan maupun swasta di Teheran mulai Sabtu hingga Senin.

Pembatasan lalu lintas juga diberlakukan dengan menutup sebagian besar pusat kota bagi kendaraan pribadi.

Selain itu, ruang udara di atas Teheran ditutup sebagian mulai Jumat dan akan ditutup sepenuhnya pada Senin.

Pada Selasa, rangkaian upacara dipindahkan ke Kota Qom, di selatan Teheran.

Seorang ulama senior Syiah dijadwalkan memimpin salat jenazah di Masjid Jamkaran, salah satu lokasi keagamaan paling penting di Iran.

Selanjutnya, pada Rabu, jenazah Ali Khamenei akan dibawa ke Najaf, Irak.

Prosesi penghormatan akan berlangsung di kompleks makam Imam Ali, kemudian dilanjutkan ke Karbala sebelum jenazah dibawa kembali ke Iran.

Pemerintah Iran menyebut rangkaian upacara di Irak digelar atas permintaan sejumlah kelompok di negara tersebut.

Sejumlah analis menilai prosesi itu mencerminkan besarnya pengaruh Ali Khamenei di kalangan Muslim Syiah serta eratnya hubungan keagamaan dan politik Iran di kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengunjungi Baghdad untuk mengoordinasikan seluruh persiapan dan menyebut prosesi pemakaman tersebut memiliki "makna simbolis".

Pada Kamis, Ali Khamenei akan dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza di Kota Mashhad, yang merupakan lokasi ziarah paling penting bagi umat Syiah di Iran.

Perwakilan dari berbagai negara, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dijadwalkan menghadiri rangkaian upacara tersebut.

Setelah prosesi pemakaman selesai, masa berkabung akan terus berlangsung selama 40 hari dengan berbagai kegiatan peringatan hingga satu tahun setelah pemakaman Ali Khamenei.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Gerakan Nasional Verifikasi Kiblat 15-16 Juli 2026, Masyarakat Diajak Berpartisipasi
Kemenag Gelar Gerakan Nasional Verifikasi Kiblat 15-16 Juli 2026, Masyarakat Diajak Berpartisipasi
Aktual
Ribuan Santri Rasakan Manfaat Beasiswa Kemenag-LPDP, Beberapa Sudah Lulus Kuliah
Ribuan Santri Rasakan Manfaat Beasiswa Kemenag-LPDP, Beberapa Sudah Lulus Kuliah
Aktual
Mengapa Jenazah Ali Khamenei Baru Dimakamkan 4 Bulan Setelah Wafat? Ini Penjelasannya
Mengapa Jenazah Ali Khamenei Baru Dimakamkan 4 Bulan Setelah Wafat? Ini Penjelasannya
Aktual
Jawa Barat Pimpin Poling Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Jawa Barat Pimpin Poling Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Aktual
Pemakaman Ali Khamenei Dimulai, Peti Kecil Sang Cucu Jadi Sorotan
Pemakaman Ali Khamenei Dimulai, Peti Kecil Sang Cucu Jadi Sorotan
Aktual
Pemakaman Ali Khamenei Dimulai, Delegasi Sejumlah Negara Berdatangan ke Teheran
Pemakaman Ali Khamenei Dimulai, Delegasi Sejumlah Negara Berdatangan ke Teheran
Aktual
Tiba di Masjid saat Adzan, Harus Berdiri atau Boleh Langsung Duduk? Ini Penjelasan Ulama
Tiba di Masjid saat Adzan, Harus Berdiri atau Boleh Langsung Duduk? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Juknis dan Pedoman Masa Ta'aruf Murid Madrasah 2026/2027, Kemenag Pastikan Bebas Perundungan dan Perpeloncoan
Juknis dan Pedoman Masa Ta'aruf Murid Madrasah 2026/2027, Kemenag Pastikan Bebas Perundungan dan Perpeloncoan
Aktual
Kemenag Tegaskan Ruislag Tanah Wakaf Tak Bisa Sembarangan, Ini Syarat dan Aturannya
Kemenag Tegaskan Ruislag Tanah Wakaf Tak Bisa Sembarangan, Ini Syarat dan Aturannya
Aktual
Kemenhaj Minta PPIU Tertibkan Keberangkatan Umrah di Terminal 2F, Bagasi Harus Berlabel
Kemenhaj Minta PPIU Tertibkan Keberangkatan Umrah di Terminal 2F, Bagasi Harus Berlabel
Aktual
Wamenhaj Sambut Kepulangan Petugas Haji 2026 di Tanah Air, Sampaikan Apresiasi dan Siapkan Evaluasi
Wamenhaj Sambut Kepulangan Petugas Haji 2026 di Tanah Air, Sampaikan Apresiasi dan Siapkan Evaluasi
Aktual
Hukum Tradisi Menundukkan Kepala kepada Kiai, Ini Penjelasan MUI Jatim
Hukum Tradisi Menundukkan Kepala kepada Kiai, Ini Penjelasan MUI Jatim
Aktual
Jenis-Jenis Zina dalam Islam, Ternyata Tak Hanya Hubungan Badan
Jenis-Jenis Zina dalam Islam, Ternyata Tak Hanya Hubungan Badan
Aktual
Doa saat Terjadi Bencana Alam Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Memohon Perlindungan
Doa saat Terjadi Bencana Alam Lengkap Arab, Latin, dan Artinya untuk Memohon Perlindungan
Doa dan Niat
BWI Sebut DPR Bisa Tinggalkan Warisan Abadi lewat Wakaf Legislator
BWI Sebut DPR Bisa Tinggalkan Warisan Abadi lewat Wakaf Legislator
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar