Editor
KOMPAS.com - Peti jenazah berukuran kecil di tengah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi perhatian publik.
Peti tersebut merupakan milik cucu perempuan Khamenei yang baru berusia 14 bulan dan turut menjadi korban dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Di tengah jutaan pelayat yang memenuhi Teheran, keberadaan peti kecil itu dinilai menjadi simbol paling menyentuh dari besarnya dampak kemanusiaan akibat perang.
Baca juga: Pemakaman Ali Khamenei Dimulai, Delegasi Sejumlah Negara Berdatangan ke Teheran
Lebih lanjut, rangkaian pemakaman Ali Khamenei sendiri berlangsung selama beberapa hari dan diperkirakan dihadiri 12 hingga 20 juta orang.
Dilaporkan BBC (3/7/2026), Iran memulai masa berkabung nasional dan prosesi pemakaman selama beberapa hari untuk mantan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari empat bulan setelah ia tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: Rangkaian Upacara Pemakaman Ali Khamenei, Diawali dengan Masa Berkabung
Jenazah Khamenei disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran, mulai Jumat sebelum dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis pekan depan.
Pemerintah Iran memperkirakan sebanyak 12 hingga 20 juta orang akan menghadiri rangkaian pemakaman yang mereka sebut sebagai "pemakaman abad ini".
Dilaporkan The Times of India (3/7/2026), di antara deretan peti jenazah yang disemayamkan di Imam Khomeini Grand Mosalla, perhatian publik tertuju pada sebuah peti berukuran kecil.
Peti itu adalah milik Zahra Mohammadi Golpayegani, cucu perempuan Ali Khamenei yang baru berusia 14 bulan.
Balita tersebut dilaporkan tewas dalam ledakan yang sama yang menewaskan Ali Khamenei bersama tiga anggota keluarga lainnya.
Peti kecil itu ditempatkan di samping peti-peti berukuran besar, diselimuti bendera Iran dan dikelilingi rangkaian bunga.
Saat jutaan warga berkumpul di Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ali Khamenei, peti jenazah sang balita menjadi pemandangan yang paling menyentuh perhatian para pelayat.
Keberadaannya disebut menjadi simbol besarnya dampak kemanusiaan akibat perang di Asia Barat sekaligus menggambarkan kehilangan yang dialami keluarga Khamenei.
Rangkaian upacara berlangsung selama enam hari dan dimulai pukul 06.00 waktu setempat pada Sabtu di Imam Khomeini Mosalla, Teheran.
Masyarakat diberi kesempatan memberikan penghormatan terakhir hingga Minggu sore.
Upacara pemakaman kenegaraan resmi digelar di Teheran dan dipimpin oleh Korps Mohammad Rasulullah.
Komandan korps tersebut, Hassan Hassanzadeh, mengatakan peti jenazah Ali Khamenei ditempatkan di atas panggung yang lebih tinggi agar dapat dilihat para pelayat.
Arus pengunjung juga diatur sehingga setiap orang dapat memasuki area penghormatan dan keluar kembali dalam waktu sekitar 15 hingga 20 menit.
Jenazah Ali Khamenei akan disemayamkan di Grand Mosalla selama tiga hari bersama jenazah sejumlah anggota keluarganya yang juga menjadi korban serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari.
Rangkaian Berlanjut ke Qom, Irak, hingga Mashhad. Untuk mendukung kelancaran prosesi, pemerintah Iran menutup kantor pemerintahan maupun swasta di Teheran mulai Sabtu hingga Senin.
Pembatasan lalu lintas juga diberlakukan dengan menutup sebagian besar pusat kota bagi kendaraan pribadi.
Selain itu, ruang udara di atas Teheran ditutup sebagian mulai Jumat dan akan ditutup sepenuhnya pada Senin.
Pada Selasa, rangkaian upacara dipindahkan ke Kota Qom, di selatan Teheran.
Seorang ulama senior Syiah dijadwalkan memimpin salat jenazah di Masjid Jamkaran, salah satu lokasi keagamaan paling penting di Iran.
Selanjutnya, pada Rabu, jenazah Ali Khamenei akan dibawa ke Najaf, Irak.
Prosesi penghormatan akan berlangsung di kompleks makam Imam Ali, kemudian dilanjutkan ke Karbala sebelum jenazah dibawa kembali ke Iran.
Pemerintah Iran menyebut rangkaian upacara di Irak digelar atas permintaan sejumlah kelompok di negara tersebut.
Sejumlah analis menilai prosesi itu mencerminkan besarnya pengaruh Ali Khamenei di kalangan Muslim Syiah serta eratnya hubungan keagamaan dan politik Iran di kawasan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengunjungi Baghdad untuk mengoordinasikan seluruh persiapan dan menyebut prosesi pemakaman tersebut memiliki "makna simbolis".
Pada Kamis, Ali Khamenei akan dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza di Kota Mashhad, yang merupakan lokasi ziarah paling penting bagi umat Syiah di Iran.
Perwakilan dari berbagai negara, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dijadwalkan menghadiri rangkaian upacara tersebut.
Setelah prosesi pemakaman selesai, masa berkabung akan terus berlangsung selama 40 hari dengan berbagai kegiatan peringatan hingga satu tahun setelah pemakaman Ali Khamenei.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang