Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Warga Padati Pemakaman Ali Khamenei di Teheran, Serukan Perlawanan terhadap AS dan Israel

Kompas.com, 6 Juli 2026, 18:34 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Ribuan warga Iran memadati jalan-jalan di Ibu Kota Teheran untuk mengikuti prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Prosesi tersebut menjadi momen penghormatan terakhir bagi Ali Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Selain mengiringi prosesi pemakaman, para pelayat juga menyuarakan dukungan terhadap Iran serta menyerukan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: Iran Tutup Ruang Udara Teheran Saat Pemakaman Ali Khamenei, Operasional Bandara Stop Sementara

Prosesi pemakaman akan berlanjut ke sejumlah kota di Iran dan Irak sebelum Ali Khamenei dimakamkan di Mashhad pada 9 Juli 2026.

Ribuan Warga Iran Ikuti Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran

Ribuan warga Iran turun ke jalan-jalan Ibu Kota Teheran untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel, dalam prosesi pemakaman massal.

Baca juga: Putra-putra Ali Khamenei Iringi Shalat Jenazah, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Masih Tak Muncul

Menurut laporan koresponden RIA Novosti, Senin pagi, warga mulai berkumpul di titik-titik yang telah ditentukan di sepanjang rute utama, melintasi kawasan pusat Damavand, Azadi, dan Enqelab.

Mereka kemudian berkumpul di Alun-Alun Enqelab, yang terdapat monumen bergambar kepalan tangan kiri Ali Khamenei karena tangan kanannya lumpuh akibat upaya pembunuhan yang pernah dialaminya.

Kepalan tangan Ali Khamenei itu menjadi simbol duka sekaligus perlawanan Iran terhadap agresi Amerika Serikat dan Israel.

Pelayat Bawa Bendera Iran dan Serukan Perlawanan

Selain poster dan bendera yang menampilkan gambar tangan mengepal, para pelayat juga mengenakan lencana serta kaos peringatan.

Masyarakat yang mengikuti iring-iringan turut membawa bendera Iran dan potret Ali Khamenei bersama putranya, Mojtaba Khamenei, yang telah menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi.

Rakyat Iran juga menyerukan slogan anti-Israel dan anti-Amerika sambil bersumpah akan membalas kematian pemimpin tertinggi mereka.

Beberapa teriakan juga ditujukan kepada Reza Pahlavi, putra Shah Mohammad Reza Pahlavi yang telah menyatakan dukungan terhadap serangan Amerika Serikat ke Iran.

Selain itu, warga Iran menunjukkan solidaritas kepada sekutu mereka dengan membentangkan spanduk dukungan untuk Lebanon dan Gaza.

Prosesi Pemakaman Berlanjut ke Qom, Irak, dan Mashhad

Prosesi pemakaman serupa dijadwalkan berlangsung di Kota Qom pada Selasa (7/7/2026).

Selanjutnya, pada Rabu (8/7/2026), jenazah Ali Khamenei akan dibawa ke Baghdad, Najaf, dan Karbala di Irak.

Setelah itu, jenazah akan dikembalikan ke kota kelahirannya, Mashhad, untuk dimakamkan pada Kamis (9/7/2026).

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari lalu.

Setelah kematiannya, Mojtaba Khamenei dipilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

Namun, Mojtaba belum tampil di hadapan publik sejak pengangkatannya dan sejauh ini hanya menyampaikan beberapa pernyataan yang dipublikasikan melalui media resmi Iran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arti Masya Allah, Waktu Pengucapan, Dalil Al-Qur'an, dan Penjelasan Ulama tentang Maknanya
Arti Masya Allah, Waktu Pengucapan, Dalil Al-Qur'an, dan Penjelasan Ulama tentang Maknanya
Doa dan Niat
KucingMu Resmi Diluncurkan, Cat Lovers Muhammadiyah Kini Bisa Punya KTAM Khusus Kucing
KucingMu Resmi Diluncurkan, Cat Lovers Muhammadiyah Kini Bisa Punya KTAM Khusus Kucing
Aktual
Kemenag dan KBRI Mesir Bahas Pembenahan Tata Kelola Mahasiswa Indonesia ke Al-Azhar
Kemenag dan KBRI Mesir Bahas Pembenahan Tata Kelola Mahasiswa Indonesia ke Al-Azhar
Aktual
Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Berkedok Pengurusan Fatwa Halal MUI untuk Produk Kripto
Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Berkedok Pengurusan Fatwa Halal MUI untuk Produk Kripto
Aktual
Menlu Sugiono dan Ketua MPR Berencana Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Iran
Menlu Sugiono dan Ketua MPR Berencana Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Iran
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran LGBTQ Masuk Pendidikan Agama
Kemenag Siapkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran LGBTQ Masuk Pendidikan Agama
Aktual
Evaluasi Haji 2026: Pelayanan Domestik Optimal, di Arab Saudi Perlu Perbaikan
Evaluasi Haji 2026: Pelayanan Domestik Optimal, di Arab Saudi Perlu Perbaikan
Aktual
Doa untuk Ayah dan Ibu yang Sudah Meninggal, Jangan Lupa Dibaca
Doa untuk Ayah dan Ibu yang Sudah Meninggal, Jangan Lupa Dibaca
Doa dan Niat
Kemenhaj: Kepatuhan PPIHU terhadap Regulasi Jadi Kunci Perlindungan Jamaah Haji dan Umrah
Kemenhaj: Kepatuhan PPIHU terhadap Regulasi Jadi Kunci Perlindungan Jamaah Haji dan Umrah
Aktual
Ribuan Warga Padati Pemakaman Ali Khamenei di Teheran, Serukan Perlawanan terhadap AS dan Israel
Ribuan Warga Padati Pemakaman Ali Khamenei di Teheran, Serukan Perlawanan terhadap AS dan Israel
Aktual
Menteri PPPA Tekankan Pola Asuh Berbasis Nilai Agama untuk Perkuat Perlindungan Anak
Menteri PPPA Tekankan Pola Asuh Berbasis Nilai Agama untuk Perkuat Perlindungan Anak
Aktual
Ma'ruf Amin Dukung Transformasi Pesantren, Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Ponpes
Ma'ruf Amin Dukung Transformasi Pesantren, Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Ponpes
Aktual
Hoaks! NU dan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Stop Bayar Pajak, Ini Faktanya
Hoaks! NU dan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Stop Bayar Pajak, Ini Faktanya
Aktual
Wamenhaj: Transformasi Haji Harus Diiringi Budaya Kerja Baru dan Utamakan Pelayanan Jamaah
Wamenhaj: Transformasi Haji Harus Diiringi Budaya Kerja Baru dan Utamakan Pelayanan Jamaah
Aktual
Wamenag Sampaikan Komitmen Pemerintah Hadirkan Madrasah Lebih Baik Lewat Program PHTC
Wamenag Sampaikan Komitmen Pemerintah Hadirkan Madrasah Lebih Baik Lewat Program PHTC
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar