Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengumumkan daftar jamaah calon haji yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list).
Seiring proses tersebut, seluruh jajaran Kemenhaj diminta mulai menjalin komunikasi dengan para jamaah.
Baca juga: Daftar Tunggu Haji Papua Barat dan Papua Barat Daya Tembus 12.063 Orang, Verifikasi Terus Diperketat
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan haji sejak jauh hari.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenhaj membangun kedekatan yang kuat dengan jamaah calon haji sejak dini.
Baca juga: Mekanisme Lunas Tunda Ganti untuk Haji Khusus Resmi Dihapus Kemenhaj, Apa Itu?
Menurut Dahnil, seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji, mulai dari ASN, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil), hingga petugas haji, harus memiliki hubungan yang erat dengan para jamaah.
"Pertama yang harus dipersiapkan itu adalah Bapak dan Ibu semuanya itu harus punya engagement yang kuat dengan jamaah. Itu yang ingin kita bangun. Mulai dari ASN, Kakanwil, nanti petugas haji, semua yang mengurus haji itu harus punya engagement yang kuat dengan jamaah," katanya melalui keterangan di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dahnil menjelaskan, dalam istilah agama, hubungan yang erat antara petugas dan jamaah dikenal sebagai ta'liful qulub atau tautan hati.
Menurutnya, konsep tersebut merupakan jalinan silaturahim yang melahirkan ikatan emosional yang kuat antara petugas dan jamaah selama proses penyelenggaraan ibadah haji.
Ia menegaskan Kemenhaj tidak boleh dipandang hanya sebagai lembaga penyelenggara perjalanan haji layaknya agen perjalanan atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang sekadar memberangkatkan jamaah.
Dahnil mengatakan Kemenhaj merupakan institusi negara yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto dengan amanah untuk membina, mengawal, dan memastikan terjadinya transformasi nilai selama pelaksanaan ibadah haji.
Transformasi tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga menyangkut pembentukan nilai kebangsaan, moral, peradaban, dan keadaban.
"Bukan sekadar terkait dengan penyelenggaraannya saja, tapi dia harus punya transformasi nilai. Nilai kebangsaan, nilai moral, nilai peradaban, nilai keadaban, yang kemudian kita rumuskan melalui 'Tri Sukses' itu: Sukses Ritual, Sukses Ekonomi, dan Sukses Peradaban dan Keadaban," ujarnya.
Terkait daftar jamaah calon haji 2027, Dahnil menyampaikan nama-nama jamaah yang akan berangkat telah diumumkan dan saat ini sedang menjalani proses verifikasi di tingkat kabupaten/kota.
Verifikasi tersebut dilakukan untuk mempercepat sekaligus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih tertib dan berkualitas.
"Sudah diumumkan semua, Bu. Yang waiting list yang akan berangkat 2027 kita umumkan," lanjut dia.
Dahnil kembali mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak menunda pelaksanaan koordinasi di lapangan.
Ia meminta ASN Kemenhaj segera mendekati dan membangun komunikasi yang intens dengan jamaah calon haji sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
"Segera, Pak. Dekati dan mulai bangun komunikasi dengan jamaah," ucap Wamenhaj Dahnil menekankan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang