Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Drone Show Muktamar ke-35 NU Jombang Tampilkan Wajah Pendiri Nahdlatul Ulama

Kompas.com, 29 Agustus 2026, 11:00 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Ribuan drone menghiasi langit Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, saat rangkaian Muktamar ke-35 NU berlangsung.

Pertunjukan cahaya tersebut menjadi hiburan bagi muktamirin, Nahdliyin, dan warga sekitar pada Jumat (28/8/2026) malam.

Baca juga: Agenda Penting Muktamar NU Malam Ini, Pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU

Drone Show Muktamar ke-35 NU di Jombang

Langit di atas kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tampak berbeda pada Jumat malam.

Ribuan drone diterbangkan secara bersamaan dan menghasilkan berbagai formasi cahaya yang menarik perhatian masyarakat.

Pertunjukan tersebut menjadi salah satu hiburan dalam suasana Muktamar ke-35 NU yang dipadati aktivitas peserta dan warga.

Baca juga: Pleno I Muktamar ke-35 NU Sahkan Tata Tertib Persidangan, Pembahasan Pemilihan Ketum Masih Menunggu

Sebelumnya, penyelenggara telah melakukan uji coba penerbangan drone pada Kamis (27/8/2026) dini hari di atas permukiman warga.

Kaget Suara Bising hingga Terperangah

Warga di sekitar Tambakberas Gang III sempat dibuat penasaran oleh suara dengung dari udara. Suara tersebut berasal dari drone yang sedang menjalani rangkaian penerbangan untuk pertunjukan.

Arif Rahman (38), warga setempat, mengatakan dirinya langsung keluar rumah setelah mendengar suara yang tidak biasa dari luar. Ia kemudian melihat ribuan cahaya di langit yang bergerak membentuk sejumlah gambar dan animasi.

"Sekarang sudah canggih, baru pertama kali ini melihat drone bisa ada cahaya yang membentuk Muktamar NU, dan banyak lagi animasi tentang Nahdlatul Ulama," ucap Arif saat dijumpai Surya.co.id di kediamannya, Jumat (28/8/2026) siang.

Tampilkan Animasi Pendiri NU dan Bendera Merah Putih

Pertunjukan drone tidak hanya menampilkan susunan cahaya, tetapi juga menghadirkan sejumlah simbol yang berkaitan dengan NU dan Indonesia.

Lampu LED pada drone membentuk gambar bergerak dengan berbagai variasi selama pertunjukan berlangsung.

Beberapa formasi menampilkan lambang jam'iyah, sketsa wajah tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, serta simbol yang menjadi ciri khas Jombang.

Bendera merah putih juga muncul dalam rangkaian animasi yang ditampilkan di langit.

Pemandangan tersebut menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar pondok pesantren, termasuk jamaah yang sedang melintas di kawasan Tambakberas.

Hiburan Pelipur Lelah Bagi Muktamirin

Di tengah rangkaian kegiatan Muktamar ke-35 NU yang padat, pertunjukan drone menjadi hiburan tersendiri bagi warga dan peserta.

Arif menyebut atraksi tersebut dapat menjadi sarana rekreasi gratis bagi masyarakat yang berada di kawasan pondok pesantren.

Suasana di sekitar Pondok Pesantren Tambakberas pun terasa semakin ramai ketika pertunjukan cahaya berlangsung. Warga, peserta Muktamar, dan Muhibbin dapat menyaksikan atraksi tersebut dari kawasan sekitar.

"Ya paling tidak bisa buat hiburan bagi warga, dan peserta Muktamar maupun Muhibbin yang sekarang ada di kawasan Pondok Pesantren Tambakberas," pungkasnya.

Apa itu Drone Show?

Drone show atau drone light show merupakan pertunjukan visual yang memanfaatkan sejumlah drone tanpa awak yang dilengkapi lampu LED.

Puluhan hingga ribuan drone dapat diterbangkan secara bersamaan untuk menghasilkan formasi tertentu di langit.

Setiap unit drone bergerak mengikuti pola penerbangan yang telah dirancang. Teknologi tersebut memungkinkan drone membentuk berbagai gambar, tulisan, pola, hingga animasi tiga dimensi yang tampak bergerak di udara.

Konsep pertunjukan ini menyerupai kembang api dalam bentuk digital, tetapi menggunakan rangkaian cahaya dari drone.

Karena seluruh gerakan dirancang melalui sistem komputer, posisi, lintasan, waktu penerbangan, serta warna lampu LED setiap drone dapat diatur agar membentuk visual sesuai desain.

Dengan sistem komunikasi dan kendali otomatis, ribuan drone dapat bergerak secara terkoordinasi sehingga menghasilkan formasi cahaya yang presisi.

Teknologi inilah yang membuat drone light show dapat menghadirkan pertunjukan visual berskala besar seperti yang terlihat dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul "Drone Show Muktamar NU di Langit Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Buat Warga Jombang Takjub". 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Terkini Lainnya
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Aktual
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Aktual
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Aktual
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Aktual
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Aktual
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Aktual
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Aktual
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Aktual
3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
Aktual
PUI Kecam Serangan Houthi di Arab Saudi, Minta Pemerintah RI Lindungi Jemaah Umrah
PUI Kecam Serangan Houthi di Arab Saudi, Minta Pemerintah RI Lindungi Jemaah Umrah
Aktual
Rajin Beribadah, tetapi Mengganggu Tetangga? Ini Pesan Majelis Tabligh Muhammadiyah
Rajin Beribadah, tetapi Mengganggu Tetangga? Ini Pesan Majelis Tabligh Muhammadiyah
Aktual
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Aktual
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Aktual
PBNU dan DSN-MUI Bahas Bitcoin, Fatwa Aset Kripto Masih Dikaji
PBNU dan DSN-MUI Bahas Bitcoin, Fatwa Aset Kripto Masih Dikaji
Aktual
Kapolri Minta MUI Pusat Haramkan Vape, Waspadai Narkotika Cair Berkedok Rokok Elektrik
Kapolri Minta MUI Pusat Haramkan Vape, Waspadai Narkotika Cair Berkedok Rokok Elektrik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar