KOMPAS.com — Mars Fatayat NU menjadi salah satu lagu organisasi yang kerap dinyanyikan dalam berbagai kegiatan resmi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), mulai dari pelantikan pengurus, konferensi, kaderisasi, hingga agenda organisasi lainnya.
Mars tersebut bukan sekadar pelengkap acara. Di dalamnya terkandung sejumlah nilai yang menjadi identitas Fatayat NU, mulai dari pengabdian kepada agama dan bangsa, pembentukan perempuan berkepribadian luhur, hingga peneguhan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Mars Fatayat NU kembali menjadi relevan di tengah penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur. Fatayat NU turut hadir dalam rangkaian Muktamar melalui Fatayat NU Connect 2026 yang mengangkat sejumlah isu perempuan dan sosial.
Lantas, seperti apa Mars Fatayat NU dan apa makna yang terkandung di dalamnya?
Baca juga: Muktamar NU Usul UKT PTN Tak Hanya Berdasarkan Pekerjaan Orangtua
Fatayat NU merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang menjadi wadah bagi perempuan muda NU.
Fatayat NU resmi berdiri di Surabaya, Jawa Timur, pada 24 April 1950. Dalam perjalanannya, organisasi ini bergerak dalam berbagai bidang, mulai dari keagamaan hingga sosial kemasyarakatan dan kebangsaan.
Mengutip NU Online, Fatayat NU berasaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan Pancasila sebagai dasar negara.
Nilai-nilai tersebut turut tercermin dalam Mars Fatayat NU yang menjadi salah satu identitas organisasi.
Mars tersebut menggambarkan cita-cita membentuk perempuan muda yang memiliki kepribadian luhur serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Baca juga: Fatayat NU Bawa Isu Perempuan dan Anak ke Muktamar Ke-35 NU
Salah satu pesan yang menonjol dalam Mars Fatayat NU adalah pentingnya perempuan muda memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Pesan tersebut menggambarkan hubungan antara pengabdian keagamaan dan kontribusi terhadap kehidupan berbangsa.
Mars Fatayat NU juga menggambarkan karakter yang diharapkan tumbuh dalam diri para kader, di antaranya memiliki kepribadian luhur, setia, terampil, dan jujur.
Nilai tersebut sejalan dengan tujuan Fatayat NU untuk membentuk perempuan muda yang bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, cakap, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Selain itu, mars tersebut menegaskan Pancasila, Al-Quran dan Sunnah, serta Ahlussunnah wal Jamaah sebagai bagian dari landasan dan identitas Fatayat NU.
Dengan demikian, pesan dalam Mars Fatayat NU tidak hanya berbicara mengenai identitas keagamaan, tetapi juga mengenai karakter dan tanggung jawab sosial perempuan.
Mengutip NU Online, Mars Fatayat NU memuat pesan mengenai asas, karakter, serta tujuan perjuangan organisasi.
Bagian awal mars antara lain berbunyi, "Fatayat Nahdlatul Ulama, teladan pemudi utama."
Lirik selanjutnya membawa pesan tentang pengabdian kepada bangsa dan agama, pembentukan perempuan berkepribadian luhur, serta cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Pada bagian berikutnya, Mars Fatayat NU menegaskan Pancasila sebagai asas serta Al-Qur'an, Sunnah, dan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai bagian dari landasan nilai organisasi.
Lirik lengkap Mars Fatayat NU:
Fatayat Nahdlatul Ulama
Teladan pemudi utama
Berguna bagi nusa bangsa
Menjunjung tinggi agama
Fatayat Nahdlatul Ulama
Wanita berpribadi luhur
Setia, terampil, dan jujur
Menuju masyarakat adil makmur
Fatayat berasas Pancasila
Bersendi Al-Qur’an dan Sunnah Ahlussunnah wal jama’ah
Menuju ridho Allah (2x)
Mars Fatayat NU umumnya dinyanyikan dalam berbagai kegiatan organisasi, seperti pelantikan pengurus, konferensi, kaderisasi, maupun agenda resmi Fatayat NU lainnya.
Dinyanyikan secara bersama-sama, mars menjadi salah satu sarana untuk mengingatkan kader terhadap identitas, nilai, serta tujuan organisasi.
Mars juga menjadi simbol kebersamaan anggota Fatayat NU yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Nilai yang terkandung dalam Mars Fatayat NU juga berkaitan dengan peran yang dijalankan organisasi dalam kehidupan masyarakat.
Fatayat NU menjadi salah satu ruang bagi perempuan muda untuk mengembangkan kapasitas sekaligus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.
Kegiatan Fatayat NU mencakup sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan perempuan dan keluarga, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga kehidupan sosial dan keagamaan.
Dalam rangkaian Muktamar Ke-35 NU di Jombang, misalnya, Fatayat NU menghadirkan Fatayat NU Connect 2026 yang memuat kegiatan literasi, pemberdayaan perempuan, ekonomi, hingga kegiatan sosial.
Berbagai aktivitas tersebut menjadi salah satu bentuk penerjemahan nilai yang terdapat dalam Mars Fatayat NU ke dalam kegiatan organisasi.
Dengan demikian, Mars Fatayat NU tidak hanya menjadi lagu yang dinyanyikan dalam acara resmi, tetapi juga memuat identitas dan cita-cita organisasi dalam membentuk perempuan muda yang berakhlak, terampil, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT