Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI

Kompas.com, 12 September 2026, 19:21 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Sebanyak 198.000 orang di Kota Semarang, Jawa Tengah, akan menyanyikan Mars Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pada rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, Sabtu (12/9/2026) malam.

Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat tersebut ditargetkan menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Baca juga: Lirik Mars MTQ dan Hymne MTQ

198.000 Orang Akan Ikut Nyanyikan Mars MTQ

Dari total 198.000 peserta, sekitar 25.000 orang akan hadir langsung di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang. Sementara itu, peserta lainnya akan mengikuti kegiatan dari lokasi masing-masing.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari berbagai kelompok masyarakat, tidak hanya kalangan pelajar.

"Nanti malam, kami mempersiapkan 198.000 penyanyi Mars MTQ. 25.000 di antaranya akan ada di sekeliling Simpang Lima," kata Agustina, Sabtu (12/9/2026).

Baca juga: Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional

Menurut Agustina, sejumlah aparatur sipil negara (ASN), kelompok pengajian, guru Madin, guru sekolah, hingga guru sekolah minggu turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

"Bukan hanya siswa. Ada ASN yang di sekitar sini, kemudian ada beberapa kelompok pengajian, juga ada guru Madin, guru sekolah, guru sekolah minggu. Mereka tidak lagi melihat bukan hanya sebuah kegiatan keagamaan, tapi sebagai perhelatan milik warga Semarang," lanjutnya.

Masyarakat Semarang Dilibatkan dalam MTQ Nasional

Agustina menjelaskan, pelibatan masyarakat dalam kegiatan menyanyikan Mars MTQ bermula dari keinginan Pemerintah Kota Semarang agar penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

Pemerintah kota kemudian berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah untuk melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut.

"Pada saat itu kami melemparkan ide mau enggak berpartisipasi untuk kita menyanyikan Mars karena MTQ ini kan salah satu acara di perhelatan nasional dan kita ingin ada sense of belonging dari seluruh masyarakat di Kota Semarang kira-kira apa yang bisa kita lakukan. Pak Kanwil Kemenag Provinsi mengatakan bagaimana kalau melibatkan seluruh komponen untuk ikut menyanyi Mars.Awalnya kita mau online semuanya, dengan edaran siapa mau ikut mendaftar. Di luar dugaan ya bahwa mereka berharap bisa berada di tengah lapangan  Simpang Lima," katanya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari persiapan yang dilakukan sejumlah sekolah. Agustina mengaku melihat langsung video latihan Mars MTQ yang diunggah salah satu sekolah di media sosial.

"lihat IG mereka ya jadi aku lihat SMP Domenico Savio latihan Mars MTQ. Wah ini aduh luar biasa deh, terharu saya," ucapnya.

Menurut Agustina, keterlibatan sekolah lintas agama menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Semarang.

Ia mengatakan kegiatan tersebut diikuti berbagai kelompok masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

MTQ Nasional XXXI Digelar 11-19 September 2026

Menyanyikan Mars MTQ menjadi salah satu rangkaian acara penbukaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Semarang pada 12 September 2026.

Rangkaian kegiatan sebelumnya diawali dengan Pawai Taaruf pada Sabtu pagi. Pawai tersebut diikuti kafilah dari 38 provinsi yang mengenakan pakaian khas daerah masing-masing.

Pawai Taaruf juga dimeriahkan mobil hias tematik, marching band, musik hadrah, serta berbagai ornamen yang merepresentasikan budaya dan identitas daerah dari berbagai wilayah Indonesia.

Selain menjadi bagian dari pembukaan MTQ Nasional XXXI, Pawai Taaruf menjadi momentum untuk memperkenalkan keberagaman peserta sekaligus memperkuat pesan kerukunan di Kota Semarang.

FKUB Jadi Simbol Keberagaman dalam Pawai Taaruf

Agustina mengatakan barisan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ditempatkan di bagian depan Pawai Taaruf.

Penempatan tersebut menjadi simbol keberagaman masyarakat Kota Semarang sekaligus menggambarkan semangat menjaga kerukunan antarumat beragama.

"Aduh terima kasih sekali. Yang jelas yang paling berjasa di dalam proses mempertahankan toleransi dan kota harmonis ini adalah kawan-kawan di FKUB, baik itu yang di tingkat kota maupun di tingkat kecamatan-kecamatan," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul "198.000 Orang Ditargetkan Pecahkan Rekor MURI Mars MTQ di Semarang, Siswa SMP Domsav Ikut Serta".

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Rabiul Akhir dalam Kalender Hijriah: Sejarah dan Peristiwa Pentingnya
Aktual
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Berdoa dengan Bahasa Arab, Apakah Benar Lebih Utama? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Bolehkah Memegang Al-Qur’an Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Muhammadiyah
Aktual
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Malam Ini, 198.000 Warga Akan Nyanyikan Mars MTQ untuk Pecahkan Rekor MURI
Aktual
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Muhammadiyah Gelar Tanwir dan Milad ke-114 di Palu, Usung Tema Bersama Satukan Bangsa
Aktual
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Sejak 1968, MTQ di Indonesia Digelar Berjenjang hingga Tingkat Nasional
Aktual
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Link Live Streaming Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Sabtu 12 September 2026
Aktual
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Tangis Haru dan Bangga Warga Semarang Saksikan Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI
Aktual
 Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Sejarah Al-Qur’an, dari Turunnya Wahyu Pertama hingga Menjadi Pedoman Hidup
Aktual
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Nasaruddin Umar: Al-Qur’an Jadi Sumber Inspirasi Pengembangan Ilmu Kedokteran
Aktual
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya
Aktual
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI Semarakkan Kota Semarang
Aktual
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Jelang Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Simpang Lima Semarang Dilengkapi Tempat Wudhu hingga Air Minum Gratis
Aktual
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Sejarah MTQ di Indonesia, dari Lomba Tilawah hingga Ajang Nasional
Aktual
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Dubes Arab Saudi Doakan Lima Wartawan Hilang Kontak di Selat Sunda
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar