Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan

Kompas.com, 29 September 2026, 19:59 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Abu Darda merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena perhatian terhadap ilmu, Al-Qur’an, dan ibadah. Sumber biografi klasik menyebut namanya sebagai Uwaimir, dengan perbedaan riwayat mengenai nama ayah dan nasabnya.

Sebelum memeluk Islam, Abu Darda dikenal sebagai pedagang. Dalam At-Thabaqat al-Kubra karya Ibn Sa’d, meriwayatkan bahwa setelah Nabi Muhammad SAW diutus, dirinya mencoba menjalankan perdagangan dan ibadah sekaligus. Namun, ia kemudian memilih menekuni ibadah dan meninggalkan perdagangan.

Abu Darda Masuk Islam

Ibn Sa’d meriwayatkan bahwa Abu Darda merupakan orang terakhir dari keluarganya yang masuk Islam. Abdullah bin Rawahah, yang menjadi saudaranya sejak masa jahiliah dan kemudian dalam Islam, mendatanginya ketika Abu Darda masih memiliki berhala.

Baca juga: Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud

Setelah mengetahui berhala tersebut dirusak, Abu Darda berpikir bahwa sesuatu yang tidak mampu melindungi dirinya sendiri tidak layak disembah. Ia kemudian pergi menemui Rasulullah SAW bersama Abdullah bin Rawahah dan memeluk Islam.

Riwayat ini menunjukkan bahwa perjalanan keislaman Abu Darda berkaitan dengan proses berpikir. Ia mengambil pelajaran dari keadaan yang dialaminya sebelum kemudian menemui Rasulullah SAW.

Abu Darda Ketika Menjadi Pedagang

Riwayat Abu Darda dalam At-Thabaqat al-Kubra menyebut bahwa ia pernah menjadi pedagang sebelum Nabi Muhammad SAW diutus. Setelah Islam datang, ia berusaha menjalankan perdagangan dan ibadah secara bersamaan.

Namun, menurut riwayat tersebut, Abu Darda menilai keduanya tidak dapat ia jalankan secara bersamaan. Ia akhirnya memilih ibadah dan meninggalkan perdagangan.

Baca juga: Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?

Pilihan ini merupakan kisah pribadi Abu Darda, bukan larangan Islam terhadap perdagangan. Justru, riwayat tersebut memperlihatkan bagaimana seorang sahabat menentukan prioritas berdasarkan keadaan dan kesungguhannya dalam menjalankan kehidupan setelah memeluk Islam.

Abu Darda dan Al-Qur’an

Kedudukan Abu Darda dalam pembelajaran Al-Qur’an juga tercatat dalam hadis sahih. Anas bin Malik meriwayatkan:

حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ حَدَّثَنِي ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ، وَثُمَامَةُ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ مَاتَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم وَلَمْ يَجْمَعِ الْقُرْآنَ غَيْرُ أَرْبَعَةٍ أَبُو الدَّرْدَاءِ وَمُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ وَأَبُو زَيْدٍ‏.‏

Haddatsana Mu'alla bin Asad, haddatsana Abdullah bin al-Mutsanna, qala haddatsani Tsabit al-Bunani wa Tsumamah, 'an Anas, qala: mata an-nabiyyu shallallahu 'alaihi wa sallam wa lam yajma'il-Qur'anu ghaira arba'atin: Abu ad-Darda', wa Mu'adz bin Jabal, wa Zaid bin Tsabit, wa Abu Zaid.

Artinya: “Ketika Nabi SAW wafat, tidak ada yang telah menghimpun Al-Qur’an selain empat orang: Abu Darda, Muadz bin Jabal, Zaid bin Tsabit, dan Abu Zaid.” (Sahih al-Bukhari 5004).

Baca juga: Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya

Riwayat ini memperlihatkan posisi Abu Darda dalam tradisi pembelajaran Al-Qur’an pada masa sahabat. Pilihannya untuk meninggalkan perdagangan juga dapat ditempatkan dalam konteks kehidupan yang semakin ia arahkan kepada ibadah dan ilmu.

Memperhatikan Ketepatan Bacaan

Sahih Muslim juga memuat riwayat tentang Abu Darda dan bacaan Al-Qur’an. Ketika bertemu Alqamah dari Kufah, Abu Darda menanyakan apakah ia membaca dengan qiraah Abdullah bin Mas’ud.

Abu Darda kemudian meminta Alqamah membaca Surah Al-Lail. Setelah mendengarnya, ia menyatakan bahwa bacaan tersebut sesuai dengan apa yang pernah didengarnya dari Rasulullah SAW. Riwayat ini menunjukkan perhatiannya terhadap transmisi bacaan Al-Qur’an.

Ilmu Memiliki Kedudukan Tinggi

Al-Qur’an menempatkan orang berilmu pada kedudukan yang tinggi. Allah berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ

Yarfa‘illāhul-ladzīna āmanū minkum walladzīna ūtul-‘ilma darajāt.

Baca juga: Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?

Artinya: “Allah niscaya akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS Al-Mujadilah: 11).

Ayat tersebut tidak secara khusus membicarakan Abu Darda. Namun, kandungannya memberi konteks mengenai nilai ilmu yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Warisan Abu Darda bagi Muslim

Kisah Abu Darda tidak berarti bahwa seorang Muslim harus meninggalkan pekerjaan atau harta. Hal yang dapat dipetik adalah kesungguhannya menentukan prioritas hidup dan memberikan ruang besar bagi ibadah serta ilmu.

Ia pernah menjadi pedagang, kemudian memilih meninggalkan perdagangan. Ia juga tercatat dalam hadis sebagai sahabat yang memiliki perhatian terhadap pembelajaran dan bacaan Al-Qur’an.

Baca juga: Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok

Bagi Muslim masa kini, kisah Abu Darda menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya berkaitan dengan materi. Pekerjaan dan usaha tetap memiliki tempat, tetapi ilmu agama, ibadah, dan pengamalan Al-Qur’an juga perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, Arti, Sejarah, dan Keutamaannya
Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, Arti, Sejarah, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Libur Lebaran 2027 Sesuai SKB 3 Menteri: Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Potensi Libur Panjang
Libur Lebaran 2027 Sesuai SKB 3 Menteri: Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Potensi Libur Panjang
Aktual
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Kemenhaj Ungkap 50 Persen Biro Umrah Tidak Aktif, Ini Penyebabnya
Aktual
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Kisah Abu Darda, Sahabat Nabi yang Memilih Ilmu daripada Kemewahan
Aktual
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Husnuzan, Tawadhu, dan Qanaah Sering Tertukar, Apa Bedanya?
Aktual
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Kenapa Nabi Beristighfar 70–100 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Aktual
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Kemenhaj Minta Travel Umrah Pastikan Layanan Jamaah Terpenuhi Sejak Berangkat Hingga Kepulangan
Aktual
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Susunan Acara dan Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Link Download PDF Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Teks Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 Resmi Kemenbud
Aktual
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Senin Kamis?
Aktual
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap? Ini Hadis dan Hikmahnya
Aktual
Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?
Kenapa Imam Mengeraskan Bacaan pada Subuh, Maghrib, dan Isya?
Aktual
Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar