Penulis
KOMPAS.com – Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi atau Civil Defense mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan petir sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Kerajaan.
Hujan deras tersebut berisiko memicu banjir bandang, aliran air deras, hujan es, hingga angin kencang yang membawa debu dan pasir.
Peringatan yang dikeluarkan pada Jumat (16/10/2026) itu menyebutkan, kondisi cuaca tidak stabil diperkirakan berlangsung hingga Rabu mendatang.
Masyarakat diminta menjauhi lembah, daerah rawan banjir, dan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya air. Warga juga diimbau tidak berenang di lembah atau genangan air serta tetap berada di tempat aman.
Civil Defense meminta masyarakat mengikuti instruksi resmi yang disampaikan melalui media massa dan saluran media sosial pemerintah.
Baca juga: Wamenhaj: Belum Ada Larangan Perjalanan Umrah ke Arab Saudi
Berdasarkan prakiraan Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) untuk Sabtu (17/10/2026), hujan petir dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat meliputi Jazan, Asir, Al-Baha, dan Makkah. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di beberapa bagian Hail, Al-Jouf, dan wilayah Perbatasan Utara.
Hujan tersebut berpotensi menimbulkan aliran air deras, hujan es, serta angin kencang yang membawa debu dan pasir. Kondisi ini dapat menyebabkan jarak pandang horizontal menurun drastis, bahkan mendekati nol.
Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Madinah, Tabuk, dan Provinsi Timur.
NCM juga memperingatkan potensi terbentuknya kabut pada malam hingga dini hari di kawasan pesisir Madinah, Makkah, dan Provinsi Timur.
Sejumlah wilayah Arab Saudi telah mengalami hujan dalam beberapa hari terakhir.
Hujan sedang dilaporkan mengguyur Sakaka dan daerah sekitarnya di wilayah Al-Jouf pada Jumat malam. Adapun hujan lebat terjadi di sejumlah kegubernuran, pusat permukiman, dan desa di Jazan pada Kamis.
Makkah juga mencatat hujan dengan intensitas sedang pada Rabu.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena hujan deras di sekitar lembah dan daerah dataran rendah dapat menyebabkan kenaikan debit air secara cepat. Bahaya tetap dapat muncul meskipun hujan tidak turun dengan intensitas tinggi tepat di lokasi seseorang berada.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mendekati aliran air dan menghindari perjalanan melintasi lembah yang berpotensi dilanda banjir bandang.
Peringatan cuaca tersebut sejalan dengan prospek iklim Arab Saudi untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
NCM memperkirakan curah hujan pada Oktober berpeluang melampaui kondisi normal di sebagian besar wilayah Arab Saudi, termasuk Asir. Suhu rata-rata juga diperkirakan lebih tinggi dibandingkan biasanya.
Meski demikian, NCM menegaskan bahwa prakiraan musiman memberikan gambaran umum mengenai kecenderungan iklim. Informasi yang lebih terperinci mengenai waktu, intensitas, dan kondisi cuaca setempat tetap mengacu pada buletin prakiraan harian.
Di tengah potensi cuaca ekstrem, hujan musiman memiliki peran penting bagi lingkungan dan kegiatan pertanian di Arab Saudi.
Wilayah Asir mulai memasuki musim tradisional Al-Wasm yang berlangsung selama 52 hari, dimulai pada Jumat (16/10/2026). Musim ini ditandai perubahan cuaca musim gugur, dengan suhu lebih sejuk di puncak pegunungan dibandingkan kawasan dataran rendah Tihama.
Nama Al-Wasm secara tradisional dikaitkan dengan hujan yang mendukung pertumbuhan vegetasi dan tanaman liar. Curah hujan musiman juga membantu masyarakat setempat merencanakan kegiatan pertanian, memantau pertumbuhan tanaman, dan menentukan waktu panen.
Namun, wilayah pegunungan, teras pertanian, dan lembah di Asir juga rentan mengalami awan rendah serta kabut tebal selama musim gugur.
Peralihan menuju cuaca musim gugur yang lebih sejuk juga mendorong dimulainya penanaman sayuran musim dingin di Qassim, salah satu kawasan pertanian penting di Arab Saudi.
Petani mulai menanam berbagai jenis sayuran, termasuk selada, arugula, bayam, wortel, lobak, bawang merah, dan bawang putih di lahan terbuka.
Sementara itu, rumah kaca dimanfaatkan untuk membudidayakan tomat, mentimun, paprika, dan terung dengan kondisi pertumbuhan yang lebih terkendali.
Baca juga: Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Perubahan musim menjadi kesempatan bagi petani untuk menyiapkan lahan, memilih benih, dan mengatur irigasi. Pengelolaan pertanian yang efisien juga diperlukan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menghemat penggunaan air.
Di tengah aktivitas pertanian tersebut, Civil Defense tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko hujan lebat. Warga diminta menjauhi lembah dan daerah rendah selama cuaca tidak stabil, serta memantau peringatan resmi untuk mengantisipasi banjir bandang dan bahaya terkait lainnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.