Editor
KOMPAS.com - Umat Islam yang ingin menjalankan puasa sunnah Ayyamul Bidh pada November 2027 dapat mulai menyiapkan diri. Bulan November 2027 sebagian besar bertepatan dengan bulan Jumadil Akhir 1449 Hijriah.
Berdasarkan perhitungan hisab dengan kriteria MABIMS yang digunakan pemerintah, ijtimak atau konjungsi menjelang Jumadil Akhir 1449 H terjadi pada Jumat malam, 29 Oktober 2027.
Pada Sabtu sore, 30 Oktober 2027, posisi hilal sudah memenuhi kriteria, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Baca juga: Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Dengan demikian, 1 Jumadil Akhir 1449 H jatuh pada Ahad, 31 Oktober 2027. Tanggal ini sama dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah dan kalender Ummul Qura Arab Saudi.
Meski begitu, kalender Hijriah resmi Kementerian Agama tahun 2027 belum dirilis. Masyarakat tetap disarankan memantau pengumuman resmi menjelang waktunya.
Puasa Ayyamul Bidh dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Untuk bulan Jumadil Akhir 1449 H, jadwalnya sebagai berikut:
• Jumat, 12 November 2027 (13 Jumadil Akhir 1449 H)
• Sabtu, 13 November 2027 (14 Jumadil Akhir 1449 H)
• Ahad, 14 November 2027 (15 Jumadil Akhir 1449 H)
Jadwal Puasa Senin–Kamis November 2027
Selain Ayyamul Bidh, umat Islam juga dapat menjalankan puasa sunnah Senin–Kamis sepanjang November 2027. Berikut jadwalnya:
• Senin: 1, 8, 15, 22, dan 29 November 2027
• Kamis: 4, 11, 18, dan 25 November 2027
Baca juga: 6 Amalan Selama November 2026, dari Puasa Sunah hingga Sedekah
Secara bahasa, ayyamul bidh berarti "hari-hari putih". Penamaan ini merujuk pada malam tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, ketika bulan tampak purnama dan bersinar terang.
Anjuran puasa tiga hari setiap bulan tercantum dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Dalam hadis itu, Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah SAW mewasiatkan tiga hal kepadanya, salah satunya berpuasa tiga hari setiap bulan.
Adapun penentuan tanggalnya disebutkan dalam hadis riwayat At-Tirmidzi dan An-Nasa'i dari Abu Dzar al-Ghifari. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan agar puasa tiga hari itu dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15.
Para ulama menjelaskan, puasa tiga hari setiap bulan pahalanya setara dengan puasa sepanjang tahun. Sebab, setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.
Nawaitu shauma ayyāmil bīdh sunnatan lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya berniat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta'ala."
Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan pada siang hari. Syaratnya, orang tersebut belum makan, minum, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Agar ibadah puasa berjalan lancar, umat Islam dianjurkan untuk:
• Makan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air, karena sahur mengandung keberkahan.
• Menyegerakan berbuka ketika waktu magrib tiba.
• Memperbanyak amal saleh selama berpuasa, seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, dan bersedekah.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.