KOMPAS.com - Abu Ubaidah bin Al-Jarrah merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kejujuran dan sifat amanahnya. Rasulullah bahkan menyebutnya sebagai orang yang paling dipercaya di tengah umat Islam. Gelar tersebut kemudian melekat pada dirinya dengan sebutan Aminul Ummah.
Nama Abu Ubaidah tercatat dalam kitab-kitab biografi sahabat, termasuk Al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah karya Ibn Hajar al-'Asqalani dan At-Ṭabaqāt al-Kubrā karya Ibn Sa'd. Ia termasuk generasi awal yang memeluk Islam, mengikuti sejumlah peperangan bersama Nabi, dan dipercaya menjalankan tugas penting bagi kaum Muslimin.
Nama lengkap Abu Ubaidah adalah Amir bin Abdullah bin Al-Jarrah Al-Fihri. Ia berasal dari Bani Al-Harits bin Fihr, salah satu kelompok dalam suku Quraisy. Abu Ubaidah lebih dikenal melalui kunyah atau panggilannya, yaitu Abu Ubaidah.
Baca juga: Jangan Sibuk Mengejar Dunia hingga Lupa Bekal Akhirat
Ibn Hajar mencatat Abu Ubaidah sebagai salah satu sahabat yang lebih dahulu memeluk Islam melalui ajakan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ia termasuk kaum Muhajirin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah dan tercatat mengikuti Perang Badar, Perang Uhud, serta sejumlah peperangan bersama Rasulullah.
Keikutsertaannya dalam berbagai peristiwa penting pada masa Nabi menunjukkan bahwa Abu Ubaidah bukan hanya dikenal karena sifat pribadinya. Ia juga menjadi bagian dari kelompok sahabat yang ikut menjalankan tanggung jawab dalam perkembangan komunitas Muslim.
Gelar Aminul Ummah berarti orang yang dipercaya atau pemegang amanah umat. Sebutan tersebut memiliki dasar dalam hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik dan tercantum dalam Sahih al-Bukhari nomor 3744.
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينًا، وَإِنَّ أَمِينَنَا أَيَّتُهَا الْأُمَّةُ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ
Inna likulli ummatin amīnan, wa inna amīnanā ayyatuhal-ummah Abū ‘Ubaidah binul-Jarrāḥ.
Baca juga: Kisah Nabi Sulaiman dalam Surah An-Naml, Teladan Melindungi Hewan
Artinya: “Sesungguhnya setiap umat memiliki orang yang dipercaya, dan orang yang paling dipercaya di antara kami, wahai umat, adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah.” (Sahih al-Bukhari No. 3744).
Hadis tersebut menjadi dasar utama penyebutan Abu Ubaidah sebagai Aminul Ummah. Gelar itu bukan sekadar julukan yang berkembang dalam cerita sejarah, melainkan sebutan yang disampaikan Rasulullah dalam riwayat sahih.
Kepercayaan Rasulullah kepada Abu Ubaidah juga terlihat ketika penduduk Najran meminta seseorang untuk mendampingi mereka. Peristiwa tersebut diriwayatkan Hudzaifah bin Al-Yaman dalam Sahih al-Bukhari nomor 3745.
Dalam hadis itu, Rasulullah menyampaikan bahwa beliau akan mengutus orang yang benar-benar dapat dipercaya. Setelah para sahabat menantikan tugas tersebut, Nabi mengutus Abu Ubaidah.
Baca juga: PK-Tren Kecam Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Desak Kapolri dan Komnas HAM Turun Tangan
Riwayat ini memperlihatkan bahwa sifat amanah Abu Ubaidah tidak hanya disebut dalam pujian, tetapi juga menjadi pertimbangan ketika Rasulullah memilih seseorang untuk menjalankan tugas. Penunjukan tersebut sekaligus memperkuat kedudukannya di antara para sahabat.
Selain dikenal sebagai sosok yang amanah, Abu Ubaidah juga memiliki peran dalam peperangan. Ibn Sa'd mencatat keikutsertaannya dalam Perang Badar dan sejumlah peristiwa militer pada masa Rasulullah. Ia termasuk sahabat yang turut berhijrah dan menjalani perjuangan bersama kaum Muslimin sejak masa awal Islam.
Setelah Rasulullah wafat, Abu Ubaidah tetap dipercaya mengemban tanggung jawab dalam pemerintahan Islam. Dalam masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq, ia mendapat tugas dalam pasukan yang dikirim ke wilayah Syam. Pada masa Umar bin Khattab, perannya semakin besar dalam memimpin pasukan Muslim di kawasan tersebut.
Baca juga: Hukum Merusak Habitat Hewan dalam Islam, Ini Penjelasan Al-Quran dan Hadis
Catatan biografi Ibn Sa'd dan Ibn Hajar menempatkan Abu Ubaidah sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah generasi sahabat. Kepercayaan yang diberikan kepadanya berlanjut setelah masa kenabian, terutama dalam urusan kepemimpinan dan pemerintahan.
Abu Ubaidah meninggal dunia ketika wabah Amwas melanda wilayah Syam. Peristiwa tersebut terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, sekitar tahun 18 Hijriah. Wabah itu juga merenggut nyawa sejumlah tokoh Muslim lainnya.
Ibn Sa'd mencatat wafatnya Abu Ubaidah dalam pembahasan para sahabat yang meninggal di wilayah Syam. Kepergiannya menutup perjalanan seorang sahabat yang dikenal karena kejujuran, tanggung jawab, dan kepercayaan yang diberikan Rasulullah.
Gelar Aminul Ummah yang disandang Abu Ubaidah tetap dikenang karena memiliki dasar langsung dalam hadis. Kisah hidupnya memperlihatkan bahwa amanah bukan hanya sifat pribadi, melainkan juga kualitas yang membuat seseorang dipercaya menjalankan tanggung jawab bagi masyarakat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.