Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Penghulu di Aceh Menikahkan Pasangan di Tengah Banjir dan Longsor

Kompas.com, 6 Desember 2025, 10:48 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Pagi itu, langit Bener Meriah, Aceh, dipenuhi mendung gelap. Hujan yang terus mengguyur sejak 25 November 2025 membuat beberapa ruas jalan terendam air dan lumpur.

Beberapa jembatan bahkan ambruk, mengisolasi daerah tersebut. Akses menuju luar daerah terputus, sementara pemadaman listrik dan terhentinya komunikasi semakin memperburuk keadaan.

Namun, di tengah bencana itu, pelayanan keagamaan di Kantor Urusan Agama (KUA) Bukit tetap berjalan.

Baca juga: Lirik Tepuk Sakinah, Inovasi Kemenag untuk Edukasi Calon Pengantin di KUA

Wildan El Fadhil, Plt Kepala KUA Bukit, mengatakan bahwa meskipun kondisi semakin sulit, melayani masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Ini sudah tugas kita. Apa pun risikonya, kami harus memastikan masyarakat tetap terlayani,” ungkap Wildan, Jumat (5/12/2025), dilansir dari laman Kemenag.

Selama bencana, antara 26 November hingga 5 Desember 2025, KUA Bukit tetap melaksanakan empat pernikahan.

Meskipun beberapa tantangan datang, salah satunya adalah penundaan pernikahan karena pengantin pria terjebak bencana.

Pada 27 November 2025, Wildan berangkat menuju Desa Karang Rejo untuk menghadiri dua pernikahan, meskipun hujan lebat dan jalan-jalan yang dilalui hancur. Dengan sepeda motor dan jas hujan, Wildan melanjutkan perjalanannya meskipun cuaca tidak mendukung.

“Saya harus hati-hati, karena sebagian jalan sudah ambles,” ujar Wildan mengenang perjalanannya.

Meski basah kuyup, Wildan tetap diterima dengan baik di kediaman tuan rumah yang menawarkan tempat untuk mengeringkan pakaiannya di dekat tungku nasi.

Namun, suasana acara tak seperti yang direncanakan. Pelaminan yang sudah dipesan tak bisa sampai karena akses jalan terputus akibat longsor. Walaupun begitu, warga sekitar bahu-membahu membantu tuan rumah mempersiapkan acara di tengah hujan.

“Masyarakat sini memang luar biasa. Meskipun cuaca tak mendukung, mereka tetap semangat membantu,” kata Wildan.

Baca juga: Kisah Pegawai KUA Terjang Ombak Tinggi 3,5 Jam demi Layani Nikah Warga di Pulau Gresik

Kekhawatiran mulai muncul ketika pengantin pria terlambat tiba. Namun, berkat usaha keras keluarga dan warga setempat, pengantin pria akhirnya tiba sekitar pukul 14.30 WIB setelah melewati jalur alternatif yang sulit.

Setelah penantian panjang, akad nikah pun akhirnya terlaksana dengan penuh haru. Wildan menuturkan, “Hari ini kita diuji oleh cuaca dan bencana, namun pada akhirnya kebahagiaan itu datang, dan kita tahu bahwa ini adalah bagian dari ujian dari Allah.”

Setelah acara, Wildan kembali menuju KUA Bukit, melewati jalur yang semakin rusak dan penuh bebatuan.

“Saya hanya berharap akses jalan segera pulih, agar semua bisa kembali normal,” ujar Wildan.

Hingga saat ini, Bener Meriah masih terisolasi, dan bantuan hanya bisa dikirimkan lewat jalur udara.

Wildan berharap, "Semoga Allah memberi kita semua kekuatan untuk menghadapi cobaan ini, dan semoga masyarakat yang terdampak segera mendapatkan bantuan yang cukup."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rutin Dibaca Rasulullah, Ini 10 Surat Pendek untuk Shalat
Rutin Dibaca Rasulullah, Ini 10 Surat Pendek untuk Shalat
Doa dan Niat
3 Doa Jamaah Haji saat Meninggalkan Makkah dan Tiba di Rumah
3 Doa Jamaah Haji saat Meninggalkan Makkah dan Tiba di Rumah
Doa dan Niat
Jika Hidup Terasa Berat, Ingat 8 Janji Allah dalam Al-Qur'an Ini
Jika Hidup Terasa Berat, Ingat 8 Janji Allah dalam Al-Qur'an Ini
Aktual
Kader Muhammadiyah Gugat Aturan Isbat Awal Ramadhan ke MK
Kader Muhammadiyah Gugat Aturan Isbat Awal Ramadhan ke MK
Aktual
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Asalnya
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Asalnya
Aktual
Doa dan Dzikir 1 Muharram 2026, Amalan Awal Tahun Memohon Ampunan
Doa dan Dzikir 1 Muharram 2026, Amalan Awal Tahun Memohon Ampunan
Doa dan Niat
Percepat Kepulangan Jemaah Haji, Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI
Percepat Kepulangan Jemaah Haji, Saudi Terapkan Gerbang Otomatis dan AI
Aktual
Salah Pilih Pejabat Bisa Rusak Tata Kelola, Ini Pesan Muhammadiyah
Salah Pilih Pejabat Bisa Rusak Tata Kelola, Ini Pesan Muhammadiyah
Aktual
Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno
Ditemukan! Jejak Umar bin Khattab dan Ribuan Artefak di Jalur Haji Kuno
Aktual
Dugaan Penipuan Haji Rp 1,4 M: Badal Fiktif hingga Penyelewangan Dana Dam
Dugaan Penipuan Haji Rp 1,4 M: Badal Fiktif hingga Penyelewangan Dana Dam
Aktual
Apa yang Ditakdirkan untukmu Tak Akan Tertukar, Ini Penjelasan Rasulullah SAW
Apa yang Ditakdirkan untukmu Tak Akan Tertukar, Ini Penjelasan Rasulullah SAW
Aktual
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Kemenhaj Akan Tindak Oknum KBIHU yang Diduga Terlibat Penipuan Badal Haji dan Dam
Aktual
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Penipuan Dam dan Badal Haji Terbongkar, Kemenhaj Ungkap Modusnya
Aktual
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Oleh-oleh Haji Tak Melulu Kurma, Jemaah Indonesia Juga Kirim Wajan hingga Teko dari Tanah Suci
Aktual
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
PPIH Arab Saudi Terima Penghargaan Setelah Lebih dari 135 Ribu Jamaah Haji Indonesia Bayar Dam Lewat Adahi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com