Editor
KOMPAS.com - Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah pada 20 Maret 2026 bukan keputusan tiba-tiba. Di baliknya, ada pendekatan ilmiah berbasis astronomi yang dikenal sebagai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sistem ini menjadi pedoman resmi Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Islam, termasuk Syawal.
KHGT adalah sistem kalender hijriah yang dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam di seluruh dunia. Dalam konsep ini, bumi dipandang sebagai satu kesatuan wilayah (matlak), sehingga awal bulan berlaku serentak secara global.
Baca juga: Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah 2026 di Sleman, Jemaah Bisa Cek Titik Terdekat dari Rumah
Artinya, penentuan tidak lagi bergantung pada batas negara atau wilayah, melainkan pada terpenuhinya kriteria astronomis di salah satu titik di bumi.
Dalam KHGT, ada beberapa syarat utama agar bulan baru dimulai:
Jika syarat ini tercapai di mana pun di dunia, maka awal bulan langsung berlaku global.
Berdasarkan perhitungan astronomi, ijtimak (konjungsi) terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.
Setelah itu, posisi bulan terus bergerak hingga memenuhi kriteria visibilitas hilal.
Di salah satu lokasi di bumi, saat matahari terbenam, tercatat:
Angka ini sudah melampaui batas minimal KHGT.
Hal serupa juga terjadi di Makkah, Arab Saudi. Saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026:
Kedua parameter ini menegaskan bahwa hilal secara astronomis sudah memenuhi syarat untuk menandai awal bulan baru.
Karena seluruh kriteria tersebut terpenuhi sebelum batas waktu yang ditentukan, maka 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Dengan prinsip KHGT, keputusan ini berlaku secara global—tidak hanya di Indonesia, tetapi untuk seluruh dunia.
Penetapan ini menunjukkan bahwa kalender Islam kini semakin mengandalkan pendekatan ilmiah yang terukur dan konsisten.
Baca juga: Lokasi Sholat Idul Fitri Muhammadiyah 2026 di Yogyakarta, Jemaah Bisa Pilih Titik Terdekat
Bagi Muhammadiyah, KHGT bukan hanya soal penanggalan, tetapi juga upaya menyatukan umat Islam dalam satu sistem waktu yang sama.
Di balik perbedaan yang mungkin muncul, ada ikhtiar besar untuk menghadirkan kepastian—bahwa ketika hilal sudah “lahir” secara ilmiah, maka saat itu pula bulan baru dimulai.
Dan dari sanalah, Lebaran 2026 ditetapkan: 20 Maret.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang