MADINAH, KOMPAS.com - Berkunjung ke Masjid Nabawi adalah salah satu kegiatan ibadah yang biasanya dilakukan jemaah haji Indonesia. Masjid Nabawi adalah masjid yang terletak di Kota Suci Madinah dan dibangun oleh Rasulullah SAW.
Shalat di masjid ini lebih baik daripada shalat di masjid mana pun, kecuali di Masjidil Haram, diriwayatkan dari hadis.
Berikut adalah tiga hal yang perlu diketahui jemaah haji Indonesia yang ingin beribadah di Masjid Nabawi.
Tidak semua air yang disediakan di Masjid Nabawi adalah air zamzam. Jemaah Indonesia bisa membedakan apakah air tersebut zamzam atau air biasa dari letaknya.
Baca juga: Kisah Sumur Zamzam Tak Pernah Kering Sejak 4.000 Tahun Silam
Air zamzam biasanya diletakkan di bagian dalam Masjid Nabawi. Sedangkan air yang terletak di pelataran masjid adalah air biasa.
Kedua jenis air itu dapat diminum oleh jemaah Masjid Nabawi secara gratis. Anda bisa meminum air Zamzam dengan membaca doa doa terlebih dahulu. Namun air biasa juga bisa berfungsi menghidrasi tubuh.
Jika anda pergi ke Masjid Nabawi jangan lupa untuk menyimpan sandal di rak atau dengan menggunakan plastik yang disediakan oleh pengurus masjid.
Fasilitas plastik ini antara lain bisa anda dapati di pintu 25 yang dikenal dengan Bab Khadijah atau atau Bab An-Nisa yang merupakan pintu khusus jemaah perempuan.
Pintu ini memiliki penujuk bertuliskan 'Women Entrace'. Anda bisa menemukan kotak berisi plastik yang bisa digunakan untuk menyimpan sandal atau anda bisa juga membawa tas dari rumah.
Ratusan paying raksasa menjadi daya Tarik Masjid Nabawi. Jemaah biasanya menunggu untuk dapat mendokumentasikan Waktu saat payung-payung tersebut membuka dan menutup.
Lantas kapan payung di area Nabawi terbuka?
Pada Selasa (21/4/2026), Kompas.com berkesempatan untuk melihat payung-payung di Nabawi terbuka tepatnya pukul 05.45 Waktu Arab Saudi atau seusai waktu Subuh.
Payung-payung tersebut kurang lebih terbuka dalam waktu tiga hingga lima menit untuk mengembang dengan sempurna.
Payung tersebut biasanya dibuka Ketika waktu syuruk hingga pukul 17.00 Waktu Arab Saudi.
Setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau membangun masjid-masjid seperti Quba dan Masjid Nabawi.
Rasulullah memilih tempat pemberhentian onta yang ditunggangginya sebagai lokasi pembangunan masjid. Rasulullah bahkan terjun langsung dalam pembangunan Masjid Nabawi.
Baca juga: Khasiat Air Zamzam dan Kesalahan saat Meminumnya yang Perlu Dihindari
Pada awal pembangunan, Rasulullah tidak memiliki mimbar untuk berkhutbah. Nabi Muhammad menyandarkan tubuhnya ke sebuah pohon setiap kali berceramah.
Perluasan Masjid Nabawi dilakukan setelah Perang Khaibar karena saat itu umat muslim sudah bertambah banyak. Perluasan masjid selsai sekitar bulan Muharam 7 H.
Kini Masjid Nabawi menjadi tujuan ibadah jemaah haji dan umrah dari seluruh dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang