Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib

Kompas.com, 23 April 2026, 19:02 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Seorang nenek di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi korban penipuan berkedok pemberangkatan haji.

Korban bernama Sukimah (84), warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, yang sempat berharap bisa berangkat ke Tanah Suci.

Namun harapan tersebut berubah menjadi duka setelah perhiasan emas miliknya dibawa kabur pelaku.

Polisi kini menyelidiki kasus penipuan haji tersebut dan memburu identitas para pelaku.

Baca juga: Selain Penipuan Haji Furoda, Masyarakat Juga Diminta Waspada Iming-iming Haji Mujamalah

Modus Pelaku: Janjikan Berangkat Haji

Peristiwa itu bermula saat rumah Sukimah didatangi dua pria tak dikenal pada Senin (20/4/2026) siang.

Keduanya datang menggunakan sepeda motor dan mengaku bisa membantu memberangkatkan korban menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Penipuan Percepatan Haji Ditemukan di Bekasi, Puluhan Warga Hampir Jadi Korban

Dengan tutur kata meyakinkan, para pelaku membuat korban percaya terhadap tawaran tersebut.

Mereka juga membawa sejumlah sembako seperti telur, mi instan, gula, minyak goreng, hingga kopi.

Barang-barang itu disebut sebagai bagian dari persiapan syukuran keberangkatan, sehingga membuat korban semakin yakin.

Korban Serahkan Tabungan Emas

Di tengah keterbatasan usia dan pengetahuan, Sukimah akhirnya luluh. Ia menyerahkan seluruh perhiasan emas yang selama ini disimpan sebagai tabungan berhaji kepada dua orang asing tersebut.

Namun, korban baru menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan pada keesokan harinya.

Dengan perasaan terpukul, ia kemudian menceritakan kejadian itu kepada tetangga sebelum melapor ke Polsek Sukosewu.

Emas 34 Gram Dikumpulkan dari Hasil Kerja Buruh Tani

Diketahui, emas seberat 34 gram tersebut merupakan hasil jerih payah Sukimah yang dikumpulkan selama bekerja sebagai buruh tani.

Perhiasan itu disimpan sebagai tabungan untuk mewujudkan impian berangkat haji.

Akibat kejadian ini, kerugian korban ditaksir mencapai lebih dari Rp34 juta.

KORBAN PENIPUAN - Nenek Sukimah (84), warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi korban penipuan orang tak dikenal, Senin (20/4/2026). Emas dengan berat 34 gram raib. 
Tribun Jatim Network/Misbahul Munir KORBAN PENIPUAN - Nenek Sukimah (84), warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi korban penipuan orang tak dikenal, Senin (20/4/2026). Emas dengan berat 34 gram raib.

Polisi Benarkan Kejadian Penipuan, Imbau Warga Waspada

Kapolsek Sukosewu AKP Samsul Anam membenarkan adanya kasus penipuan yang menimpa Sukimah.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.

Samsul mengatakan pelaku memperdayai korban dengan janji bisa memberangkatkannya ke Tanah Suci. Karena percaya, korban menyerahkan perhiasan emas senilai puluhan juta rupiah.

“Korban menyerahkan perhiasan berupa kalung seberat 20 gram dan gelang total 14 gram kepada pelaku,” ujar Samsul, Rabu (22/4/2026).

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran mencurigakan, terutama yang menjanjikan keberangkatan haji secara instan.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran yang tidak masuk akal, terutama yang berkaitan dengan ibadah haji dengan proses instan,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Sempat Semringah Dijanjikan Haji, Sukimah Lalu Lemas Usai Serahkan Emas 34 Gram ke Tamu".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Cerita di Balik Air Mata Jamaah Haji yang Pecah di Tanah Suci, Bahagia dan Haru Bercampur Jadi Satu
Cerita di Balik Air Mata Jamaah Haji yang Pecah di Tanah Suci, Bahagia dan Haru Bercampur Jadi Satu
Aktual
Khutbah Jumat 24 April 2026: Makna Bersyukur, Sabar, Meminta Maaf, dan Memaafkan
Khutbah Jumat 24 April 2026: Makna Bersyukur, Sabar, Meminta Maaf, dan Memaafkan
Aktual
Khutbah Jumat 24 April 2026: Sikap Optimis dan Tawakal Saat Menghadapi Musibah
Khutbah Jumat 24 April 2026: Sikap Optimis dan Tawakal Saat Menghadapi Musibah
Aktual
Mengenal Bulan Zulkaidah: Peristiwa Penting dan Amalan Utama yang Bisa Dilakukan
Mengenal Bulan Zulkaidah: Peristiwa Penting dan Amalan Utama yang Bisa Dilakukan
Aktual
Perbedaan Waktu Arab Saudi dan Indonesia, Cek Sebelum Menghubungi Keluarga di Tanah Suci
Perbedaan Waktu Arab Saudi dan Indonesia, Cek Sebelum Menghubungi Keluarga di Tanah Suci
Aktual
Shalawat Badar Sambut Jamaah Haji Kloter Pertama di Madinah, Hangat dan Penuh Suka Cita
Shalawat Badar Sambut Jamaah Haji Kloter Pertama di Madinah, Hangat dan Penuh Suka Cita
Aktual
Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara
Pesantren Rasa Korporasi: BIMA Melejit dengan 3 Kampus, 5.000 Santri, hingga Jaringan 16 Negara
Aktual
Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur
Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur
Aktual
5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
5.997 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Hotel Hanya 50 Meter dari Masjid Nabawi
Aktual
Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib
Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan Berkedok Berangkat Haji, Emas 34 Gram Raib
Aktual
PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu
PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu
Aktual
5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang
5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang
Aktual
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Hampir 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Diingatkan Waspada Cuaca Panas
Aktual
Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Menhaj Lepas 200 Petugas Haji ke Makkah, Tekankan Layanan Maksimal untuk Jemaah
Aktual
Kurban 7 Kambing vs 1 Sapi, Mana Lebih Besar Pahalanya? Ini Kata Ulama
Kurban 7 Kambing vs 1 Sapi, Mana Lebih Besar Pahalanya? Ini Kata Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com