Editor
KOMPAS.com - Pemerintah menyiapkan layanan bus shalawat gratis bagi jemaah haji Indonesia di Makkah selama musim haji 2026.
Bus ini beroperasi 24 jam untuk mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan kembali ke penginapan.
Layanan tersebut disediakan untuk memudahkan mobilitas jemaah saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Jemaah cukup memahami langkah penggunaan bus, rute terminal, serta nomor trayek agar perjalanan lebih lancar.
Baca juga: PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Haji di Makkah, Hotel hingga Bus Shalawat Disiapkan
Dilansir dari Tribunnews.com, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, mengatakan jemaah bisa menggunakan bus shalawat dengan mudah karena tersedia petugas di setiap titik keberangkatan.
Baca juga: PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
Untuk menggunakan fasilitas ini, jemaah cukup keluar dari hotel menuju halte terdekat yang telah disediakan di depan atau sekitar area penginapan.
"Kalau busnya sudah tersedia, bisa langsung naik. Kalau tidak, nanti ada petugas yang mengarahkan," kata dia kepada tim Media Center Haji (MCH) 2026, Sabtu (25/4/2026).
Jika bus sudah tersedia, jemaah dapat langsung naik. Bila belum datang, jemaah cukup menunggu arahan petugas halte.
Jamaah haji Indonesia antre memasuki bus Shalawat seusai beribadah di Masjidil Haram di terminal Shib Amir, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (21/6/2025). Operasional bus Shalawat akan berhenti per 2 Juli 2025 yakni pada saat jamaah haji Indonesia terakhir berada di Makkah. Setelah tiba di kawasan Masjidil Haram, jemaah akan diturunkan di terminal sesuai wilayah hotel masing-masing.
Jemaah disarankan mengingat terminal turun agar lebih mudah saat kembali ke hotel.
Untuk perjalanan pulang, jemaah cukup menuju terminal keberangkatan terdekat dari Masjidil Haram sesuai rute saat berangkat.
"Dari terminal yang dekat Masjidil Haram, kembali naik bus dan rute yang sama agar nanti turun di depan hotelnya," ucap Ihsan.
Jemaah tidak harus naik bus yang sama secara fisik, tetapi wajib menggunakan trayek atau nomor rute yang sama.
Suasana terminal bus Syib Amir, tempat bus shalawat yang antarkan jemaah haji dari dan menuju Masjidil Haram, Selasa (11/6/2024) pagi. Setiap armada bus dilengkapi nomor trayek dan warna tertentu agar mudah dikenali jemaah.
Tak hanya itu, bus juga diberi atribut bendera Merah Putih sehingga jemaah Indonesia lebih mudah mengenalinya.
"Nomor itu adalah trayeknya. Jadi kalau naik bus itu bukan artinya harus berangkat bus A, pulangnya bus A," beber Ihsan.
"Yang penting rutenya, nomornya. Karena dalam satu rute, terdapat lebih dari satu bus. Yang penting busnya sama, rutenya sama, dia akan kembali ke hotel semula," lanjutnya.
Jemaah yang tertinggal rombongan atau pulang di waktu berbeda tidak perlu khawatir karena layanan bus shalawat tersedia selama 24 jam.
Cukup datang ke terminal sesuai rute hotel masing-masing. Jika bingung atau salah arah, petugas di halte dan terminal siap membantu memberikan arahan.
Dengan memahami rute, terminal, dan nomor trayek, jemaah dapat menggunakan bus shalawat gratis dengan lebih nyaman selama beribadah di Makkah.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Cara Jemaah Haji Indonesia ke Masjidil Haram Pakai Bus Shalawat, Beroperasi 24 Jam, Gratis”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang