Editor
KOMPAS.com - Layanan bus shalawat untuk jemaah haji Indonesia di Makkah kembali beroperasi mulai 14 Dzulhijjah 1447 H atau Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi (WAS).
Kembalinya layanan ini menjadi kabar baik bagi jemaah setelah berakhirnya fase puncak ibadah haji di Armuzna.
Bus shalawat akan kembali melayani transportasi gratis dari hotel menuju Masjidil Haram maupun sebaliknya selama 24 jam penuh.
Baca juga: 21 Rute Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram Lengkap dengan Warnanya, Beroperasi Gratis 24 Jam
PPIH Arab Saudi juga mengingatkan jemaah untuk tetap tertib dan mematuhi ketentuan selama menggunakan layanan tersebut.
Sebelumnya, operasional bus shalawat dihentikan sementara sejak Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 WAS guna mendukung persiapan dan mobilisasi jemaah pada fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca juga: Jelang Puncak Haji, Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026
Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan layanan akan kembali berjalan setelah seluruh rangkaian puncak ibadah haji selesai dilaksanakan.
"Bus shalawat akan kembali beroperasi setelah puncak ibadah haji, tepatnya pada Minggu, 31 Mei 2026 pada pukul 01.00 waktu Arab Saudi," ucap Syarif.
Berdasarkan informasi resmi PPIH Arab Saudi, jemaah diimbau menggunakan bus sesuai rute yang telah ditentukan dan menjaga ketertiban saat berada di halte maupun selama perjalanan.
PPIH juga meminta jemaah untuk memprioritaskan lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan ketika menggunakan layanan bus shalawat.
Selain itu, jemaah diingatkan menjaga kebersihan fasilitas umum dan memastikan barang bawaan pribadi tidak tertinggal di dalam bus.
Bagi jemaah yang dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026, PPIH mengingatkan agar seluruh rangkaian ibadah wajib, termasuk tawaf ifadlah dan tawaf wada, telah diselesaikan sebelum keberangkatan.
Bus shalawat merupakan layanan transportasi gratis yang disediakan khusus bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah.
Layanan ini menghubungkan hotel tempat jemaah menginap dengan Masjidil Haram dan beroperasi selama 24 jam setiap hari.
Bus shalawat melayani lima wilayah pemondokan jemaah Indonesia, yakni Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Aziziyah, dengan total 23 rute perjalanan.
Jemaah yang menginap di wilayah Misfalah (Sektor 7, 8, dan 9) akan diantar menuju Masjidil Haram melalui Terminal Ajyad.
Jemaah yang tinggal di wilayah Jarwal (Sektor 6) dan Aziziyah (Sektor 10) akan menggunakan Terminal Jabal Ka'bah.
Sementara itu, jemaah yang berada di wilayah Syisyah dan Raudhah (Sektor 1, 2, 3, 4, dan 5) akan dilayani melalui Terminal Syib Amir.
Untuk memudahkan identifikasi rute, setiap bus dilengkapi stiker warna sesuai wilayah layanan.
Dengan beroperasinya kembali bus shalawat, mobilitas jemaah haji Indonesia di Makkah diharapkan semakin lancar pasca-puncak ibadah haji.
Layanan ini menjadi salah satu fasilitas penting yang membantu jemaah menjalankan ibadah di Masjidil Haram dengan lebih nyaman dan aman.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Bus Shalawat Kembali Beroperasi Mulai 31 Mei 2026, Antarkan Jemaah dari Hotel ke Masjidil Haram”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang