Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Rabbana Zalamna Anfusana, Bacaan Tobat Nabi Adam dan Artinya

Kompas.com, 14 Juni 2026, 13:59 WIB
Khairina

Editor

Sumber islamtics

KOMPAS.com - Doa rabbana zalamna anfusana merupakan salah satu doa tobat yang terdapat dalam Al-Qur’an.

Doa ini dibaca Nabi Adam AS dan Hawa setelah keduanya menyadari kesalahan saat berada di surga.

Bacaan rabbana zalamna anfusana tercantum dalam Surah Al-A’raf ayat 23.

Doa ini berisi pengakuan kesalahan, permohonan ampun, dan harapan agar Allah SWT memberikan rahmat kepada hamba-Nya.

Baca juga: 10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal

Bacaan Rabbana Zalamna Anfusana

Berikut bacaan doa rabbana zalamna anfusana dalam Arab, latin, dan artinya:

Arab:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Latin:

Rabbana zalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal-khasireen.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al-A'raf ayat 23)

Kisah Nabi Adam dan Hawa

Dilansir dari Islamtics, kisah yang melatarbelakangi doa ini terdapat dalam Surah Al-A’raf ayat 19-22.

Dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Adam AS dan Hawa untuk tinggal di surga.

Keduanya diperbolehkan menikmati apa saja yang ada di dalamnya, tetapi dilarang mendekati satu pohon tertentu.

Setan kemudian menggoda keduanya dan bersumpah seolah-olah memberi nasihat yang tulus.

Setelah Nabi Adam AS dan Hawa memakan buah dari pohon tersebut, keduanya menyadari kesalahan yang telah dilakukan.

Saat itulah keduanya memohon ampun kepada Allah SWT dengan doa rabbana zalamna anfusana.

Baca juga: Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan agar Tetap Istiqamah di Jalan Kebenaran

Makna doa Rabbana Zalamna Anfusana

Doa rabbana zalamna anfusana memiliki makna yang mendalam tentang tobat seorang hamba.

Kalimat “kami telah menzalimi diri kami sendiri” menunjukkan pengakuan atas kesalahan tanpa menyalahkan pihak lain.

Nabi Adam AS dan Hawa tidak menjadikan godaan setan sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab.

Keduanya justru mengakui kesalahan dan memohon ampun langsung kepada Allah SWT.

Sikap ini menjadi pelajaran penting bahwa tobat dimulai dari kesadaran dan pengakuan atas dosa.

Memohon ampun dan rahmat Allah

Bagian berikutnya dalam doa ini adalah permohonan agar Allah SWT mengampuni dan merahmati.

Kalimat “Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami” menunjukkan bahwa ampunan hanya datang dari Allah SWT.

Seorang hamba tidak dapat mengandalkan amalnya sendiri tanpa rahmat dan kasih sayang Allah.

Doa ini juga mengajarkan bahwa manusia selalu membutuhkan ampunan Allah dalam setiap keadaan.

Baca juga: Arti Doa Allahumma Yassir Wala Tuassir, Dibaca Saat Menghadapi Kesulitan

Pengingat agar tidak menjadi orang merugi

Doa rabbana zalamna anfusana ditutup dengan kalimat “niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi”.

Kalimat ini menunjukkan kesadaran bahwa tanpa ampunan dan rahmat Allah, manusia berada dalam kerugian.

Kerugian tersebut bukan hanya berkaitan dengan kehidupan dunia, tetapi juga keselamatan di akhirat.

Karena itu, doa ini menjadi pengingat agar seorang Muslim tidak menunda tobat setelah melakukan kesalahan.

Allah menerima tobat Nabi Adam

Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa Allah SWT menerima tobat Nabi Adam AS.

Hal ini disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 37.

فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ۝٣٧
fa talaqqâ âdamu mir rabbihî kalimâtin fa tâba ‘alaîh, innahû huwat-tawwâbur-raḫîm

Kemudian, Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Allah SWT berfirman bahwa Nabi Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Allah menerima tobatnya.

Ayat tersebut menjadi penguat bahwa Allah Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.

Sebagian ulama tafsir menjelaskan bahwa kalimat yang diterima Nabi Adam AS merujuk pada doa tobat yang dibaca Nabi Adam dan Hawa.

Kapan membaca Rabbana Zalamna Anfusana?

Doa rabbana zalamna anfusana dapat dibaca kapan saja, terutama setelah seorang Muslim menyadari kesalahan atau dosa.

Doa ini juga dapat dibaca saat memperbanyak istighfar dan muhasabah diri.

Seorang Muslim dapat membacanya ketika sujud, setelah shalat, pada sepertiga malam terakhir, atau saat merasa membutuhkan ampunan Allah SWT.

Doa ini juga baik diamalkan pada waktu-waktu mustajab, seperti hari Arafah dan bulan Ramadhan.

Doa tobat yang pendek dan mudah dihafal

Rabbana zalamna anfusana termasuk doa yang pendek dan mudah dihafal.

Meski singkat, doa ini memuat tiga unsur penting dalam tobat, yaitu pengakuan dosa, permohonan ampun, dan harapan atas rahmat Allah.

Doa ini juga mengajarkan bahwa manusia tidak boleh berputus asa dari ampunan Allah SWT.

Selama seorang hamba mau kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, pintu maghfirah dan rahmat Allah tetap terbuka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menikmati Senja di Jabal Khandama
Menikmati Senja di Jabal Khandama
Aktual
Doa Setelah Sholat Tahajud, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Setelah Sholat Tahajud, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Dulu Melempari Rasulullah dengan Batu, Kini Thaif Jadi Kota Wisata Dunia
Dulu Melempari Rasulullah dengan Batu, Kini Thaif Jadi Kota Wisata Dunia
Aktual
Doa Rabbana Zalamna Anfusana, Bacaan Tobat Nabi Adam dan Artinya
Doa Rabbana Zalamna Anfusana, Bacaan Tobat Nabi Adam dan Artinya
Aktual
MUI Tolak Rehabilitasi Pelaku Pesta Gay, Dorong Sanksi Pidana
MUI Tolak Rehabilitasi Pelaku Pesta Gay, Dorong Sanksi Pidana
Aktual
Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra
Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra
Aktual
Arab Saudi Hukum Warganya yang Hina Negara Sahabat di Media Sosial
Arab Saudi Hukum Warganya yang Hina Negara Sahabat di Media Sosial
Aktual
Doa-doa Wudhu Lengkap dari Awal Sampai Akhir: Arab, Latin, dan Artinya
Doa-doa Wudhu Lengkap dari Awal Sampai Akhir: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW
Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW
Aktual
Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk
Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk
Aktual
6 Doa untuk Ibu dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
6 Doa untuk Ibu dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Stafsus Menag Gugun Gumilar Tinjau GKJ Nusukan Solo: Jamin Kebebasan Beribadah, Kawal IMB hingga Tuntas
Stafsus Menag Gugun Gumilar Tinjau GKJ Nusukan Solo: Jamin Kebebasan Beribadah, Kawal IMB hingga Tuntas
Aktual
Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Komisi VIII DPR Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten LGBT di Media Sosial
Komisi VIII DPR Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten LGBT di Media Sosial
Aktual
 Kemenag Dukung Desakan MUI soal Regulasi LGBT, Sebut Pergerakannya Kian Terbuka
Kemenag Dukung Desakan MUI soal Regulasi LGBT, Sebut Pergerakannya Kian Terbuka
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com