Editor
KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan masjid kecil atau tajug di lingkungan permukiman warga.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat fungsi rumah ibadah sebagai pusat spiritualitas dan kegiatan keagamaan masyarakat.
Menurut Dedi, sebagian masjid saat ini mengalami pergeseran fungsi. Rumah ibadah yang semestinya menjadi tempat mendekatkan diri kepada Tuhan, kata dia, kerap berubah menjadi ruang rekreasi dan aktivitas publik yang lebih menonjolkan daya tarik arsitektur bangunan.
"Kalau masjid sarana rekreasi, bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat swafoto, bukan tempat tafakur," kata Dedi saat berbicara di Bandung, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Masih Ada yang Tak Mampu Beli Kafan, Dedi Mulyadi Tahan Tangis, Minta Maaf di Hari Lebaran
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengarahkan pembangunan lebih banyak tajug di kawasan padat penduduk agar masyarakat memiliki akses yang lebih dekat terhadap sarana ibadah sehari-hari.
"Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya setiap waktu. Masjid-masjid megah sudah banyak di Jawa Barat," ujarnya.
Dedi menjelaskan program pengembangan tajug tersebut akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan melibatkan dukungan berbagai pihak.
Konsep yang diusung juga bertujuan menghidupkan kembali fungsi surau atau tajug sebagai pusat pembinaan keagamaan masyarakat tanpa harus membentuk struktur pengelolaan baru.
"Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak mengaji, dan menjadi ruang ibadah masyarakat," katanya.
Mantan Bupati Purwakarta itu menilai esensi ibadah tidak ditentukan oleh kemegahan bangunan, melainkan oleh kualitas hubungan spiritual seseorang dengan Tuhan.
Menurutnya, keheningan batin dan kemampuan menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari jauh lebih penting daripada kemewahan fisik sebuah rumah ibadah.
Baca juga: Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama
Dedi menegaskan bahwa tempat bukan faktor utama dalam membangun kedekatan spiritual. Karena itu, pembangunan tajug di tengah lingkungan masyarakat diharapkan dapat menghidupkan kembali tradisi keagamaan yang dekat dengan warga serta memperkuat fungsi masjid sebagai ruang ibadah, pendidikan, dan refleksi spiritual.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang