Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bina Insan Mulia Pecahkan Rekor Nasional, 32 Santri Raih Beasiswa Kerajaan Maroko

Kompas.com, 20 Juni 2026, 08:19 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon. Pada 2026, sebanyak 32 santri berhasil meraih Beasiswa Kerajaan Maroko melalui dua jalur sekaligus, yakni seleksi Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kementerian Wakaf Maroko (Wizarat al-Awqaf).

Capaian tersebut menjadikan Bina Insan Mulia sebagai pesantren dengan jumlah penerima beasiswa Maroko terbanyak di Indonesia.

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Kiai Imam Jazuli, mengatakan keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pesantren.

“Semua ini berkat pertolongan Allah yang dijemput melalui kerja sama yang total dari semua civitas pesantren, mulai dari santri, wali santri, pembimbing, dan para guru,” ungkap Kiai Imam Jazuli dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, berbagai prestasi yang diraih santri tidak lepas dari penerapan kurikulum berbasis program yang mengintegrasikan aktivitas belajar, target pembelajaran, tujuan pendidikan, serta orientasi lembaga.

Baca juga: Selama 7 Bulan, Ponpes Bina Insan Mulia Ajak 300 Santri Study Tour ke China

“Sejak menerapkan kurikulum berbasis program atau desain kurikulum yang menyatukan konektivitas antara aktivitas belajar, target belajar, tujuan belajar, serta orientasi lembaga, Pesantren Bina Insan Mulia dapat menaklukkan berbagai peluang beasiswa di dalam dan di luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep kurikulum tersebut saat ini sedang dibagikan kepada ribuan pengasuh pesantren melalui Workshop Pengasuh Pesantren Se-Indonesia yang berlangsung di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 sejak awal Mei hingga Agustus 2026.

“Rahasia kurikulum berbasis program ini tengah kami bongkar untuk 5.000 pengasuh pesantren di Indonesia dalam program Workshop Pengasuh Pesantren Se-Indonesia di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2, dari awal Mei sampai Agustus nanti,” tegasnya.

Berdasarkan pengumuman Kementerian Agama RI pada Senin (15/6/2026), sebanyak tujuh santri Bina Insan Mulia berhasil lolos seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko yang disediakan melalui jalur Kemenag. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan lembaga pendidikan lainnya di Indonesia.

Direktur Program Timur Tengah Pesantren Bina Insan Mulia, Nida Hasanah, Lc., M.A., menjelaskan bahwa pada tahun ini Kementerian Agama menyediakan 75 kuota beasiswa ke Maroko. Dari jumlah tersebut, santri Bina Insan Mulia berhasil merebut sekitar 9,4 persen kuota nasional.

“Mereka akan ditempatkan di beberapa kampus unggulan di Maroko, seperti Universitas Abdel Malek Essaadi-Tetouan, Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah-Fes, Universitas Moulay Ismail-Meknes, Universitas Ibn Tofail-Kenitra, Universitas Cadi Ayyad-Marrakesh, Universitas King Hassan II-Casablanca, Universitas Mohammed V-Rabat, dan Universitas Ibn Zohr-Agadir,” jelas Nida.

Selain melalui jalur Kementerian Agama, sebanyak 25 santri lainnya juga berhasil memperoleh beasiswa dari Kementerian Wakaf Maroko. Mereka akan melanjutkan pendidikan di Ecole Sciences Islamique Universitas Al Qorowiyyin Casablanca.

Kiai Imam Jazuli mengungkapkan bahwa jumlah santri Bina Insan Mulia yang sedang dan akan menempuh studi di Maroko kini mencapai 62 orang.

“Jadi, saat ini terdapat 62 santri Pesantren Bina Insan Mulia yang sedang/akan menempuh pendidikan di Maroko. Tahun sebelumnya sebanyak 30 santri Bina Insan Mulia berhasil meraih beasiswa dari Kementerian Waqaf juga. Jumlah itu menjadi populasi pelajar Indonesia terbanyak di Maroko yang berasal dari suatu lembaga, sebab total pelajar kita di sana diperkirakan 300-an,” jelasnya.

Baca juga: Ponpes Bina Insan Mulia Bongkar Rahasia Ledakan Jumlah Santri, KH Imam Jazuli Soroti Kekuatan Medsos

Ia menambahkan, sejumlah santri lainnya saat ini masih mengikuti proses seleksi beasiswa di berbagai negara Timur Tengah.

“Selain ke Maroko, saat ini masih ada beberapa santri Bina Insan Mulia yang sedang menjalani proses seleksi beasiswa di sejumlah negara di Timur Tengah,” tambahnya.

Bagi Kiai Imam Jazuli, capaian tersebut semakin memperkuat optimisme bahwa target melahirkan 2.000 sarjana dari Bina Insan Mulia pada 2028 bukan sekadar cita-cita.

“Berbagai capaian yang diraih para santri Bina Insan Mulia di dalam dan di luar negeri semakin memantapkan keyakinan bahwa lahirnya 2.000 sarjana tahun 2028 dari Bina Insan Mulia dan menguatnya peranan santri di pembangunan Indonesia masa depan bukan lagi keinginan tetapi target yang bisa diwujudkan,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag: Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Muslim, Paus Benediktus XVI Pernah Soroti Potensinya
Menag: Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Muslim, Paus Benediktus XVI Pernah Soroti Potensinya
Aktual
Jakarta Disiapkan Jadi Pusat Wakaf Produktif, Kemenag Canangkan Gerakan Rp500 Miliar
Jakarta Disiapkan Jadi Pusat Wakaf Produktif, Kemenag Canangkan Gerakan Rp500 Miliar
Aktual
Saudi Matangkan Layanan Umrah, Gubernur Madinah: Melayani Jemaah Adalah Kehormatan
Saudi Matangkan Layanan Umrah, Gubernur Madinah: Melayani Jemaah Adalah Kehormatan
Aktual
Dokter NU Usul Kesehatan Jadi Agenda Strategis Muktamar NU, Soroti AI hingga Kesehatan Mental
Dokter NU Usul Kesehatan Jadi Agenda Strategis Muktamar NU, Soroti AI hingga Kesehatan Mental
Aktual
BPKH Cairkan Nilai Manfaat Dana Haji Rp2,06 Triliun, Ini Besaran yang Diterima Jemaah
BPKH Cairkan Nilai Manfaat Dana Haji Rp2,06 Triliun, Ini Besaran yang Diterima Jemaah
Aktual
Kemenag Perkuat Kurikulum Cinta, Apa Itu dan Bagaimana Penerapannya?
Kemenag Perkuat Kurikulum Cinta, Apa Itu dan Bagaimana Penerapannya?
Aktual
5 Doa Kesembuhan dari Rasulullah: Panduan Sunnah untuk Orang Sakit
5 Doa Kesembuhan dari Rasulullah: Panduan Sunnah untuk Orang Sakit
Doa Harian
Kemenhaj Awasi Transisi Aset, Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Dini
Kemenhaj Awasi Transisi Aset, Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Dini
Aktual
Melarang atau Membatasi? Dilema Pesantren Menghadapi Gawai
Melarang atau Membatasi? Dilema Pesantren Menghadapi Gawai
Aktual
Jangan Dihujat, Ini Doa ketika Melihat Orang yang Sakit
Jangan Dihujat, Ini Doa ketika Melihat Orang yang Sakit
Doa dan Niat
Kisah Fahmi dari Pesantren di Bandung hingga Menjadi Imam Masjid London
Kisah Fahmi dari Pesantren di Bandung hingga Menjadi Imam Masjid London
Aktual
Antropolog AS Soroti Beban Moral Santriwati di Ruang Digital
Antropolog AS Soroti Beban Moral Santriwati di Ruang Digital
Aktual
Tak Harus Miliaran, Wakaf Uang Rp 50.000 per Bulan Juga Bisa Jadi Amal Jariyah
Tak Harus Miliaran, Wakaf Uang Rp 50.000 per Bulan Juga Bisa Jadi Amal Jariyah
Aktual
Kemenag Bersih-bersih Masjid Serentak di Seluruh Indonesia 10 Agustus
Kemenag Bersih-bersih Masjid Serentak di Seluruh Indonesia 10 Agustus
Aktual
5 Makna Ikhlas dalam Al-Qur'an Sebagai Panduan Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kehidupan Seorang Muslim
5 Makna Ikhlas dalam Al-Qur'an Sebagai Panduan Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kehidupan Seorang Muslim
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar