Editor
KOMPAS.com – Kreator konten populer Willie Salim memperlihatkan sisi lain dari aktivitasnya dengan menyempatkan diri bersilaturahmi sekaligus belajar agama kepada Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis.
Momen tersebut berlangsung saat Willie menghadiri Mujahadah Sabtiyah di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026).
Berbeda dari konten hiburan yang kerap dibagikan di media sosial, kali ini Willie tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah, pembacaan ratib, hingga kajian kitab bersama para santri.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @willie27_, Willie mengaku bersyukur dapat belajar langsung dari KH Cholil Nafis.
Baca juga: Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea
"Silaturahim dan belajar langsung dari Kyai pondok pesantren sekaligus Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH M Cholil Nafis. Dijamu dengan baik dan bisa bertemu dengan para santri. Terima kasih untuk ilmunya. Semoga bisa bermanfaat," tulis Willie dalam unggahannya.
Dalam majelis yang dipimpin langsung KH M Cholil Nafis, Willie mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak pagi.
Acara diawali dengan pembacaan ratib, kemudian dilanjutkan kajian kitab Mau'izhatul Mu'minin min Ihya' Ulumiddin, salah satu kitab yang berisi nasihat-nasihat keislaman.
Majelis tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan figur publik, di antaranya Ustaz Derry Sulaiman, Vincen, Ustaz Muhay, Ustaz Agus Edward, serta Habib Fachri Jamalullail.
Usai pelaksanaan ibadah dan kajian, para peserta melanjutkan kebersamaan melalui diskusi santai hingga menjelang waktu Zuhur.
KH Cholil Nafis mengatakan suasana diskusi berlangsung hangat dengan perpaduan dakwah, dialog, dan canda yang mencairkan suasana.
Kehadiran Willie Salim juga menarik perhatian para santri Pondok Pesantren Cendekia Amanah.
Setelah mengetahui kreator konten yang mereka kenal hadir di lingkungan pesantren, para santri tampak antusias menyambut dan mengajak Willie berfoto bersama.
Willie pun melayani permintaan swafoto para santri dengan ramah di sela-sela kegiatan.
Interaksi tersebut menambah suasana akrab dalam kegiatan Mujahadah Sabtiyah yang memang terbuka untuk masyarakat umum.
KH Cholil Nafis menjelaskan, Mujahadah Sabtiyah merupakan majelis rutin yang telah berlangsung setiap Sabtu pagi sejak 2015.
Selain menjadi wadah ibadah dan kajian kitab, majelis ini terbuka bagi masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk tokoh publik, influencer, hingga siapa saja yang ingin bersilaturahmi dan memperdalam ilmu agama.
Menurut KH Cholil, keterbukaan tersebut diharapkan dapat memperluas syiar Islam sekaligus menjadi ruang belajar bersama dalam suasana yang hangat, inklusif, dan penuh kekeluargaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang