Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MTQ Nasional 2026 Diproyeksikan Gerakkan Ekonomi Jateng hingga Rp1,2 Triliun

Kompas.com, 15 September 2026, 10:21 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi


SEMARANG, KOMPAS.com — Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 diproyeksikan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun di Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Abu Rokhmad mengatakan, dampak ekonomi tersebut berasal dari aktivitas ribuan peserta, pendamping, ofisial, dan tamu selama MTQ berlangsung.

“Wakil Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa perputaran ekonomi selama MTQ ini diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun,” ujar Abu dalam rilisnya, Selasa (15/9/2026).

Baca juga: Ahmad Luthfi Saksikan Kafilah Jateng Lolos Semifinal Fahmil Al Quran MTQ Nasional 2026

Menurut dia, penyelenggaraan MTQ memberikan manfaat lebih luas bagi daerah tuan rumah. Pergerakan peserta dan pengunjung mendorong aktivitas pada sektor akomodasi, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kebutuhan penginapan, makanan, kendaraan, oleh-oleh, dan berbagai keperluan pendukung turut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi selama perhelatan tersebut.

“MTQ ini mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah. Ada peserta, pendamping, ofisial, tamu, dan masyarakat yang bergerak selama kegiatan berlangsung,” kata Abu.

Diikuti 2.242 peserta

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 di Jawa Tengah, dengan pusat kegiatan di Kota Semarang.

Sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi mengikuti delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah. Perlombaan berlangsung di 12 lokasi.

Selain perlombaan Al-Qur’an, penyelenggara menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung yang dapat dikunjungi masyarakat.

Kegiatan tersebut meliputi Kemenag Expo, bazar UMKM dan produk halal, pameran mushaf dan khazanah manuskrip Al-Qur’an, muzakarah ilmiah Al-Qur’an, serta panggung seni dan budaya Islami.

Menurut Abu, kegiatan pendukung itu memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal dan daerah untuk memperkenalkan produknya kepada pengunjung dari berbagai wilayah.

Aktivitas selama MTQ juga diharapkan membantu pelaku usaha memperluas jaringan dan membuka peluang pasar baru.

Peluang mengenalkan wisata Jawa Tengah

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, proyeksi perputaran ekonomi sebesar Rp1,2 triliun dihitung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Penghitungan tersebut mempertimbangkan berbagai aktivitas ekonomi yang muncul selama rangkaian MTQ berlangsung.

“Kalau ada yang sekaligus mau berwisata di Semarang dan sekitarnya, akan kami tawarkan,” ujar Taj Yasin dalam rapat pengecekan kesiapan Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI di Semarang, Rabu (9/9/2026).

Menurut Taj Yasin, kedatangan peserta dan tamu dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Jawa Tengah.

Selain mengikuti rangkaian MTQ, mereka dapat mengunjungi destinasi wisata serta menikmati kuliner dan produk lokal di Semarang maupun daerah sekitarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap kehadiran kafilah dari 37 provinsi memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi perhelatan keagamaan, tetapi juga ruang pertemuan antara masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai sektor ekonomi.

MTQ Nasional XXXI dibuka di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026) malam.

Pembukaan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, serta Wakil Menteri Agama Romo R Muhammad Syafi’i.

Hadir pula sejumlah kepala daerah, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen selaku tuan rumah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Menjawab Mitos Merpati Masjidil Haram: Benarkah Mereka Tawaf Tujuh Kali dan Jatuh Jika Terbang di Atas Kabah?
Menjawab Mitos Merpati Masjidil Haram: Benarkah Mereka Tawaf Tujuh Kali dan Jatuh Jika Terbang di Atas Kabah?
Aktual
Merpati Masjidil Haram, Mengenal Sejarah, Asal-usul, dan Tradisi Merawatnya
Merpati Masjidil Haram, Mengenal Sejarah, Asal-usul, dan Tradisi Merawatnya
Aktual
Hukum Menikah bagi Muslim yang Pernah Menerima Donor ASI, Apakah Pernikahan Tetap Sah?
Hukum Menikah bagi Muslim yang Pernah Menerima Donor ASI, Apakah Pernikahan Tetap Sah?
Aktual
Syarat Sah Ijab Kabul dalam Islam, Apakah Harus Satu Tarikan Napas?
Syarat Sah Ijab Kabul dalam Islam, Apakah Harus Satu Tarikan Napas?
Aktual
Hukum Selingkuh dalam Islam, Termasuk Larangan Berkhianat dan Mendekati Zina
Hukum Selingkuh dalam Islam, Termasuk Larangan Berkhianat dan Mendekati Zina
Aktual
Kopi, QRIS, dan Geliat Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
Kopi, QRIS, dan Geliat Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
Aktual
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Aktual
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Aktual
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Aktual
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Aktual
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Aktual
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Aktual
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh November 2027, Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Wagub Jateng Pastikan Anak-anak Didampingi
Aktual
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar