Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adab Menuntut Ilmu dalam Islam, Bukan Sekadar Rajin Belajar

Kompas.com, 5 Oktober 2026, 11:15 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menuntut ilmu dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak seseorang membaca, menghafal, atau memahami pelajaran.

Proses belajar juga perlu disertai adab agar ilmu yang diperoleh membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Adab tersebut antara lain meluruskan niat, rendah hati kepada guru, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta mengamalkan ilmu.

Tradisi keilmuan Islam menempatkan akhlak sebagai bagian penting dari proses memperoleh ilmu, bukan sekadar pelengkap kegiatan belajar.

Meluruskan Niat Sebelum Menuntut Ilmu

Niat menjadi bagian penting dalam menuntut ilmu. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Innamal-a‘mālu bin-niyyāti, wa innamā likullimri'in mā nawā, faman kānat hijratuhū ilā dunyā yuṣībuhā au ilā imra'atin yankihuhā fahijratuhū ilā mā hājara ilaih.

Baca juga: Jual Beli Online dalam Islam, Apa Saja Syarat agar Sah?

Artinya: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang ia tuju.” (Sahih al-Bukhari Nomor 1)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa aktivitas belajar perlu memiliki tujuan yang baik.

Dalam praktiknya, mencari ilmu tidak semata-mata untuk mendapatkan nilai, gelar, pekerjaan, atau pengakuan, tetapi juga untuk memperoleh pemahaman yang dapat membawa kebaikan.

Rendah Hati kepada Guru

Salah satu gambaran adab belajar terdapat dalam kisah Nabi Musa AS ketika hendak belajar kepada seorang yang diberi ilmu oleh Allah SWT. Al-Qur'an Surat Al-Kahf ayat 66 berbunyi:

قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Qāla lahū Mūsā hal attabi‘uka ‘alā an tu‘allimanī mimmā ‘ullimta rushdā.

Artinya: “Musa berkata kepadanya, ‘Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?’” (QS Al-Kahf: 66)

Ayat tersebut menggambarkan sikap Nabi Musa AS yang meminta izin untuk mengikuti dan belajar.

Mengutip dari laman NU Online, kisah ini dijadikan sebagai salah satu dasar pembahasan adab penuntut ilmu, termasuk sikap tawadhu dan meminta bimbingan kepada guru.

Baca juga: Kemenag Tegaskan Data Santri Terverifikasi Capai 4,63 Juta, Bukan 1,7 Juta

Bersungguh-sungguh dalam Mencari Ilmu

Islam juga memberikan penghargaan terhadap orang yang bersungguh-sungguh menempuh jalan ilmu. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Man salaka ṭarīqan yaltamisu fīhi ‘ilman sahhalallāhu lahū bihī ṭarīqan ilal-jannah.

Artinya: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (Sahih Muslim Nomor 2699a)

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan proses mencari ilmu. Karena itu, belajar membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan kesediaan untuk terus memperbaiki pemahaman, bukan hanya mengejar hasil akhir.

Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan Bantuan Rp150.000 per Bulan bagi Santri

Meminta Allah Menambah Ilmu

Al-Qur'an juga mengajarkan doa agar ilmu seseorang terus bertambah. Allah SWT berfirman dalam Surat Taha ayat 114:

رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا

Rabbi zidnī ‘ilmā.

Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (QS Taha: 114)

Doa tersebut menunjukkan bahwa manusia tetap membutuhkan pertolongan Allah dalam memperoleh ilmu.

Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki, semakin penting pula kesadaran bahwa ilmu manusia memiliki keterbatasan.

Baca juga: Temuan Perjanjian Damai Berusia 3.200 di Turki, Pesannya Dikaitkan dengan Palestina

Menghormati Ilmu dan Mengamalkannya

Dalam tradisi pendidikan pesantren, adab kepada guru dan ilmu menjadi bagian penting dalam proses belajar.

NU Online mencatat pemikiran KH Hasyim Asy'ari dalam Adab al-'Alim wa al-Muta'allim yang menekankan antara lain kebersihan hati, niat yang baik, dan kesungguhan dalam belajar.

Kementerian Agama juga menekankan bahwa proses belajar perlu disertai sikap hormat kepada guru, orang tua, dan sesama. Ilmu tidak berhenti pada kemampuan menghafal atau memahami materi, tetapi perlu tercermin dalam perilaku.

Ilmu yang Bermanfaat Dimulai dari Adab

Adab menuntut ilmu pada akhirnya mengarahkan seseorang agar tidak hanya menjadi lebih banyak tahu, tetapi juga lebih baik dalam bersikap.

Niat yang benar menjaga tujuan belajar, kerendahan hati membuat seseorang tetap terbuka terhadap bimbingan, sedangkan kesungguhan membantu ilmu dipelajari secara konsisten.

Baca juga: Cara Mengganti Buku Nikah yang Rusak atau Hilang, Gratis di KUA

Karena itu, rajin belajar perlu berjalan bersama adab. Ilmu yang dipelajari dengan niat baik, dicari dengan rendah hati, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan lebih bermakna daripada sekadar pengetahuan yang berhenti sebagai hafalan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat, Jejak Pengabdian untuk Santri dan Perempuan NU
Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat, Jejak Pengabdian untuk Santri dan Perempuan NU
Aktual
FAI UMS Hadir di IIEF 2026, Tawarkan Beasiswa dan Pengalaman VR
FAI UMS Hadir di IIEF 2026, Tawarkan Beasiswa dan Pengalaman VR
Aktual
Lebaran 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Idul Fitri dan Cuti Bersama, Catat Juga Puasa 2027
Lebaran 2027 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Idul Fitri dan Cuti Bersama, Catat Juga Puasa 2027
Aktual
Hukum Menjadi Makelar dalam Islam, Bolehkah Mengambil Komisi?
Hukum Menjadi Makelar dalam Islam, Bolehkah Mengambil Komisi?
Aktual
Adab Menuntut Ilmu dalam Islam, Bukan Sekadar Rajin Belajar
Adab Menuntut Ilmu dalam Islam, Bukan Sekadar Rajin Belajar
Aktual
Bolehkah Mengqadha Shalat sambil Duduk atau Berbaring saat Sakit?
Bolehkah Mengqadha Shalat sambil Duduk atau Berbaring saat Sakit?
Aktual
Jual Beli Online dalam Islam, Apa Saja Syarat agar Sah?
Jual Beli Online dalam Islam, Apa Saja Syarat agar Sah?
Aktual
Kemenag Tegaskan Data Santri Terverifikasi Capai 4,63 Juta, Bukan 1,7 Juta
Kemenag Tegaskan Data Santri Terverifikasi Capai 4,63 Juta, Bukan 1,7 Juta
Aktual
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Perubahan Besar Kebijakan Haji Indonesia
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Perubahan Besar Kebijakan Haji Indonesia
Aktual
Pemkot Surabaya Siapkan Bantuan Rp150.000 per Bulan bagi Santri
Pemkot Surabaya Siapkan Bantuan Rp150.000 per Bulan bagi Santri
Aktual
Suami Tak Shalat meski Sudah Diingatkan, Apakah Istri Ikut Berdosa?
Suami Tak Shalat meski Sudah Diingatkan, Apakah Istri Ikut Berdosa?
Aktual
Temuan Perjanjian Damai Berusia 3.200 di Turki, Pesannya Dikaitkan dengan Palestina
Temuan Perjanjian Damai Berusia 3.200 di Turki, Pesannya Dikaitkan dengan Palestina
Aktual
Cara Mengganti Buku Nikah yang Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Cara Mengganti Buku Nikah yang Rusak atau Hilang, Gratis di KUA
Aktual
Didaulat Sebagai Rais Syuriyah PBNU, Kiai Imjaz Siap Kawal Tranformasi Dakwah Abad Kedua NU
Didaulat Sebagai Rais Syuriyah PBNU, Kiai Imjaz Siap Kawal Tranformasi Dakwah Abad Kedua NU
Aktual
MUI Kritik Usulan Sex Toy di Lapas: Tidak Patut Disampaikan Wakil Rakyat
MUI Kritik Usulan Sex Toy di Lapas: Tidak Patut Disampaikan Wakil Rakyat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar