KOMPAS.com - Surat Al Ikhlas Adalah surat ke-112 dalam Al Quran. Surat Al Ikhlas termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Surat Al Ikhlas terdiri dari 4 ayat, termasuk surat-surat pendek. Terdapat dalam juz 30 Al Quran.
Al Ikhlas berasal dari kata khalas yang artinya bersih atau murni. Surat ini dinamakan Al Ikhlas karena di dalamnya berisi tentang memurnikan tauhid kepada Allah SWT.
Baca juga: Bacaan Ayat Kursi Lengkap Arab, Latin, dan Artinya serta Waktu Utama Membacanya
Arab:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ
Latin:
Qul huwallaahu ahad
Allaahush shomad
Lam yalid walam yuulad
Walam yakul lahu kufuwan ahad.
Artinya:
Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.
Baca juga: Bacaan Sholawat Tibbil Qulub: Arab, Latin, dan Artinya
Surat al Ikhlas dinamakan juga surat At Tauhid karena di dalamnya berisi tentang keesaan Allah.
Pada ayat pertama dinyatakan bahwa Allah itu esa atau tunggal. Ayat kedua berisi tentang pernyataan bahwa Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu.
Ayat ketiga berisi pernyataan bahwa Allah itu tidak punya anak dan tidak punya ibu bapak. Sementara ayat keempat berisi pernyataan bahwa tidak ada yang setara dengan makhluk.
Allah Adalah Khaliq atau Sang Pencipta sedangkan selainnya Adalah makhluq atau yang diciptakan.
Berikut ini beberapa keutamaan surat Al Ikhlas:
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dikisahkan suatu hari Rasulullah SAW mengutus seseorang ke sebuah pasukan. Orang tersebut kemudian menjadi imam sholat dan membaca surat Al Ikhlas pada akhir bacaan sholatnya.
Hal tersebut kemudian ditanyakan kepada Rasulullah SAW. Rasulullah kemudian memerintahkan untuk bertanya mengapa orang tersebut selalu mengakhirkan bacaan sholatnya dengan surat Al Ikhlas.
“…maka tatkala mereka kembali pulang, mereka menceritakan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , lalu beliau pun bersabda: “Tanyalah ia, mengapa ia berbuat demikian?” Lalu mereka bertanya kepadanya. Ia pun menjawab: “Karena surat ini (mengandung) sifat ar Rahman, dan aku mencintai untuk membaca surat ini,” lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Beritahu dia, sesungguhnya Allah pun mencintainya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Bacaan Sholawat Tarhim: Arab, Latin, dan Terjemahannya
Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa ada seseorang yang dalam sholatnya selalu membaca surat Al Ikhas. Ketika hal tersebut ditanyakan kepada Rasulullah SAW, Beliau menjawab:
“Cintamu kepadanya (surat Al Ikhlas) memasukkanmu ke dalam surga.” (H.R. Bukhari, At Tirmidzi, dan Ahmad).
Membaca surat Al Ikhlas satu kali, nilai atau pahalanya seperti membaca sepertiga Al Quran.
“Sesungguhnya seseorang mendengar orang lain membaca [قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ] dengan mengulang-ulangnya, maka tatkala pagi harinya, ia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan hal itu kepadanya, dan seolah-olah orang itu menganggap remeh surat itu, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya surat itu sebanding dengan sepertiga al Quran.” (H.R. Bukhari, Abu Daud, dan An Nasai).
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!