Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Sholawat Tarhim: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Kompas.com, 22 Agustus 2025, 15:30 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Sholawat Tarhim adalah salah satu bacaan sholawat yang sering diperdengarkan di Indonesia sebelum adzan subuh berkumandang.

Tujuan memperdengarkan sholawat ini agar umat Islam segera mempersiapkan diri untuk menjalankan sholat subuh.

Sholawat ini pertama kali dilantunkan oleh Syekh Mahmud Khalil Al Hussary yang pernah menjabat sebagai Ketua Jam'iyatul Qurra' wal Huffadz di Mesir.

Baca juga: Sholawat Munjiyat: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Sejarah Sholawat Tarhim

Sholawat tarhim diciptakan oleh Syekh Mahmud Khalil Al Hussary pada tahun 1959 saat berkunjung ke Indonesia.

Lantunan sholawat ini kemudian direkam di studio rekaman Lokananta, Solo dan kemudian disebarluaskan di seluruh dunia.

Bagi yang pernah mendengar lantunan sholawat ini, suara Syekh Mahmud Khalil Al Hussary sangat menyentuh.

Bacaan Sholawat Tarhim

Arab:

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ . يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ
يَارَسُوْلَ اللهْ . الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ
يَانَاصِرَ اْلهُدَى . يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهْ
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ
يَانَاصِرَ الْحَقِّ يَارَسُوْلَ اللهْ
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ
يَامَنْ اَسْرَى بِكَ مُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ
مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامْ
وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّ
كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاَنْتَ الْإِمَامْ
وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا
وَ سَمِعْتَ نِدَاءً عَلَيْكَ السَّلَامْ
يَا كَرِمَ الْأَخْلَاقْ
يَارَسُوْلَ اللهْ . صَلىَ اللهُ عَلَيْكَ
و عَلىَ الِكَ وَ اَصْحَابِكَ أجْمَعِيْنَ

Baca juga: Bacaan Sholawat Pendek Ini Bisa Membuka Pintu Rezeki dan Ampunan

Latin:

Assholaatu wassalaamu 'alaik, yaa imaamal mujaahidiin
Yaa Rasuulallaah, assholaatu wassalaamu 'alaik
Yaa naashirolhudaa, yaa khoiro kholqillah
Assholaatu wassalaamu 'alaik
Yaa naashirol haqqi, yaa Rasuulallaah
Assholaatu wassalaamu 'alaik
Yaa man asro bikal muhaiminu lailan nilta
Maa nilta wal anaamu niyaam
Wa taqoddamta lissholaati fashollaa
Kullu man fissamaa i wa antal imaam
Wa ilal muntaha rufi'ta kariiman
Wa sami'tan nidaa a, 'alaikas salaam
Yaa kariimal akhlaaq
Ya Rasululallaah, shollallaahu 'alaik
Wa 'ala aalika, wa ash haabika ajma'iin.

Artinya:

Semoga sholawat dan salam tercurahkan padamu. Duhai pemimpin para pejuang
Ya rasulullah. Semoga sholawat dan salam tercurahkan padamu
Duhai penolong petunjuk ilahi, duhai makhluk Allah yang terbaik
Semoga sholawat dan salam tercurahkan padamu
Yaa Rasulallah Duhai penolong kebenaran, Ya Rasulullah
Semoga shalawat dan salam tercurahkan padamu
Duhai yang memperjalankanmu di malam hari
Dialah yang Maha Melindungi Engkau memperoleh karunia saat semua manusia tidur
Semua penghuni langit sholat dibelakangmu dan engkau menjadi imam mereka
Karena kemuliaanmu engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha
Di sana engkau mendengar suara "salam atasmu"
Yaa rasulallah Duhai yang paling mulia akhlaknya,
Ya Rasulullah. Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu
Pada keluargamu dan para sahabatmu.

Baca juga: Bacaan Doa Qunut: Arab, Latin, dan Artinya

Keutamaan Membaca Sholawat

Membaca sholawat mempunyai beberapa keutamaan. Antara lain akan dekat dengan Rasulullah SAW bagi mereka yang memperbanyak membaca sholawat.

"Sesungguhnya, orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca shalawat kepadaku." (H.R. Tirmidzi).

Selain itu, barangsiapa yang membaca sholawat satu kali, akan dibalas dengan kebaikan sepuluh kali lipat.

“Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan." (H.R. An Nasai).

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar