Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teks Doa Hari Kesaktian Pancasila 2025 yang Penuh Makna

Kompas.com, 1 Oktober 2025, 10:15 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan pasca peristiwa berdarah pada tahun 1965, yaitu peristiwa pemberontakan G30S/PKI.

G30S/PKI berusaha untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis dengan cara melumpuhkan para petinggi negara. Untunglah, berkat pertolongan Tuhan, bangsa Indonesia berhasil menumpas pemberontakan tersebut.

Baca juga: 3 Doa untuk Negeri agar Makmur dan Sejahtera: Arab, Latin, dan Artinya

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Pancasila mempunyai kekuatan yang dapat mempersatukan bangsa untuk menghadapi setiap ancaman yang dihadapi.

Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan memanjatkan doa agar bangsa Indonesai selalu dilindungi dari segala yang dapat mengancamnya.

Berikut ini doa yang bisa dipanjatkan saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Doa Versi Kementerian Kebudayaan RI

Doa ini dikutip dari Panduan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025 terbitan Kementerian Kebudayaan RI.

Bismillahirohmannirrohim
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala ali sayyidina Muhammad

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi
Anugerahi kami kejujuran dan kerendahan hati
Anugerahi kami untuk selalu menghargai
Anugerahi kami kemampuan selalu berbakti
Anugerahi kami senantiasa pandai mengapresiasi

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Segala
Yang mengetahui terang dan gelap maksud tujuan
Yang berkuasa atas kematian dan kehidupan
Yang menganugerahkan kemuliaan para pahlawan

Ya Allah, Tuhan yang merajut hati para pendahulu kami
Mengilhami para pendiri ibu pertiwi
Meneguhkan Pancasila sebagai falsafah hidup dan jatidiri

Ya Allah, Tuhan yang melukis takdir di atas lembaran misteri
Jangan biarkan kami menjadi manusia yang tak tahu diri
Menggerogoti tiang penyangga rumah tinggal kami

Ya Allah, Tuhan yang diagungkan dalam setiap helai nafas kehidupan
Engkaulah pemilik sejati kekuatan dan kesaktian
Dengan takdir-Mu Pancasila Engkau selamatkan
Dengan pertolongan-Mu kami selalu bisa menatap masa depan

Baca juga: Doa untuk Para Pemimpin: Teks Arab, Latin, dan Artinya

Ya Allah, Tuhan yang mencipta segala yang serba indah dan keindahan
Ya Allah, Tuhan yang mencipta harmoni dalam keberagaman
Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri impian
Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri harapan
Puji dan syukur akan selalu kami panjatkan

Wahai Tuhan yang melembutkan hati
Jauhkan kami dari iri dan dengki
Jauhkan kami dari amarah yang membakar diri
Jauhkan kami dari saling mencaci
Jauhkan kami dari niat saling mencabik dan merusak negeri

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun
Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, orang tua kami, para pemimpin kami
Sungguh, ampunan-Mu jauh lebih besar dari apa pun yang ada di bawah kolong langit-Mu di akhir zaman nanti

Wahai Cahaya Maha Cahaya
Terangi kami menuju jalan cahaya
Menuju Indonesia Maju nan Sentosa

Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar
Walhamdulillahi robbil 'alamin.

Doa Hari Kesaktian Pancasila

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahirabbil 'alamin
Allahumma shalli 'ala muhammad wa 'ala alii Muhammad

Ya Rabb, Ya Tuhan Kami
Kami bersyukur atas segala karunia-Mu kepada kami
Engkau telah menganugerahkan Pancasila kepada Kami
Sebagai dasar negara dan ideologi kami

Ya Allah, Sang Maha Pelindung
Lindungilah Kami dari segala mara bahaya
Baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri
Agar kami senantiasa bisa mengamalkan Pancasila
Yang menjadi pedoman kami, dalam berbangsa dan bernegara

Ya Allah, Yang Maha Pemberi Petunjuk
Bimbinglah para pemimpin kami
Bimbinglah para pemangku amanah di negeri ini
Agar mampu menghayati nilai-nilai Pancasila
untuk menjadi dasar dalam mengambil Kebijakan
Di negeri ini

Baca juga: Doa Tolak Bala dalam Islam: Arab, Latin, dan Artinya

Ya Allah, Yang Maha Kasih
Lembutkanlah hati kami
sehingga kami bisa bersatu dalam harmoni
Bergotong royong membangun negeri
Menuju negeri yang adil dan makmur

Ya Allah, Yang Maha Penolong
Tolonglah kami dari setiap kesulitan
Hilangkan segala masalah yang mendera bangsa kami
Berilah anugerah kesejahteraan kepada kami

Ya Allah, Yang Maha Pengampun
Ampunilah segala dosa kami
Dosa-dosa para pemimpin kami
dan dosa-dosa para pendahulu kami
Dengan ampunan-Mu,
Kami memohon keberkahan atas negeri kami

Ya Allah, Yang Maha Mengabulkan Doa
Kabulkanlah doa kami

Amiin.

Demikianlah contoh dua teks doa saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
Aktual
Kapan Awal Puasa Ramadhan 2026? Ini Hasil Sidang Isbat serta Tanggal Resmi dari NU dan Muhammadiyah
Kapan Awal Puasa Ramadhan 2026? Ini Hasil Sidang Isbat serta Tanggal Resmi dari NU dan Muhammadiyah
Aktual
Hasil Sidang Isbat Kemenag: Awal Puasa 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Hasil Sidang Isbat Kemenag: Awal Puasa 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Aktual
Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H, Hasil Diumumkan Pukul 19.05 WIB
Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H, Hasil Diumumkan Pukul 19.05 WIB
Aktual
Hasil Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 1447 H, BMKG Malang: Hilal Tak Terlihat
Hasil Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 1447 H, BMKG Malang: Hilal Tak Terlihat
Aktual
Haedar Nashir: Sikapi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H dengan Tasamuh, Fokus pada Takwa
Haedar Nashir: Sikapi Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H dengan Tasamuh, Fokus pada Takwa
Aktual
Kapan Tarawih Pertama 2026? Cek Jadwal dan Niatnya
Kapan Tarawih Pertama 2026? Cek Jadwal dan Niatnya
Aktual
Hasil Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Makassar: Hilal Tak Terlihat
Hasil Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 1447 H di Makassar: Hilal Tak Terlihat
Aktual
Hitung Mundur Ramadhan 2026, Ini Doa Wajib Awal Puasa
Hitung Mundur Ramadhan 2026, Ini Doa Wajib Awal Puasa
Doa dan Niat
Sidang Isbat AwaL Puasa Ramadhan 2026 Hari Ini, Cek Jadwalnya di Sini
Sidang Isbat AwaL Puasa Ramadhan 2026 Hari Ini, Cek Jadwalnya di Sini
Aktual
Link Live Streaming Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H, Hasil Diumumkan Jam Berapa?
Link Live Streaming Sidang Isbat 1 Ramadhan 1447 H, Hasil Diumumkan Jam Berapa?
Aktual
Link Live Streaming Sidang Isbat dan Pengamatan Hilal Awal Puasa 1 Ramadhan 2026
Link Live Streaming Sidang Isbat dan Pengamatan Hilal Awal Puasa 1 Ramadhan 2026
Aktual
Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat Bersiap Hadapi 'Ramadhan Kelabu'
Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat Bersiap Hadapi "Ramadhan Kelabu"
Aktual
Sidang Isbat 17 Februari 2026, Ini Dasar Hukum Penetapan Awal Ramadhan 1447 H
Sidang Isbat 17 Februari 2026, Ini Dasar Hukum Penetapan Awal Ramadhan 1447 H
Aktual
Menag Tegaskan Sidang Isbat Tetap Jadi Penentu Awal Ramadhan 1447 H
Menag Tegaskan Sidang Isbat Tetap Jadi Penentu Awal Ramadhan 1447 H
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com