Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keutamaan Bulan Rajab dalam Islam, Dalil Alquran, dan Amalan Sunnah yang Dianjurkan

Kompas.com, 21 Desember 2025, 10:23 WIB
Khairina

Editor

Sumber Baznas

KOMPAS.com-Bulan Rajab menempati posisi istimewa dalam kalender Islam karena termasuk satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, sehingga umat Islam dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga diri dari perbuatan maksiat.

Dalam penanggalan hijriah, Rajab merupakan bulan ketujuh yang berbasis peredaran bulan (qamariah) dan berada di antara Jumadil Akhir serta Sya’ban, menjadikannya fase penting dalam persiapan spiritual menuju Ramadhan.

Dilansir dari laman Baznas, ulama besar Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan bahwa bulan paling utama setelah Ramadhan adalah bulan-bulan yang dimuliakan Allah dan Rasul-Nya, yakni Muharram, Rajab, Dzulhijjah, Dzulqa’dah, dan Sya’ban.

Baca juga: Hadits-hadits Lemah dan Palsu Seputar Puasa Rajab yang Populer di Masyarakat

Rajab memiliki status yang sama dengan Muharram sebagai bulan haram, sehingga larangan melakukan perbuatan dosa ditegaskan lebih kuat dibanding bulan lainnya, seiring anjuran memperbanyak amal ketaatan.

Allah SWT menegaskan kemuliaan empat bulan haram dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 36 sebagai bagian dari ketetapan agama yang lurus dan peringatan agar manusia tidak menzalimi diri sendiri pada waktu tersebut.

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah SWT menyertai orang-orang yang bertakwa, khususnya mereka yang menjaga diri dan meningkatkan ibadah pada bulan-bulan yang dimuliakan.

Selain memiliki nilai kemuliaan, Rajab juga menjadi momentum penting dalam membangun kesiapan mental dan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Baca juga: Kumpulan Hadits Lemah dan Palsu Seputar Bulan Rajab

Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Rajab

Puasa sunnah di bulan Rajab termasuk amalan yang sering dilakukan umat Islam sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan haram, sebagaimana Rasulullah SAW menganjurkan puasa pada bulan-bulan yang dimuliakan.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa puasa satu hari di bulan haram memiliki keutamaan besar, sehingga banyak ulama menganjurkan puasa Rajab pada hari Senin dan Kamis atau bertepatan dengan ayyamul bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah.

Istighfar dan dzikir juga dianjurkan diperbanyak pada bulan Rajab sebagai sarana membersihkan hati dari dosa dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Salah satu bacaan istighfar yang lazim diamalkan adalah “Astaghfirullah wa atubu ilaih,” sebagai ungkapan permohonan ampun dan tekad memperbaiki diri.

Baca juga: Kontroversi Puasa Bulan Rajab, Antara Sunnah dan Bidah

Doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW pada bulan Rajab menjadi pengingat penting akan harapan bertemu Ramadhan dalam keadaan iman dan kesehatan.

Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan.

Shalat malam dan qiyamul lail, termasuk tahajud dan witir, dianjurkan untuk diperbanyak pada bulan Rajab karena suasana malam yang tenang mendukung kekhusyukan ibadah.

Membaca Al-Qur’an pada waktu malam di bulan Rajab juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kesiapan spiritual menjelang Ramadhan.

Sedekah pada bulan Rajab dipandang sebagai amalan bernilai tinggi karena dilakukan pada waktu yang dimuliakan, sehingga semangat berbagi kepada fakir miskin dan anak yatim semakin ditekankan.

Kepedulian sosial melalui sedekah dan bantuan kemanusiaan mencerminkan kesalehan sosial yang sejalan dengan tujuan utama ibadah dalam Islam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Astaghfirullah Artinya Apa? Ketahui Makna, Keutamaan, dan Tulisan Arabnya
Doa dan Niat
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Vegetarian Makin Populer di Arab Saudi, Pola Makan Warga Mulai Bergeser
Aktual
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Jadwal Pengajuan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026, Total Rp 4,1 Triliun
Aktual
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Al-Qanun Al-Asasi Kembali Disosialisasikan, Gus Kikin: Ini Ruh NU
Aktual
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum 111 PTKI Disiapkan Jadi Advokat
Aktual
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Madrasah Bisa Ajukan BOS via Digital, Kemenag Siapkan Rp 4,1 Triliun
Aktual
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Muhaimin Iskandar: Kawasan Ekonomi Pesantren Bisa Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan
Aktual
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Anies Kenang Habib Saggaf Aljufri: Ilmu Tinggi, Hati Rendah, Permata Umat
Aktual
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Gotong Royong Warga dan Rumah Amal Salman, Air Bersih Kini Mengalir di Desa Jamat
Aktual
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Kemenag Siapkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Rp4,1 Triliun, Ini Jadwal Pengajuannya
Aktual
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Wamenag Minta Perketat Perlindungan Anak di Madrasah, bangun Budaya Berani Melapor
Aktual
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Muhammadiyah Maknai Jihad Masa Kini dengan Membangun Bangsa, Bukan Kekerasan
Aktual
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Umat dan Kemandirian Ekonomi
Aktual
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Buka Muktamar Tapak Suci XIV, Ahmad Luthfi Soroti Peran Pencak Silat dalam Membangun Karakter dan Persatuan
Aktual
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Ahmad Muzani: Qanun Asasi NU Jadi Landasan Menjaga Keutuhan NKRI
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar