Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malam 1 Rajab dan Keutamaan Bulan Rajab sebagai Waktu Doa Mustajab

Kompas.com, 20 Desember 2025, 17:43 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara, Baznas

KOMPAS.com-Bulan Rajab menjadi salah satu bulan istimewa dalam Islam karena setiap amal kebaikan yang dilakukan akan dicatat dan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, sementara perbuatan dosa juga mendapatkan balasan yang setimpal.

Kedudukan bulan Rajab dikenal penuh keberkahan dan sering disejajarkan dengan bulan Syaban serta Ramadhan dalam kalender Hijriah.

Rajab merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan Hijriah dan memiliki banyak peristiwa penting, sehingga termasuk ke dalam bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Baca juga: Apa Itu Puasa Rajab? Pengertian, Jadwal, dan Kalender Rajab 1447 H

Kemuliaan tersebut mendorong umat Islam mengisi bulan Rajab dengan berbagai ibadah dan amalan saleh sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Bulan Rajab juga kerap dijadikan sebagai masa persiapan spiritual sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Latihan memperbanyak ibadah sejak Rajab diharapkan membentuk kesiapan mental dan rohani umat Islam dalam menyambut bulan suci.

Malam 1 Rajab

Salah satu keistimewaan bulan Rajab terletak pada malam pertamanya.

Malam 1 Rajab diyakini sebagai salah satu waktu mustajab untuk memanjatkan doa.

Rasulullah SAW mengajarkan doa ketika memasuki bulan Rajab sebagaimana diriwayatkan dalam hadis:

Allaahumma baariklanaa fii rajaba wa sya’baana, wa ballighnaa ramadhaana.”

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadhan.”

Baca juga: Kapan Puasa Rajab 1447 H? Ini Jadwal Resmi Versi Kemenag, Muhammadiyah, dan NU

Selain malam pertama Rajab, sebagian umat Islam juga mengamalkan doa pada Jumat terakhir bulan Rajab.

Doa tersebut dibaca ketika khatib berada di mimbar atau saat khutbah Jumat berlangsung dengan bacaan:

“Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah” sebanyak 35 kali.

Keistimewaan Rajab juga berkaitan dengan peristiwa besar Isra Mikraj.

Peristiwa Isra Mikraj terjadi pada bulan Rajab dan menjadi titik awal diwajibkannya sholat lima waktu bagi umat Islam.

Momen tersebut kerap diperingati sebagai waktu perenungan dan penguatan keimanan.

Amalan lain yang dianjurkan selama bulan Rajab adalah memperbanyak dzikir.

Dzikir menjadi sarana sederhana untuk mengingat Allah SWT sekaligus menenangkan hati.

Salah satu dzikir yang dianjurkan dibaca pada pagi dan sore hari adalah:

“Rabbighfirlii warhamnii watub ‘alayya.”

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku.”

Baca juga: Bulan Rajab dalam Islam: Makna, Puasa Sunnah, dan Amalan yang Dianjurkan

Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar selama bulan Rajab.

Istighfar menjadi sarana memohon ampunan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan, baik secara sengaja maupun tidak disengaja.

Membaca dan merenungi Al-Qur’an juga dianjurkan sepanjang bulan Rajab.

Tilawah Al-Qur’an menjadi sumber ketenangan hati sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.” (HR At-Tirmidzi).

Baca juga: Niat Puasa Rajab: Bacaan Lengkap dan Keutamaan Menurut Ulama

Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim).

Sedekah juga dianjurkan untuk diperbanyak selama bulan Rajab.

Sedekah tidak hanya berupa harta, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk waktu, tenaga, dan kepedulian terhadap sesama.

Dengan memanfaatkan malam 1 Rajab sebagai waktu doa mustajab serta memperbanyak dzikir, istighfar, shalawat, sedekah, dan tilawah Al-Qur’an, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan dan kesiapan spiritual menuju bulan Ramadhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Rais Aam PBNU Ingatkan Kekuasaan Bisa Hancur karena Kezaliman
Aktual
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
MUI: Jangan Gunakan Kekerasan Jika Temukan Indikasi LGBT pada Anak, Harus Dirangkul
Aktual
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
MUI Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Nilai Pelayanan Jamaah Semakin Membaik
Aktual
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa Puasa Muharram Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Amalan Istimewa Sambut Tahun Baru Islam 1448 H
Doa dan Niat
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Aktual
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
9 Muharram Puasa Apa? Ini Niat, Keutamaan, dan Hikmah Puasa Tasua
Doa dan Niat
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Aktual
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Aktual
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Aktual
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Aktual
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Aktual
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
Aktual
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji yang Dinilai Picu Kelelahan Jemaah
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji yang Dinilai Picu Kelelahan Jemaah
Aktual
Kemenhaj Seragamkan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah untuk Tingkatkan Layanan di 2027
Kemenhaj Seragamkan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah untuk Tingkatkan Layanan di 2027
Aktual
Kemenhaj: Sebanyak 120 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Kemenhaj: Sebanyak 120 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com