Penulis
KOMPAS.com - Dalam Islam, amal sholeh merupakan jalan utama mendekatkan diri kepada Allah. Namun Islam tidak hanya menilai niat, melainkan juga cara dan dasar amal tersebut dilakukan.
Tidak sedikit kaum Muslimin yang bersemangat beribadah, berdakwah, atau berbuat kebaikan, tetapi melakukannya tanpa dasar ilmu yang benar. Fenomena inilah yang oleh para ulama disebut sebagai beramal tanpa ilmu, sesuatu yang dipandang sangat berbahaya dalam ajaran Islam.
Baca juga: Rais Syuriah PBNU: Bertengkar Atas Nama Agama Tanda Ilmu Dangkal dan Ego Dominan
Islam menempatkan ilmu sebagai fondasi utama sebelum amal. Allah SAW berfirman:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا
Artinya: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (Q.S. Al Isra': 36).
Ayat ini menunjukkan bahwa perintah mengetahui (ilmu) datang sebelum perintah beramal. Jika tidak mempunyai ilmu dalam suatu amal, maka hendaknya mencari terlebih dahulu atau jangan mengerjakan sebelum tahu ilmunya.
Imam Al-Bukhari bahkan membuat satu bab khusus dalam Shahih-nya berjudul “Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”. Ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu tanpa amal. Seseorang yang beramal tanpa ilmu, maka akan tertolak amalnya.
Beramal tanpa ilmu tidak hanya berpotensi salah, tetapi bisa berujung pada kesesatan, bid’ah, bahkan dosa.
Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata:
“Amal tanpa ilmu seperti orang yang berjalan tanpa jalan. Semakin cepat ia berjalan, semakin jauh ia tersesat.”
Niat yang ikhlas saja tidak cukup jika tidak disertai dengan ilmu dan tuntunan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
Artinya: “Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim).
Baca juga: Harun al-Rasyid: Kekuasaan, Ilmu, dan Wajah Ganda Sebuah Peradaban
Ulama salaf sering memperingatkan bahwa orang yang beramal tanpa ilmu bisa menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
Umar bin Abdul Aziz berkata:
“Barang siapa beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ia timbulkan lebih banyak daripada kebaikan yang ia hasilkan.”
Imam Asy-Syathibi dalam kitab Al-I’tisham menjelaskan:
“Bid’ah muncul karena meninggalkan ilmu syar’i dan mengikuti hawa nafsu.”
Banyak amalan yang dianggap “baik” oleh akal manusia, tetapi tidak pernah dicontohkan oleh Nabi SAW sehingga tertolak meskipun pelakunya merasa dekat dengan Allah SWT.
Berikut ini pandangan beberapa Ulama mengenai hubungan ilmu dan amal.
Beliau mengatakan, "Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena makanan dibutuhkan sekali atau dua kali sehari, sedangkan ilmu dibutuhkan setiap waktu.”
Baca juga: 17 Hadits Tentang Menuntut Ilmu
Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa Ilmu adalah pemimpin, sementara amal adalah pengikut. Jika amal tidak dipimpin oleh ilmu, maka ia akan menyimpang.
Sufyan Ats Tsauri menyatakan, “Ilmu itu dipelajari agar diamalkan, bukan sekadar untuk diketahui.”
Para Ulama menyebutkan beberapa tanda orang yang beramal tanpa ilmu:
Islam tidak melarang semangat beramal, justru mengarahkannya. Sikap yang benar adalah harus belajar terlebih dahulu sebelum beramal, mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman ulama, bertanya kepada ahlinya, dan menyelaraskan niat ikhlas dan cara yang benar.
Allah SAW berfirman:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: “Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43).
Baca juga: Doa Agar Diberikan Ilmu yang Bermanfaat: Arab, Latin, dan Artinya
Beramal tanpa ilmu adalah kesalahan serius dalam Islam, meskipun dilakukan dengan niat baik. Islam mengajarkan keseimbangan antara ilmu, niat, dan amal. Tanpa ilmu, amal bisa tertolak. Tanpa amal, ilmu menjadi hujjah atas diri sendiri.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-Nya yang berilmu sebelum beramal, dan beramal sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang