Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026: Jadwal Lengkap 13–15 Syaban, Niat, dan Keutamaannya

Kompas.com, 31 Januari 2026, 19:44 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Tahun 2026 membawa umat Islam memasuki bulan Syaban 1447 Hijriah, fase penting yang kerap disebut sebagai masa persiapan spiritual menjelang Ramadhan.

Syaban menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah karena Rasulullah SAW mencontohkan peningkatan signifikan puasa sunnah pada bulan ini.

Berdasarkan kalender Hijriah 2026, awal Syaban 1447 H jatuh pada 20 Januari 2026, sehingga rangkaian ibadah sunnah utama berlangsung pada awal Februari 2026.

Salah satu amalan yang dianjurkan dan memiliki jadwal pasti adalah puasa Ayyamul Bidh Februari 2026.

Baca juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Januari 2026 di Bulan Rajab 1447 H, Lengkap dengan Jadwalnya

Pengertian Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dikerjakan setiap bulan Hijriah pada tanggal 13, 14, dan 15.

Istilah Ayyamul Bidh berarti hari-hari putih, merujuk pada fase bulan purnama ketika cahaya bulan tampak lebih terang di malam hari.

Mengutip keterangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW dan secara khusus dianjurkan kepada para sahabat.

Keistimewaan Bulan Syaban dalam Islam

Syaban memiliki keistimewaan tersendiri karena sering terlewatkan, padahal pada bulan inilah amal manusia diangkat kepada Allah SWT.

Dalam hadis riwayat An-Nasa’i, Rasulullah SAW menyebut Syaban sebagai bulan yang dilalaikan banyak orang meski menjadi waktu pengangkatan amal.

Rasulullah SAW menyatakan kecintaannya berpuasa di bulan Syaban agar amal yang diangkat berada dalam keadaan berpuasa.

Kesaksian Aisyah RA juga menyebut bahwa Rasulullah SAW paling banyak berpuasa sunnah di bulan Syaban setelah Ramadhan.

Hadis tersebut menjadi landasan kuat dianjurkannya memperbanyak puasa sunnah, termasuk Ayyamul Bidh, pada bulan Syaban.

Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab 1447 H: Keutamaan, Jadwal, dan Bacaan Niat

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026

Berdasarkan konversi kalender Hijriah ke Masehi, jadwal puasa Ayyamul Bidh Februari 2026 berlangsung selama tiga hari berturut-turut di awal bulan.

Hari pertama puasa Ayyamul Bidh jatuh pada Minggu, 1 Februari 2026, bertepatan dengan 13 Syaban 1447 H.

Hari kedua berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, bertepatan dengan 14 Syaban 1447 H, yang memungkinkan penggabungan niat dengan puasa sunnah Senin.

Hari ketiga jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026, bertepatan dengan 15 Syaban 1447 H atau Nisfu Syaban.

Puasa pada tanggal 15 Syaban tetap sah dan dianjurkan selama diniatkan sebagai puasa Ayyamul Bidh, meski terdapat perbedaan pendapat mengenai puasa khusus Nisfu Syaban.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, sama seperti puasa pada umumnya.

Niat puasa Ayyamul Bidh cukup dihadirkan di dalam hati, sebagaimana niat puasa sunnah lainnya.

Niat juga boleh dilafalkan untuk membantu menghadirkan kesadaran beribadah.

Lafal niat puasa Ayyamul Bidh berbunyi, “Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala,” yang berarti niat berpuasa hari-hari putih sebagai puasa sunnah karena Allah Ta’ala.

Niat puasa dapat dilakukan sejak malam hari atau pada siang hari sebelum matahari tergelincir, selama belum makan dan minum sejak fajar.

Baca juga: Kapan Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab? Catat Tanggalnya, Jangan Sampai Lupa

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW menganjurkan puasa tiga hari setiap bulan dan menyebutnya setara dengan puasa selama satu bulan penuh.

Keutamaan tersebut didasarkan pada ketentuan bahwa satu amal kebaikan dibalas sepuluh kali lipat pahala.

Dengan demikian, puasa tiga hari setiap bulan bernilai seperti berpuasa selama 30 hari.

Batasan Puasa Menjelang Ramadhan

Menjelang Ramadhan, umat Islam diingatkan agar tidak berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali bagi yang memiliki kebiasaan puasa rutin.

Pelaksanaan puasa ayyamul bidh Februari 2026 yang jatuh pada 1–3 Februari berada pada waktu yang aman dan ideal.

Rentang waktu tersebut memberikan jeda cukup panjang sebelum Ramadhan sehingga tubuh dan jiwa dapat bersiap menghadapi puasa wajib.

Bulan Syaban 1447 H menjadi kesempatan emas untuk melatih konsistensi ibadah sebelum memasuki Ramadhan.

Puasa Ayyamul Bidh tidak hanya menghidupkan sunnah Nabi, tetapi juga menjadi sarana memperbaiki kualitas spiritual.

Mencatat jadwal puasa dan mengajak keluarga beribadah bersama dapat membantu menjaga semangat dan konsistensi.

Semoga Allah SWT menerima amalan puasa di bulan Syaban dan mempertemukan umat Islam dengan Ramadhan dalam keadaan terbaik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026: Jadwal Lengkap 13–15 Syaban, Niat, dan Keutamaannya
Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026: Jadwal Lengkap 13–15 Syaban, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Makna Tembang Lir Ilir: Pesan Spiritual Sunan Kalijaga tentang Kebangkitan Iman
Makna Tembang Lir Ilir: Pesan Spiritual Sunan Kalijaga tentang Kebangkitan Iman
Doa dan Niat
Muhammadiyah Ucapkan Selamat Harlah ke-100 NU, Haedar Nashir Tekankan Kolaborasi
Muhammadiyah Ucapkan Selamat Harlah ke-100 NU, Haedar Nashir Tekankan Kolaborasi
Aktual
Rahasia Besar Pahala Tolong Menolong di Bulan Ramadhan
Rahasia Besar Pahala Tolong Menolong di Bulan Ramadhan
Aktual
Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Waktu, dan Bacaan Lengkap
Niat Puasa Ramadhan: Tata Cara, Waktu, dan Bacaan Lengkap
Doa dan Niat
Board of Peace untuk Palestina, PBNU Nilai Penting, MUI Menolak
Board of Peace untuk Palestina, PBNU Nilai Penting, MUI Menolak
Aktual
Ramadhan Tiba, Begini Persiapan Unik Muslim di Berbagai Negara
Ramadhan Tiba, Begini Persiapan Unik Muslim di Berbagai Negara
Aktual
Muhammadiyah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan 18 Februari 2026, Ini Alasannya
Muhammadiyah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan 18 Februari 2026, Ini Alasannya
Aktual
Cara Membayar Utang Puasa Orangtua yang Masih Hidup dan yang Telah Meninggal
Cara Membayar Utang Puasa Orangtua yang Masih Hidup dan yang Telah Meninggal
Doa dan Niat
Jelang Ramadhan 2026, Ini Cara Menata Diri Sejak Sekarang
Jelang Ramadhan 2026, Ini Cara Menata Diri Sejak Sekarang
Aktual
Alasan Prabowo Absen di Harlah 100 Tahun NU, Gus Yahya: Ada Tugas Lain
Alasan Prabowo Absen di Harlah 100 Tahun NU, Gus Yahya: Ada Tugas Lain
Aktual
Menag Nasaruddin Umar Nilai NU Kian Matang di Usia 100 Tahun
Menag Nasaruddin Umar Nilai NU Kian Matang di Usia 100 Tahun
Aktual
Satu Abad NU, Gus Yahya: NU dan Indonesia Tak Terpisahkan Menuju Peradaban Mulia
Satu Abad NU, Gus Yahya: NU dan Indonesia Tak Terpisahkan Menuju Peradaban Mulia
Aktual
7 Tradisi Ramadhan Zaman Dulu yang Kini Jarang Ditemui
7 Tradisi Ramadhan Zaman Dulu yang Kini Jarang Ditemui
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com