Editor
KOMPAS.com - Malam Nisfu Syaban selalu menghadirkan suasana batin yang berbeda bagi banyak Muslim.
Di Indonesia, tradisi membaca doa Nisfu Syaban menjadi amalan yang dinanti karena diyakini sebagai momentum istimewa untuk memohon ampunan, keberkahan umur, dan kelapangan rezeki.
Secara kalender Hijriah, Nisfu Syaban adalah malam tanggal 15 bulan Syaban. Sejumlah ulama menjelaskan bahwa malam ini termasuk waktu yang memiliki keutamaan, sebagaimana tercantum dalam sejumlah hadis yang diriwayatkan para perawi tepercaya.
Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Tuntunannya
Dalam kitab Ibnu Majah, terdapat riwayat dari Mu’adz bin Jabal bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Allah melihat seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (dendam).”
Riwayat ini juga diperkuat oleh hadis-hadis lain yang dinilai hasan oleh sebagian ulama, di antaranya dikutip oleh Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya.
Hadis-hadis tersebut menjadi dasar bahwa malam Nisfu Syaban adalah waktu yang sangat baik untuk memperbanyak doa dan istighfar.
Lalu pertanyaannya kemudian kapan malam Nisfu Syaban 2026?
Berdasarkan kalender Hijriah global dan perhitungan rukyat–hisab, tanggal 15 Syaban 1447 H diperkirakan bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.
Karena dalam penanggalan Islam malam mendahului siang, maka malam Nisfu Syaban 2026 dimulai sejak Maghrib pada Senin, 2 Februari 2026 hingga menjelang Subuh Selasa, 3 Februari 2026.
Pada rentang waktu inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Imam besar ahli hadis Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Lathāif al-Ma‘ārif menjelaskan bahwa para tabi’in di wilayah Syam seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul sangat memuliakan malam Nisfu Syaban. Mereka memperbanyak ibadah, doa, dan membaca Al-Qur’an pada malam tersebut.
Menurut Ibnu Rajab, tradisi menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah memiliki dasar praktik dari generasi awal Islam (salaf), meski bentuk amalan bisa berbeda-beda dan tidak dibatasi pada ritual tertentu.
Doa yang banyak dibaca umat Islam di malam Nisfu Syaban dihimpun dalam kitab-kitab doa klasik. Salah satunya termuat dalam Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.
Berikut penggalan doa yang populer:
Arab:
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ…
Latin:
Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan au mahrūman au mutharradan au muqtaran ‘alayya fir-rizqi, famhu Allahumma bi fadhlika syaqāwati wa hirmāni wa thardī wa iqtāra rizqī, wa atsbitnī ‘indaka fī ummil kitābi sa‘īdan marzūqan muwaffaqan lil-khairāt…
Artinya:
“Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh) sebagai orang yang celaka, atau terhalang (dari rahmat-Mu), atau terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuslah—wahai Allah dengan karunia-Mu—kesengsaraanku, keterhalanganku, keterusiranku, dan kesempitan rezekiku. Dan tetapkanlah aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan berbagai kebaikan.”
Doa ini berisi permohonan agar catatan takdir yang buruk dihapuskan dan diganti dengan kebaikan, rezeki yang lapang, serta keberuntungan dalam amal saleh.
Para ulama menekankan bahwa doa Nisfu Syaban tidak harus dibaca dengan tata cara khusus. Ia dapat dibaca setelah shalat Maghrib, setelah shalat Isya, atau saat qiyamul lail.
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Yang utama adalah menghadirkan hati, memperbanyak istighfar, dan memperbaiki hubungan dengan sesama, karena salah satu penghalang ampunan pada malam ini adalah permusuhan.
Dengan demikian, doa Nisfu Syaban 2026 bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki landasan riwayat dan praktik ulama salaf.
Malam ini menjadi kesempatan emas untuk memulai lembaran baru sebelum memasuki Ramadhan, dengan hati yang lebih bersih dan harapan yang lebih baik di hadapan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang