Editor
KOMPAS.com-Doa malam Nisfu Syaban menjadi salah satu amalan yang banyak diamalkan umat Islam sebagai bentuk permohonan ampun dan harapan akan kebaikan hidup.
Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa karena malam tersebut diyakini sebagai waktu yang penuh rahmat dan keberkahan.
Dalam tradisi keislaman Nusantara, doa malam Nisfu Syaban yang sering dibaca diawali dengan lafaz “Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika”.
Baca juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal, Keutamaan, dan Amalan yang Dianjurkan
Dilansir dari laman MUI, doa tersebut memiliki dasar rujukan keilmuan sebagaimana dijelaskan Jalaluddin as-Suyuthi yang menukilnya dari Mushannaf Ibnu Abi Syaibah dan kitab ad-Dua karya Ibnu Abi ad-Dunya melalui riwayat Sahabat Ibnu Mas’ud RA.
Ibnu Mas’ud RA menyebutkan bahwa orang yang membaca doa ini akan diluaskan rezekinya dan dicukupi segala kebutuhannya oleh Allah SWT.
Dalam praktiknya, redaksi doa malam Nisfu Syaban yang berkembang di Indonesia memiliki sedikit perbedaan dengan teks dalam kitab as-Suyuthi.
Perbedaan redaksi tersebut tidak menjadi persoalan karena doa tidak dibatasi pada satu lafaz tertentu selama maknanya baik dan ditujukan kepada Allah SWT.
Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026: Jadwal Lengkap 13–15 Syaban, Niat, dan Keutamaannya
Masyarakat Indonesia umumnya merujuk pada kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi, Syekh Sayyid Utsman bin Yahya, dalam membaca doa malam Nisfu Syaban.
Berikut lafaz doa malam Nisfu Syaban yang banyak diamalkan di Indonesia.
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Doa tersebut berisi permohonan agar Allah SWT menghapus catatan keburukan, kesempitan rezeki, dan menggantinya dengan keberuntungan, kelapangan rezeki, serta taufik untuk berbuat kebaikan.
Sayyid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar menjelaskan bahwa doa ini dibaca sebagai pengharapan akan perubahan takdir menuju kebaikan.
Dalam praktiknya, doa malam Nisfu Syaban biasanya dibaca setelah membaca surat Yasin.
Pada malam Nisfu Syaban, surat Yasin lazim dibaca sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda.
Yasin pertama dibaca dengan niat memohon umur panjang dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Yasin kedua dibaca dengan niat agar diberikan rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan.
Yasin ketiga dibaca dengan niat memperoleh husnul khatimah serta kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Baca juga: Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Tanggal dan Asal Usulnya
Setiap selesai membaca satu kali surat Yasin, doa malam Nisfu Syaban tersebut kemudian dibacakan.
Selain membaca Yasin dan doa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, shalawat, dan sedekah pada malam Nisfu Syaban.
Momentum malam Nisfu Syaban menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, dan mempersiapkan jiwa menyambut bulan suci Ramadhan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang