Editor
KOMPAS.com - Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah segera tiba. Kepastian awal Ramadhan masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah serta ikhbar dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berdasarkan rukyatul hilal yang dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026 petang.
Di tengah penantian itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak Doa Ramadhan sebagai bentuk kesiapan hati menyambut bulan penuh rahmat.
Rasulullah SAW telah mencontohkan sejumlah doa yang dibaca saat memasuki awal Ramadhan hingga menjelang berbuka puasa.
Baca juga: 20 Ucapan Menyambut Bulan Ramadhan 2026 Penuh Makna dan Doa
Berikut rangkaian doa lengkap beserta teks Arab, transliterasi, dan artinya yang dikutip dari NU Online dan buku Panduan Ibadah Ramadhan karya Annisa Nurul Hasanah, Lc SAg.
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ
Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.
Artinya:
“Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi ibadah Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.”
Doa ini mengandung harapan agar kita diberi umur panjang, kesehatan, dan kemampuan menjalani Ramadhan dengan sempurna.
هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ مرتين، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ ثَلاث مرات، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا
Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka, (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā’a bi syahri kadzā.
Artinya:
“Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu, dan mendatangkan bulan ini.”
Doa ini dibaca ketika melihat hilal sebagai simbol datangnya bulan baru, termasuk Ramadhan.
اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ
Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.
Artinya:
“Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah yang Maha Agung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar.”
Selain doa, niat merupakan syarat sah puasa. Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat dilakukan pada malam hari, sejak terbenam matahari hingga sebelum fajar.
نـََوْيُت َصْوَم َغٍد َعْن أََداِء فـَْرِض َرَمَضاِن َهِذِه السَّنَِة هلل تعاىل
Nawaitu shaumi ghadin an adai fardli Ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Saya berniat hendak berpuasa besok untuk menunaikan fardlunya puasa Ramadhan tahun ini semata-mata karena Allah Ta’ala.”
Perlu diingat, niat tempatnya di dalam hati. Mengucapkannya secara lisan hukumnya sunnah untuk membantu memantapkan hati.
Waktu berbuka termasuk saat mustajab untuk berdoa. Berikut beberapa bacaan yang dianjurkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabaz dzama-u, Wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, Insyaa Allah.
Artinya:
“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, Insya Allah.”
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
اللَّهُمَّ إِنِّي لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَبِك آَمَنْتُ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى. يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اغْفِرْلِي، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Ramadhan adalah bulan istimewa yang penuh ampunan dan keberkahan. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan doa-doa lebih mudah dikabulkan.
Baca juga: 6 Doa Menyambut Ramadhan, Lengkap dengan Hadis
Mengawali Ramadhan dengan Doa Ramadhan bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk kesiapan spiritual.
Dengan doa, niat yang lurus, serta kesungguhan ibadah, semoga Ramadhan 1447 H menjadi momentum memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meningkatkan ketakwaan.
Sudahkah Anda menyiapkan hati untuk menyambut Ramadhan tahun ini?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang