Editor
KOMPAS.com – Menjelang awal puasa Ramadhan 1447 H, banyak umat Islam mencari bacaan niat mandi sebelum puasa Ramadhan.
Tradisi mandi atau keramas sebelum memasuki bulan suci kerap dilakukan sebagai bentuk penyucian diri.
Pertanyaannya, apakah ada niat khusus mandi sebelum puasa Ramadhan? Bagaimana hukumnya menurut fikih Islam?
Ramadhan merupakan bulan suci yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.
Persiapan menyambut Ramadhan biasanya dilakukan dengan memperbanyak ibadah dan membersihkan diri secara lahir maupun batin.
Baca juga: Punya Luka tapi Harus Mandi Wajib? Ini Solusinya Menurut Para Ulama
Dalam literatur fikih klasik, tidak ditemukan dalil khusus yang menyebutkan adanya mandi sunnah khusus menjelang puasa Ramadhan. Artinya, tidak ada bacaan niat spesifik yang secara syar’i dinamakan “niat mandi sebelum puasa Ramadhan”.
Namun, jika seseorang mandi untuk menghilangkan hadas besar (junub), maka ia wajib membaca niat mandi wajib.
Bacaan niat mandi wajib adalah:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari lillahi ta’ala.
Artinya: Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa mandi wajib disertai niat merupakan syarat sah untuk mengangkat hadas besar.
Jika mandi dilakukan hanya untuk kebersihan atau menyambut Ramadhan, maka cukup berniat di dalam hati tanpa lafaz tertentu.
Niat dalam Islam memang tempatnya di hati, sebagaimana ditegaskan dalam hadis:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca juga: Cahaya Ramadhan, 30 Ribu Lampu LED Hiasi Jantung Kota London
Mandi sebelum puasa Ramadhan hukumnya mubah (boleh) dan termasuk perbuatan baik karena menjaga kebersihan. Islam menekankan kebersihan sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.
Namun, mandi bukan syarat sah puasa. Puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi sebelum Subuh, selama ia telah berniat puasa pada malam hari.
Hal ini berdasarkan hadis riwayat Aisyah RA dan Ummu Salamah RA:
“Rasulullah SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub bukan karena mimpi, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa keadaan junub saat masuk waktu Subuh tidak membatalkan puasa, selama mandi wajib tetap dilakukan untuk menunaikan shalat.
Baca juga: Sambut Ramadhan 1447 H, Raja Salman Doakan Palestina dan Perdamaian Dunia
Keramas atau mandi pada siang hari saat berpuasa tidak membatalkan puasa. Para ulama sepakat bahwa mandi untuk menyegarkan diri diperbolehkan, selama tidak ada air yang masuk secara sengaja ke dalam rongga tubuh yang membatalkan puasa.
Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa mandi untuk mendinginkan badan saat puasa tidak membatalkan puasa dan diperbolehkan.
Mandi sebelum Ramadhan lebih bersifat simbolik sebagai bentuk kesiapan memasuki bulan suci. Selain kebersihan fisik, umat Islam dianjurkan membersihkan hati dari dendam, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki hubungan sosial.
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 183)
Ayat tersebut menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Yang wajib dalam puasa Ramadhan adalah niat puasa yang dilakukan pada malam hari sebelum Subuh.
Bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.
Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.
Mayoritas ulama mazhab Syafi’i mewajibkan niat setiap malam untuk puasa wajib Ramadhan.
Tidak terdapat dalil khusus mengenai bacaan niat mandi sebelum puasa Ramadhan 1447 H. Mandi sebelum puasa diperbolehkan dan termasuk perbuatan baik sebagai bentuk kebersihan diri.
Puasa tetap sah meskipun belum mandi sebelum Subuh, selama niat puasa telah dilakukan dan kewajiban mandi junub tetap ditunaikan untuk shalat.
Yang paling utama adalah memperbaiki niat, memperkuat ketakwaan, dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang