Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Agar Terhindar dari Tipu Daya Orang-orang Zalim

Kompas.com, 25 Februari 2026, 21:28 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Di tengah kehidupan yang kian kompleks, tipu daya dan kezaliman bisa datang dalam berbagai bentuk—baik melalui lisan, kekuasaan, maupun rekayasa yang tersembunyi. Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya waspada secara lahiriah, tetapi juga memperkuat perlindungan batin melalui doa.

Dalam buku Kumpulan Do’a Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, terdapat doa yang bersumber dari Al-Qur’an untuk memohon perlindungan dari orang-orang zhalim. Doa ini tercantum dalam bagian doa-doa pilihan dari Al-Qur’an .

Berikut lafaz doanya:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Artinya:

"Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua ibu-bapakku, serta dosa orang yang masuk ke rumahku dengan membawa iman, dan orang-orang beriman laki-laki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan." (QS. Nuh: 28)

Baca juga: 6 Doa untuk Anak Perempuan agar Tumbuh Salehah dan Penuh Keberkahan

Makna Mendalam di Balik Doa

Doa ini bukan sekadar permohonan perlindungan. Ia mengandung beberapa pesan penting:

1. Memulai dari Ampunan Diri dan Keluarga

Sebelum memohon perlindungan dari kezaliman orang lain, seorang Muslim diajak untuk lebih dulu memohon ampun bagi dirinya dan orang tuanya. Ini menunjukkan pentingnya membersihkan diri sebelum menghadapi ancaman eksternal.

2. Solidaritas Sesama Mukmin

Doa ini juga mencakup seluruh kaum mukminin dan mukminat. Artinya, perlindungan dari kezaliman bukan hanya kebutuhan pribadi, melainkan kebutuhan kolektif umat.

3. Ketegasan terhadap Kezaliman

Bagian akhir doa memohon agar orang-orang zhalim tidak ditambah kecuali kebinasaan. Ini bukan bentuk kebencian personal, melainkan penegasan bahwa kezaliman tidak boleh dibiarkan tumbuh dan merusak tatanan kehidupan.

Relevan di Era Modern

Tipu daya orang-orang zhalim hari ini bisa hadir dalam bentuk fitnah, manipulasi informasi, ketidakadilan hukum, hingga pengkhianatan kepercayaan. Dalam situasi seperti ini, doa menjadi benteng spiritual yang menguatkan hati agar tidak goyah.

Membaca doa ini secara rutin—terutama setelah shalat atau di waktu-waktu mustajab—menjadi ikhtiar batin agar Allah menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari dampak kezaliman.

Doa dan Usaha Harus Sejalan

Selain berdoa, Islam juga mendorong umatnya untuk:

  • Bersikap adil dan tidak ikut berbuat zhalim.
  • Menjaga lisan dan tindakan agar tidak menyakiti orang lain.
  • Berani menolak kezaliman dengan cara yang bijak.

Dengan memadukan doa dan usaha nyata, seorang Muslim tidak hanya berharap perlindungan Allah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil.

Baca juga: Kumpulan Doa Perlindungan untuk Anak Agar Dijauhkan dari Berbagai Gangguan

Semoga doa ini menjadi pengingat bahwa di tengah segala tipu daya, perlindungan terbaik tetap datang dari Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bacaan Doa untuk Kedua Orang Tua: Amalan Singkat Penuh Makna dari Al-Qur’an
Bacaan Doa untuk Kedua Orang Tua: Amalan Singkat Penuh Makna dari Al-Qur’an
Doa dan Niat
Doa Agar Terhindar dari Tipu Daya Orang-orang Zalim
Doa Agar Terhindar dari Tipu Daya Orang-orang Zalim
Doa dan Niat
6 Doa untuk Anak Perempuan agar Tumbuh Salehah dan Penuh Keberkahan
6 Doa untuk Anak Perempuan agar Tumbuh Salehah dan Penuh Keberkahan
Doa dan Niat
Wangi Roti Tabouna Warnai Suasana Bulan Ramadhan di Tunisia, Tradisi Kuliner Khas yang Terus Dipertahankan
Wangi Roti Tabouna Warnai Suasana Bulan Ramadhan di Tunisia, Tradisi Kuliner Khas yang Terus Dipertahankan
Aktual
Tren Baju Lebaran Anak Perempuan 2026: Gamis Pastel hingga Jumpsuit Modis, Mana Favorit Si Kecil?
Tren Baju Lebaran Anak Perempuan 2026: Gamis Pastel hingga Jumpsuit Modis, Mana Favorit Si Kecil?
Aktual
Lebih dari 904.000 Jemaah Umrah Padati Masjidil Haram pada Hari Keempat Ramadhan
Lebih dari 904.000 Jemaah Umrah Padati Masjidil Haram pada Hari Keempat Ramadhan
Aktual
Mengunjungi Gua Ashabul Kahfi di Yordania, Tempat 7 Pemuda Tertidur 309 Tahun
Mengunjungi Gua Ashabul Kahfi di Yordania, Tempat 7 Pemuda Tertidur 309 Tahun
Aktual
Mudik Gratis 2026 Masih Dibuka, Ini Daftar dan Rutenya
Mudik Gratis 2026 Masih Dibuka, Ini Daftar dan Rutenya
Aktual
Ramadhan Dongkrak Aktivitas Pasar Malam di Jeddah, Ekonomi Tumbuh Pesat
Ramadhan Dongkrak Aktivitas Pasar Malam di Jeddah, Ekonomi Tumbuh Pesat
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Tangerang Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Tangerang Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Bekasi Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Palembang Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Palembang Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Banjarmasin Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Banjarmasin Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Padang Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Padang Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Batam Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Batam Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com