KOMPAS.com – Dalam perjalanan hidup seorang Muslim, kesalahan dan dosa merupakan hal yang tidak terhindarkan.
Namun Islam memberikan jalan kembali yang begitu luas melalui taubat, salah satunya dengan menunaikan shalat taubat.
Shalat sunnah ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penyesalan mendalam sekaligus ikhtiar spiritual untuk kembali kepada Allah SWT.
Setelah melaksanakannya, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa dan memperbanyak dzikir sebagai penyempurna taubat.
Lantas, bagaimana bacaan doa setelah shalat taubat sesuai sunnah, serta niat dan keutamaannya?
Shalat taubat adalah shalat sunnah yang dilakukan oleh seorang Muslim ketika menyadari kesalahan dan ingin memohon ampun kepada Allah SWT. Ibadah ini biasanya dilakukan dua rakaat, diiringi dengan istighfar dan doa yang tulus.
Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa taubat yang sempurna mencakup tiga hal, meninggalkan dosa, menyesalinya, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Shalat taubat menjadi salah satu sarana untuk menguatkan ketiga unsur tersebut.
Hal ini juga diperkuat oleh hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:
“Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik, kemudian shalat dua rakaat, lalu memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.”
Hadis ini menunjukkan bahwa shalat taubat memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam.
Baca juga: Waktu Mustajab Shalat Taubat, Lengkap Niat, Tata Cara, dan Doanya
Niat merupakan bagian penting dalam setiap ibadah. Untuk shalat taubat, niatnya cukup sederhana dan dilakukan dalam hati.
Berikut lafaz niat shalat taubat:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatat-taubati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Dalam buku Panduan Shalat Lengkap karya Saiful Hadi El Sutha, dijelaskan bahwa niat tidak harus dilafalkan, tetapi cukup dihadirkan dalam hati sebagai bentuk kesadaran ibadah kepada Allah.
Setelah menunaikan shalat taubat, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagai bentuk pengakuan dosa dan permohonan ampun.
Salah satu doa yang dianjurkan adalah Sayyidul Istighfar, yang dikenal sebagai penghulu istighfar.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’uudzu bika min syarri maa shana’tu, abuu’u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidzanbii, faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: “Wahai Tuhanku, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu atasku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
Doa ini disebut dalam hadis riwayat Bukhari sebagai istighfar terbaik yang jika dibaca dengan penuh keyakinan, menjadi sebab diampuninya dosa.
Selain itu, doa panjang yang berisi permohonan taufik, rasa takut kepada Allah, dan keikhlasan juga dianjurkan untuk dibaca setelah shalat taubat sebagai bentuk kesungguhan dalam bertaubat.
Baca juga: Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa
Selain doa, memperbanyak dzikir menjadi amalan penting setelah shalat taubat. Salah satu bacaan yang dianjurkan adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaahal ‘adziim alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan terus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Dalam buku Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa memperbanyak istighfar adalah kunci utama dalam membuka pintu ampunan Allah.
Shalat taubat bukan hanya ibadah biasa, tetapi memiliki keutamaan yang besar bagi seorang Muslim.
Pertama, sebagai sarana penghapus dosa. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan bahwa Dia Maha Pengampun bagi hamba yang bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Kedua, menenangkan hati. Taubat yang dilakukan dengan shalat dan doa akan menghadirkan ketenangan batin, karena seseorang merasa kembali dekat dengan Allah.
Ketiga, meningkatkan keimanan. Dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, dijelaskan bahwa kesadaran akan dosa justru menjadi pintu menuju peningkatan kualitas iman.
Keempat, membuka pintu kebaikan. Orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh akan lebih mudah terdorong untuk memperbaiki amal dan menjauhi maksiat.
Baca juga: Taubat Nasuha: Pengertian, Syarat, dan Cara Melaksanakannya dalam Islam
Secara umum, tata cara shalat taubat tidak berbeda dengan shalat sunnah lainnya:
Dalam buku Bidayatul Mujtahid karya Ibnu Rusyd, dijelaskan bahwa kesempurnaan ibadah sunnah terletak pada kekhusyukan dan keikhlasan, bukan sekadar gerakan lahiriah.
Shalat taubat sejatinya bukan hanya tentang menghapus dosa, tetapi juga tentang memperbaiki arah hidup.
Ia menjadi titik balik yang mengingatkan bahwa setiap manusia selalu memiliki kesempatan untuk kembali.
Dalam kehidupan yang penuh dinamika, shalat taubat menghadirkan ruang hening untuk merenung, mengakui kesalahan, dan memohon ampun dengan penuh kerendahan hati.
Karena pada akhirnya, sebesar apa pun dosa seorang hamba, rahmat Allah selalu lebih luas. Dan melalui doa setelah shalat taubat, seorang Muslim menegaskan harapannya: agar setiap langkah ke depan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang