KOMPAS.com – Setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Dalam Islam, pintu taubat selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin kembali kepada Allah SWT. Salah satu bentuk kesungguhan dalam bertaubat adalah dengan melaksanakan shalat taubat.
Ibadah sunnah ini bukan sekadar ritual, melainkan ungkapan penyesalan yang mendalam sekaligus harapan agar dosa diampuni.
Namun, banyak yang masih bertanya, kapan waktu terbaik untuk melaksanakan shalat taubat agar lebih mustajab?
Artikel ini mengulas secara lengkap waktu pelaksanaan, niat, tata cara, hingga doa setelah shalat taubat berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan penjelasan para ulama.
Baca juga: Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa
Anjuran untuk bertaubat ditegaskan langsung dalam firman Allah SWT dalam QS. At-Tahrim ayat 8:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَٰنِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَٱغْفِرْ لَنَآ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Ayat ini menegaskan bahwa taubat nasuha, taubat yang tulus dan sungguh-sungguh merupakan kewajiban bagi setiap muslim.
Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa taubat nasuha mencakup tiga hal utama: menyesali dosa, meninggalkannya, dan bertekad tidak mengulanginya.
Shalat taubat adalah shalat sunnah yang dilakukan sebagai bentuk penyesalan atas dosa dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
Dalam buku Perbaiki Shalatmu Niscaya Allah Akan Perbaiki Hidupmu karya Idris bin Umar dijelaskan bahwa shalat taubat menjadi pelengkap dari taubat nasuha, sekaligus bukti kesungguhan seorang hamba dalam kembali kepada Allah.
Berbeda dengan ibadah wajib, shalat taubat bersifat fleksibel dalam pelaksanaannya, namun tetap memiliki adab dan waktu yang dianjurkan.
Pada dasarnya, shalat taubat dapat dilakukan kapan saja setelah seseorang menyadari kesalahan. Bahkan, para ulama menekankan agar tidak menunda taubat.
Namun, terdapat waktu-waktu yang dianggap lebih utama dan mustajab:
Waktu ini merupakan saat paling utama karena bertepatan dengan waktu turunnya rahmat Allah.
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Allah “turun” ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan mengabulkan doa hamba-Nya.
Segera bertaubat setelah melakukan kesalahan menunjukkan keikhlasan dan kesungguhan hati.
Dalam Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa menunda taubat tanpa alasan termasuk bentuk kelalaian.
Waktu-waktu tenang seperti malam hari atau setelah ibadah wajib menjadi momen terbaik untuk bermunajat dengan penuh kekhusyukan.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa shalat taubat sebaiknya tidak dilakukan pada waktu-waktu terlarang, yaitu:
Namun, dalam kondisi tertentu, misalnya baru menyadari dosa, sebagian ulama membolehkan tetap melaksanakannya karena urgensi taubat.
Niat shalat taubat cukup diucapkan dalam hati, namun boleh dilafalkan sebagai berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatat-taubati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku niat melaksanakan shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Baca juga: Shalat Tahajud: Amalan Mustajab di Sepertiga Malam, Lengkap Niat, Hadis, dan Doa
Secara umum, tata cara shalat taubat sama seperti shalat sunnah dua rakaat lainnya.
Berikut langkah-langkahnya:
Dalam Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa tidak ada bacaan khusus dalam shalat taubat, namun dianjurkan membaca ayat-ayat tentang taubat.
Berikut doa setelah Shalat taubat dilansir dari buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا.
Astaghfirullaahal Azhiimal-ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuran.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang telah berbuat kezhaliman, yang tiada lagi mempunyai untuk dirinya sendiri madharat atau pun manfaat, mati, hidup ataupun kebangkitan dari kematian nanti."
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى صِدْقِكِ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Allaahumma anta Rabbii, laa ilaaha illaa anta. Khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaashidqika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu'u laka bi ni'matika 'alayya wa abuu'u bi dzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha setia kepada janji-Mu sejauh yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kulakukan, aku mengakui semua nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."
Dalam buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa dijelaskan bahwa doa ini termasuk salah satu doa terbaik untuk memohon ampunan.
Taubat tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus memenuhi syarat:
Dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa taubat sejati adalah perubahan total, bukan sekadar penyesalan sesaat.
Baca juga: Doa Shalat Dhuha Pembuka Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Shalat taubat memiliki makna yang sangat dalam:
Dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili disebutkan bahwa taubat adalah pintu utama menuju kedekatan dengan Allah.
Shalat taubat bukan sekadar ibadah sunnah, tetapi jalan kembali bagi setiap hamba yang ingin memperbaiki diri.
Waktu terbaik untuk melakukannya adalah segera setelah menyadari kesalahan, dengan keutamaan pada sepertiga malam terakhir.
Dengan niat yang tulus, tata cara yang benar, dan doa yang khusyuk, shalat taubat menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada akhirnya, tidak ada dosa yang terlalu besar selama seseorang mau kembali. Sebab dalam Islam, pintu ampunan selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mengetuknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang