Editor
KOMPAS.com - Doa qunut Subuh menjadi amalan yang akrab bagi banyak umat Islam di Indonesia. Dibaca pada rakaat kedua setelah i’tidal, doa ini sering dilantunkan baik saat shalat berjamaah maupun ketika shalat sendirian.
Namun, masih banyak yang belum menyadari bahwa ada perbedaan penting dalam bacaan doa qunut tergantung pada siapa yang membacanya.
Perbedaan ini bukan pada isi doa secara keseluruhan, melainkan pada penggunaan kata ganti (dhomir) yang menyesuaikan posisi seseorang dalam shalat: sebagai imam atau sebagai individu.
Secara umum, struktur doa qunut tetap sama. Namun, ada perubahan pada kata ganti yang digunakan:
Ketika seseorang shalat sendiri, doa qunut menggunakan kata ganti tunggal, yang merujuk pada diri sendiri.
Baca juga: Doa Qunut Subuh Lengkap: Arab, Latin, Arti dan Tata Caranya
Ciri utamanya adalah penggunaan akhiran:
Contoh:
Maknanya menjadi lebih personal karena doa tersebut dipanjatkan untuk diri sendiri.
2. Doa Qunut Saat Menjadi Imam
Berbeda dengan shalat sendirian, seorang imam mewakili seluruh makmum. Karena itu, kata ganti yang digunakan berubah menjadi jamak.
Ciri utamanya adalah penggunaan akhiran “-naa” (kami)
Contoh:
Dengan perubahan ini, doa menjadi representasi seluruh jamaah yang ikut shalat.
3. Perbedaan pada Kalimat Istighfar
Perbedaan juga terlihat pada bagian permohonan ampun di akhir doa:
Perubahan ini menegaskan bahwa imam tidak hanya berdoa untuk dirinya, tetapi juga untuk makmum.
Meskipun ada perbedaan pada kata ganti, sebagian besar bacaan doa qunut tetap sama, terutama pada bagian yang berisi pujian dan pengagungan kepada Allah.
Contohnya:
Bagian ini tidak berubah karena tidak berkaitan dengan subjek (aku/kami), melainkan menjelaskan sifat-sifat Allah.
Perbedaan kecil dalam dhomir ini memiliki makna yang besar. Dalam shalat berjamaah, imam berperan sebagai wakil seluruh makmum, sehingga bahasa yang digunakan harus mencerminkan kebersamaan.
Sebaliknya, saat shalat sendirian, doa menjadi lebih personal dan langsung ditujukan untuk diri sendiri.
Memahami perbedaan ini membantu menjaga kesesuaian bacaan dengan konteks ibadah, sekaligus menambah kekhusyukan dalam shalat.
Baca juga: Bacaan Doa Qunut Shubuh: Dalil, Arti, dan Waktu Membacanya
Berikut bacaan doa qunut Subuh lengkap untuk dua kondisi: shalat sendirian dan sebagai imam (berjamaah), dilengkapi dengan teks Arab, lafal (latin), dan artinya.
Arab:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Lafal (Latin):
Allahummahdinii fiiman hadait,
wa ‘aafinii fiiman ‘aafait,
wa tawallanii fiiman tawallait,
wa baarik lii fiimaa a’thait,
wa qinii syarra maa qadhait,
fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik,
wa innahu laa yadzillu man waalait,
wa laa ya’izzu man ‘aadait,
tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait,
falakal hamdu ‘alaa maa qadhait,
astaghfiruka wa atuubu ilaik.
Arti:
Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk,
berilah aku kesehatan bersama orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan,
pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin,
berkahilah aku pada apa yang telah Engkau berikan,
lindungilah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan.
Sesungguhnya Engkau yang menetapkan hukum dan tidak ada yang dapat menghukum-Mu.
Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau pimpin,
dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau.
Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau tetapkan.
Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.
Arab:
اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، نَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوبُ إِلَيْكَ
Lafal (Latin):
Allahummahdinaa fiiman hadait,
wa ‘aafinaa fiiman ‘aafait,
wa tawallanaa fiiman tawallait,
wa baarik lanaa fiimaa a’thait,
wa qinaa syarra maa qadhait,
fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik,
wa innahu laa yadzillu man waalait,
wa laa ya’izzu man ‘aadait,
tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait,
falakal hamdu ‘alaa maa qadhait,
nastaghfiruka wa natuubu ilaik.
Arti:
Ya Allah, berilah kami petunjuk bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk,
berilah kami kesehatan bersama orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan,
pimpinlah kami bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin,
berkahilah kami pada apa yang telah Engkau berikan,
lindungilah kami dari keburukan yang telah Engkau tetapkan.
Sesungguhnya Engkau yang menetapkan hukum dan tidak ada yang dapat menghukum-Mu.
Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau pimpin,
dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau.
Maka bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau tetapkan.
Kami memohon ampun kepada-Mu dan kami bertaubat kepada-Mu.
Baca juga: Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Arti dan Dalil Mengamalkannya
Doa qunut Subuh pada dasarnya sama, baik untuk imam maupun saat shalat sendirian. Namun, perbedaan terletak pada penggunaan kata ganti:
Sendirian: menggunakan bentuk tunggal (aku)
Imam: menggunakan bentuk jamak (kami)
Perubahan ini sederhana, tetapi penting agar makna doa tetap tepat sesuai dengan posisi orang yang membacanya.
Bagi Anda yang sering menjadi imam atau shalat sendiri, memahami detail ini bisa menjadi langkah kecil untuk menyempurnakan ibadah sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang