Editor
KOMPAS.com - Fenomena hujan meteor menjadi peristiwa langit yang jarang terjadi dan sering menarik perhatian masyarakat.
Dalam Islam, kejadian ini tidak hanya dipandang sebagai fenomena alam, tetapi juga tanda kebesaran Allah SWT.
Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa saat menyaksikannya. Amalan ini menjadi bentuk rasa kagum sekaligus penghambaan kepada Sang Pencipta.
Hujan meteor tidak hanya dipahami sebagai keindahan alam semata, tetapi juga memiliki makna spiritual dalam ajaran Islam.
Baca juga: Jadwal Fenomena Langit April 2026, dari Pink Moon hingga Hujan Meteor
Peristiwa ini mengingatkan manusia akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan alam semesta.
Saat menyaksikan fenomena ini, umat Islam dianjurkan untuk mengucapkan tasbih, tahmid, dan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Dirangkum dari laman MUI Jatim, Kompas.tv, dan Tribun Jogja, berikut doa yang bisa dibaca ketika melihat fenomena hujan meteor atau meteor jatuh.
Baca juga: [HOAKS] Video Meteor Jatuh di Persawahan Kabupaten Cirebon
Salah satu doa yang dapat dibaca saat melihat fenomena langit seperti hujan meteor berasal dari Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 191. Doa ini mencerminkan kekaguman atas ciptaan Allah SWT.
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin:Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan subhaanaka faqinaa ‘adzaaban naar.
Artinya: Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari adzab neraka. “(QS. Ali Imran ayat 191)
Selain doa dari Al-Qur’an, umat Islam juga dianjurkan membaca dzikir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Dzikir ini dapat dibaca saat menyaksikan keindahan langit.
مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ.
Latin: Maa syaa Allah laa quwwata illaa billaah.
Artinya: "Apa yang dikehendaki Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah."
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya : Maha suci bagi Allah dan segala puji hanya bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.
Jika fenomena hujan meteor menimbulkan rasa takut, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa perlindungan agar dijauhkan dari bencana.
اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّعَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَالرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ
Latin: Allāhummaftah lanā abwābal khair, wa abwābal barakah, wa abwāban ni‘mah, wa abwābar rizqi, wa abwābal quwwah, wa abwābas shihhah, wa abwābas salāmah, wa wa abwābal ‘āfiyah, wa abwābal jannah. Allāhumma ‘āfinā min kulli balā’id duniyā wa ‘adzābil ākhirah, washrif ‘annā bi haqqil Qur’ānil ‘azhīm wa nabiiyikal karīm syarrad duniyā wa ‘adzābal ākhirah. Ghafarallāhu lanā wa lahum bi rahmatika yā arhamar rāhimīn. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūn, wa salāmun ‘alal mursalīn, walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.
Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai, Dzat Yang Maha Pengasih. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. (Lihat Perukunan Melayu, [Jakarta, Alaydrus: tanpa tahun], halaman 55-56).
Fenomena hujan meteor tidak hanya bisa dilihat sebagai fenomena alam, namun juga menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dengan memperbanyak dzikir dan doa.
Umat Islam dapat menjadikannya sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT serta tanda kekuasaan-Nya atas alam semesta.
Dengan mengamalkan doa dan dzikir tersebut, fenomena alam tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri dan mengakui kebesaran Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang