KOMPAS.com – Pagi hari menjadi salah satu waktu yang istimewa dalam Islam. Setelah menunaikan sholat Subuh, banyak umat Muslim memilih tetap duduk berdzikir sambil menunggu matahari terbit untuk melaksanakan sholat sunnah Isyroq.
Amalan ini memang tidak sepopuler sholat Dhuha, tetapi dalam berbagai riwayat disebut memiliki keutamaan besar.
Bahkan, sholat Isyroq sering dikaitkan dengan pahala setara haji dan umrah bagi orang yang menjaga dzikir pagi setelah Subuh berjamaah.
Selain tata cara pelaksanaannya yang sederhana, banyak Muslim juga mencari doa mustajab pagi hari yang dianjurkan dibaca setelah sholat Isyroq sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT.
Lalu, apa sebenarnya sholat Isyroq? Kapan waktu terbaik mengerjakannya? Dan bagaimana penjelasan ulama mengenai ibadah sunnah yang satu ini?
Sholat Isyroq merupakan sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan setelah matahari terbit dan mulai meninggi.
Dalam Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa dijelaskan bahwa sholat Isyroq pada dasarnya masih termasuk bagian dari sholat Dhuha.
Penyebutannya menjadi “Isyroq” apabila dilaksanakan pada awal waktu dhuha, yakni sesaat setelah matahari terbit dan keluar dari waktu terlarang untuk sholat.
Sementara jika dikerjakan menjelang siang, maka tetap disebut sholat Dhuha. Dalam sejumlah riwayat, waktu dhuha menjelang siang bahkan disebut sebagai waktu paling utama untuk melaksanakan sholat sunnah tersebut.
Dalam kajian fikih, sholat Isyroq juga sering disebut sebagai bagian dari amalan pagi yang berkaitan erat dengan dzikir setelah Subuh.
Baca juga: Waktu Sholat Dhuha Terbaik agar Mustajab, Lengkap Niat dan Doa
Meski dilakukan setelah matahari terbit, sholat Isyroq tidak boleh langsung dikerjakan tepat saat matahari muncul dari ufuk timur.
Hal ini karena terdapat larangan melaksanakan sholat pada waktu tertentu.
Dalam hadis riwayat Uqbah bin Amir disebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang sholat ketika matahari baru terbit hingga meninggi.
Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahwa waktu Isyroq dimulai sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit, atau ketika matahari sudah naik setinggi tombak.
Dalam Fiqih Sunnah dijelaskan bahwa waktu dhuha dimulai sejak matahari meninggi hingga sebelum masuk waktu Zuhur.
Salah satu hadis paling populer tentang sholat Isyroq diriwayatkan dari Anas bin Malik. Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang mengerjakan sholat Subuh berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah.”
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi.
Dalam Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh dijelaskan bahwa sholat Isyroq menjadi simbol kedekatan seorang Muslim dengan ibadah pagi dan bentuk kesungguhan menjaga hubungan spiritual sejak awal hari.
Sementara Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa Isyroq dan Dhuha sejatinya termasuk dalam satu rangkaian ibadah sunnah, hanya berbeda pada waktu pelaksanaannya.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Sebelum melaksanakan sholat Isyroq, umat Islam dianjurkan membaca niat berikut:
أُصَلِّى سُنَّةَ الْإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal isyraaqi rak’ataini lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Isyroq dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Secara umum, tata cara sholat Isyroq tidak berbeda dengan sholat sunnah lainnya. Sholat ini dilakukan sebanyak dua rakaat.
Berikut urutan pelaksanaannya:
Meski sederhana, para ulama menekankan pentingnya menghadirkan kekhusyukan dan ketenangan dalam setiap gerakan sholat.
Baca juga: Doa dan Dzikir Mustajab Setelah Sholat Hajat Arab, Latin, dan Artinya
Setelah melaksanakan sholat Isyroq, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir pagi.
Salah satu doa yang sering diamalkan adalah:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillaahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis samaa’i wa huwas samii’ul ‘aliim.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Doa ini diriwayatkan dalam hadis Utsman bin Affan yang dicatat oleh Imam Abu Dawud dan Imam Tirmidzi.
Dalam banyak kajian ulama, dzikir pagi dianggap sebagai bentuk perlindungan spiritual sekaligus pengingat agar manusia memulai hari dengan tawakal kepada Allah.
Dalam Islam, pagi hari dipandang sebagai waktu penuh keberkahan. Rasulullah SAW bahkan pernah mendoakan keberkahan bagi umatnya pada waktu pagi.
Dalam La Tahzan dijelaskan bahwa ketenangan hati sering lahir dari rutinitas ibadah yang dilakukan secara konsisten, termasuk menjaga dzikir dan sholat sunnah di pagi hari.
Oleh karena itu, sholat Isyroq tidak hanya dipahami sebagai ibadah tambahan, tetapi juga sebagai cara menjaga ketenangan jiwa sebelum menghadapi aktivitas sehari-hari.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, amalan sederhana di pagi hari justru sering menjadi ruang hening yang membantu seseorang memulai hari dengan lebih tenang, fokus, dan penuh harapan kepada Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang