Editor
KOMPAS.com - Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Selain menyiapkan hewan kurban yang sesuai syariat, umat Muslim juga dianjurkan memahami doa berkurban Idul Adha dan tata cara penyembelihan yang benar.
Doa sebelum menyembelih hewan kurban merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang memiliki makna mendalam tentang keikhlasan dan ketakwaan.
Baca juga: Butuh Jalan Keluar? Ini Doa Rasulullah saat Memohon Pertolongan Allah
Karena itu, memahami bacaan doa kurban Idul Adha beserta adab penyembelihannya menjadi hal penting agar ibadah kurban berjalan sah dan penuh keberkahan.
Berikut doa yang dibaca sesaat sebelum hewan kurban disembelih dengan harapan Allah SWT menerima ibadah kurban yang dilakukan.
Baca juga: Saat Duka Mendalam, Ini Doa untuk Ketenangan dan Keikhlasan Hati
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Latin: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm
Arti: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”
Dalam Islam, setiap ibadah memiliki tata cara dan adab yang perlu diperhatikan, termasuk ketika menyembelih hewan kurban.
Waktu terbaik membaca doa berkurban Idul Adha adalah tepat sebelum pisau digoreskan ke leher hewan kurban.
Pada saat itu, penyembelih mengucapkan niat kurban di dalam hati dan melafalkan doa secara lisan.
Nabi Muhammad SAW memberikan teladan yang jelas dalam pelaksanaan kurban, termasuk membaca doa sebelum penyembelihan hewan.
Doa berkurban Idul Adha menjadi bagian penting dalam ibadah kurban karena menunjukkan bahwa seluruh proses dilakukan untuk mencari keridaan Allah SWT.
Rasulullah SAW juga selalu membaca doa tersebut ketika menyembelih hewan kurban sebagai bentuk keteladanan bagi umat Islam.
Membaca doa sebelum penyembelihan bukan hanya sunnah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam keabsahan penyembelihan hewan kurban.
Jika tidak menyebut nama Allah SWT saat penyembelihan, maka daging tersebut dapat menjadi tidak halal dikonsumsi sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-An’am ayat 121.
Selain itu, doa berkurban Idul Adha juga mencerminkan kekhusyukan dan penghormatan terhadap ibadah kurban.
Dengan melafalkan doa secara penuh penghayatan, proses kurban tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga ibadah yang memiliki makna spiritual mendalam.
Dalam Islam, setiap ibadah memiliki tata cara dan adab yang perlu diperhatikan, termasuk ketika menyembelih hewan kurban.
Pada waktu pelaksanaan, posisi penyembelihan menjadi bagian penting dari adab kurban.
Hewan kurban dianjurkan dihadapkan ke arah kiblat dan dibaringkan di atas lambung sebelah kiri.
Penyembelih juga dianjurkan membaca doa dengan suara jelas dan penuh penghayatan.
Islam mengajarkan agar hewan tidak disiksa sebelum disembelih dan alat yang digunakan harus tajam agar proses penyembelihan berjalan cepat.
Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya berbuat ihsan bahkan saat menyembelih hewan.
Bagi orang yang berkurban melalui panitia atau perwakilan, tetap dianjurkan membaca doa dan meluruskan niat ketika menyerahkan hewan kurban.
Dengan memperhatikan adab dan tata cara tersebut, ibadah kurban dapat berjalan sempurna secara lahir dan batin.
1. Membaca Basmalah
بِسْمِ اللهِ
Artinya, “Dengan nama Allah”
Atau membaca:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”
2. Membaca Sholawat kepada Rasulullah SAW
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.
Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya."
3. Menghadapkan Hewan ke Arah Kiblat
Hewan kurban dan orang yang menyembelih dianjurkan menghadap kiblat. Hewan dibaringkan di atas lambung sebelah kiri dengan posisi leher menghadap kiblat.
4. Membaca Takbir dan Tahmid
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd
Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”
5. Membaca Doa Menyembelih
Setelah itu, penyembelih membaca doa kurban sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW.
6. Menggunakan Alat yang Tajam
Pisau atau alat penyembelihan harus tajam agar proses penyembelihan berjalan cepat dan tidak menyiksa hewan.
7. Memotong Saluran Utama di Leher
Penyembelihan dilakukan dengan memotong tenggorokan, kerongkongan, dan dua urat nadi di bagian leher hewan.
Masih banyak umat Muslim yang belum memahami pentingnya membaca doa berkurban Idul Adha sehingga sering melupakan bacaan tersebut saat penyembelihan.
Salah satu kesalahan umum adalah tidak membaca doa sama sekali dan hanya fokus pada proses teknis penyembelihan.
Padahal, doa dan niat merupakan bagian penting dalam ibadah kurban.
Kesalahan lain adalah mengganti lafaz doa dengan kalimat yang tidak memiliki tuntunan dari Rasulullah SAW.
Meski doa bersifat fleksibel, untuk ibadah kurban Rasulullah SAW telah memberikan contoh bacaan yang jelas sehingga umat Islam dianjurkan mengikuti riwayat yang sahih.
Sebagian orang juga belum memahami bahwa menyebut nama Allah SWT ketika menyembelih menjadi kewajiban menurut sebagian ulama.
Karena itu, penting bagi umat Islam untuk terus mempelajari tata cara dan doa berkurban Idul Adha agar ibadah berjalan sesuai syariat.
Dengan edukasi yang tepat, doa berkurban Idul Adha dapat menjadi bagian penting dari ibadah kurban yang sah, khusyuk, dan penuh keberkahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang