KOMPAS.com – Pernikahan dalam Islam bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan sebuah akad suci yang mengandung tanggung jawab, ibadah, sekaligus harapan akan terbentuknya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Oleh karena itu, Islam mengajarkan berbagai adab dan amalan yang dapat dilakukan setelah akad nikah berlangsung. Salah satu yang paling dianjurkan adalah memanjatkan doa untuk kedua mempelai.
Doa setelah akad nikah bukan hanya bentuk ucapan selamat kepada pengantin baru, tetapi juga permohonan kepada Allah SWT agar rumah tangga yang dibangun senantiasa dilimpahi keberkahan, ketenteraman, serta dijauhkan dari berbagai keburukan.
Tradisi mendoakan pengantin bahkan telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Sejumlah hadis sahih meriwayatkan bagaimana Rasulullah SAW memberikan doa khusus kepada pasangan yang baru menikah.
Lalu, bagaimana bacaan doa setelah akad nikah yang diajarkan dalam Islam?
Baca juga: Wali Hakim dalam Akad Nikah: Dasar Hukum dan Ketentuannya di Indonesia
Islam memandang pernikahan sebagai salah satu sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan.
Dalam kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa pernikahan merupakan sarana menjaga kehormatan diri, menyempurnakan agama, sekaligus membangun keturunan yang saleh.
Rasulullah SAW bersabda:
"Nikah itu termasuk sunnahku. Barang siapa tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku." (HR Ibnu Majah)
Karena kedudukannya yang mulia, setiap tahapan pernikahan dianjurkan diiringi doa, mulai dari proses khitbah, akad nikah, hingga kehidupan rumah tangga setelahnya.
Baca juga: Kisah Pernikahan Rasulullah dan Aisyah di Bulan Syawal, Penuh Hikmah
Doa merupakan bentuk kasih sayang dan kepedulian sesama Muslim.
Dalam buku Al-Adzkar karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa mendoakan saudara Muslim termasuk amalan yang dianjurkan karena malaikat akan turut mendoakan kebaikan yang sama bagi orang yang memanjatkan doa tersebut.
Ketika sebuah pernikahan berlangsung, doa menjadi simbol harapan agar pasangan yang baru menikah mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh keberkahan.
Tidak hanya bahagia secara duniawi, tetapi juga mampu saling membimbing menuju kebaikan hingga akhir hayat.
Doa ini merupakan doa yang paling sering dibacakan ketika menghadiri resepsi maupun akad nikah.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda dan mendoakan pengantin dengan bacaan:
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
Baarakallahu laka, wa baaraka 'alaika, wa jama'a bainakuma fii khair.
Artinya: "Semoga Allah memberkahimu, melimpahkan keberkahan atasmu, dan menghimpun kalian berdua dalam kebaikan." (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Doa ini dianggap sebagai ucapan selamat terbaik bagi pasangan yang baru menikah karena berasal langsung dari tuntunan Rasulullah SAW.
Baca juga: Hati-hati Menasabkan Anak di Luar Nikah kepada Orang Tua Angkat demi Administrasi
Dalam riwayat dari Aisyah RA disebutkan bahwa para perempuan Anshar mengucapkan doa berikut kepada pengantin:
عَلَى الْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ وَعَلَى خَيْرِ طَائِرٍ
'Alal-khairi wal-barakati wa 'ala khairi thaa'irin.
Artinya: "Semoga memperoleh kebaikan, keberkahan, dan sebaik-baik keberuntungan." (HR Bukhari dan Abu Dawud)
Doa ini menunjukkan harapan agar kehidupan rumah tangga dipenuhi berbagai kebaikan dan kemudahan.
Hasan Al-Bashri meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut:
بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ وَبَارَكَ عَلَيْكُمْ
Baarakallahu fiikum wa baaraka 'alaikum.
Artinya: "Semoga Allah memberkahi kalian dan melimpahkan keberkahan atas kalian." (HR An-Nasa'i)
Meskipun singkat, doa ini mengandung makna yang sangat luas karena keberkahan menjadi fondasi utama dalam kehidupan rumah tangga.
Selain doa dari para tamu, Islam juga mengajarkan doa yang dibaca suami ketika pertama kali bertemu istrinya setelah akad nikah.
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa suami dianjurkan membaca basmalah, meletakkan tangan di ubun-ubun atau dahi istrinya dengan lembut, kemudian berdoa.
بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنَّا فِي صَاحِبَتِي
Baarakallaahu likulli waahidin minnaa fii shaahibathi.
Artinya: "Semoga Allah memberikan keberkahan kepada masing-masing dari kita dalam perjodohan ini."
Doa ini mencerminkan harapan agar hubungan suami istri dibangun atas dasar keberkahan dan ridha Allah SWT.
Baca juga: Waspada Penipuan Daftar Nikah Catut Nama KUA, Kenali Modus QRIS Palsu!
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang lebih panjang untuk dibaca setelah menikah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Allahumma inni as-aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa 'alaihi, wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa 'alaihi.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan padanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Engkau ciptakan padanya." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Menurut para ulama, doa ini mengajarkan pentingnya memohon pertolongan Allah dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Banyak orang menganggap keberhasilan rumah tangga hanya diukur dari materi atau kemewahan.
Padahal dalam Islam, ukuran utama sebuah keluarga adalah keberkahan. Dalam buku Membina Rumah Tangga Islami karya Abdul Hamid Kisyik dijelaskan bahwa keberkahan berarti bertambahnya kebaikan, ketenangan, serta manfaat yang diberikan Allah dalam kehidupan seseorang.
Rumah tangga yang diberkahi tidak selalu identik dengan kekayaan berlimpah, tetapi dipenuhi rasa syukur, kasih sayang, saling menghormati, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Karena itulah, doa yang dipanjatkan setelah akad nikah sejatinya merupakan permohonan agar pasangan memperoleh keberkahan dalam seluruh aspek kehidupannya.
Akad nikah memang berlangsung hanya dalam hitungan menit. Namun kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya baru dimulai setelah ijab kabul selesai diucapkan.
Di sinilah pentingnya doa sebagai bekal spiritual bagi pasangan yang baru menikah.
Melalui doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, umat Islam diajarkan untuk menggantungkan harapan kepada Allah SWT agar pernikahan tidak hanya membawa kebahagiaan di dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju keselamatan di akhirat.
Oleh karena itu, ketika menghadiri akad nikah atau resepsi pernikahan, jangan hanya mengucapkan selamat.
Luangkan waktu untuk memanjatkan doa terbaik bagi kedua mempelai, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang