KOMPAS.com - Baru saja musim haji 1447 Hijriah berakhir, Pemerintah Arab Saudi langsung membuka kembali akses ibadah umrah bagi jemaah internasional.
Kabar ini menjadi angin segar bagi jutaan umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang tengah menantikan kesempatan berkunjung ke Tanah Suci.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi secara resmi mengumumkan dimulainya musim umrah 1448 Hijriah dengan membuka penerbitan visa umrah sejak 31 Mei 2026.
Sehari setelahnya, tepat pada 1 Juni 2026, jemaah sudah diperbolehkan memasuki Kota Makkah dan mengajukan izin pelaksanaan umrah melalui aplikasi Nusuk.
Kebijakan tersebut menandai dimulainya kembali aktivitas ibadah umrah setelah seluruh rangkaian haji, termasuk hari-hari Tasyrik, selesai dilaksanakan.
Bagi umat Islam yang belum berkesempatan menunaikan haji atau ingin kembali beribadah di Masjidil Haram, pembukaan musim umrah ini menjadi momentum yang sangat dinantikan.
Setiap tahun, setelah musim haji berakhir, perhatian umat Islam dunia beralih pada pembukaan umrah.
Tidak sedikit calon jemaah yang memilih berangkat pada awal musim umrah karena kondisi Makkah dan Madinah relatif lebih lengang dibandingkan periode-periode puncak.
Selain itu, banyak jemaah meyakini bahwa beribadah pada masa awal pembukaan musim umrah memberikan pengalaman spiritual yang lebih khusyuk karena kepadatan jamaah belum terlalu tinggi.
Dalam buku Fiqh Sunnah karya ulama Mesir, Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa umrah merupakan ibadah yang memiliki kedudukan sangat mulia dalam Islam. Rasulullah SAW bahkan menyebut umrah sebagai penghapus dosa di antara dua pelaksanaannya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya." (HR Bukhari dan Muslim)
Karena itu, pembukaan musim umrah selalu menjadi momen yang disambut antusias oleh umat Islam dari berbagai penjuru dunia.
Baca juga: Musim Haji Berakhir, Arab Saudi Resmi Buka Pengajuan Visa Umrah
Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan kalender operasional umrah untuk musim 1448 H.
Berikut jadwal resminya:
Jadwal tersebut wajib dipatuhi oleh seluruh penyelenggara layanan umrah maupun jemaah agar tidak terjadi pelanggaran aturan keimigrasian Arab Saudi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi terus melakukan transformasi digital dalam pelayanan ibadah.
Kini hampir seluruh layanan umrah terintegrasi melalui aplikasi Nusuk, sebuah platform resmi yang dikembangkan pemerintah Saudi.
Melalui Nusuk, jemaah dapat:
Digitalisasi tersebut merupakan bagian dari program Vision 2030 Arab Saudi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan bagi jutaan tamu Allah yang datang setiap tahun.
Baca juga: Timwas DPR Menilai Optimalisasi Produk Pangan RI untuk Haji dan Umrah Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional
Musim umrah 1448 H juga dibarengi dengan penerapan regulasi akomodasi yang lebih ketat.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama Kementerian Pariwisata Saudi menetapkan bahwa visa umrah hanya dapat diterbitkan apabila hotel yang dipesan telah memiliki izin resmi atau tasreh dari Difa' Madani (Pertahanan Sipil Saudi) dan Kementerian Pariwisata.
Aturan ini diterapkan untuk memastikan standar keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan bagi seluruh jemaah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang terus meningkatkan pengawasan terhadap sektor perhotelan guna mencegah praktik akomodasi ilegal yang berpotensi merugikan jemaah.
Bagi calon jemaah, kebijakan ini memberikan jaminan lebih besar bahwa hotel yang digunakan telah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan pemerintah.
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin berangkat umrah, pendaftaran harus dilakukan melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang memiliki izin resmi dari Kementerian Agama.
Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah dan Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus.
Berikut tahapan pendaftaran umrah yang umum dilakukan:
Langkah pertama adalah memastikan biro perjalanan yang dipilih memiliki izin resmi sebagai PPIU.
Calon jemaah dapat memeriksa legalitas travel melalui Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) milik Kementerian Agama.
Setiap travel menawarkan berbagai pilihan paket berdasarkan durasi, fasilitas hotel, maskapai penerbangan, serta program perjalanan.
Calon jemaah disarankan membandingkan beberapa paket sebelum menentukan pilihan.
Dokumen yang biasanya diperlukan antara lain:
Setelah proses administrasi selesai, jemaah melakukan pembayaran sesuai ketentuan paket yang dipilih.
Pembayaran dapat berupa uang muka (DP) maupun pelunasan penuh sesuai kebijakan penyelenggara.
Sebelum berangkat, jemaah umumnya akan mengikuti pembekalan atau manasik untuk memahami tata cara pelaksanaan ibadah umrah sesuai tuntunan syariat.
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, travel akan mengurus proses visa, tiket, akomodasi, dan kebutuhan perjalanan lainnya.
Baca juga: Arab Saudi Umumkan Jadwal Musim Umrah 2026-2027, Visa Mulai Dibuka 31 Mei
Selain menyiapkan dokumen, calon jemaah juga dianjurkan mempersiapkan kondisi fisik dan spiritual.
Dalam buku Manasik Umrah dan Haji karya M. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan ruhani yang membutuhkan kesiapan hati, kesabaran, serta pemahaman ibadah yang memadai.
Karena itu, sebelum berangkat umrah, jemaah disarankan untuk:
Persiapan yang matang akan membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi terus meningkatkan kapasitas layanan bagi jemaah umrah.
Berbagai pembangunan infrastruktur di kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dilakukan untuk menampung jumlah pengunjung yang semakin besar setiap tahunnya.
Pemerintah Saudi bahkan menargetkan puluhan juta jemaah umrah dapat dilayani setiap tahun sebagai bagian dari pengembangan sektor keagamaan dan pariwisata religi.
Dengan dibukanya kembali visa umrah musim 1448 H, umat Islam kini memiliki kesempatan lebih luas untuk memenuhi panggilan beribadah ke Baitullah.
Namun demikian, calon jemaah tetap diingatkan agar memilih travel resmi, memahami seluruh ketentuan terbaru, serta mempersiapkan diri dengan baik agar perjalanan ibadah berlangsung aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang