Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kain Ihram Bekas Jemaah Haji Disulap Jadi Ribuan Produk Bernilai

Kompas.com, 4 Juni 2026, 12:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bagi jutaan umat Islam, kain ihram bukan sekadar pakaian yang dikenakan saat menjalankan ibadah haji dan umrah.

Dua lembar kain putih sederhana itu menyimpan makna spiritual yang mendalam, melambangkan kesucian, kesederhanaan, dan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT.

Namun setelah rangkaian ibadah selesai dan jemaah kembali ke negara masing-masing, muncul pertanyaan yang jarang terlintas di benak banyak orang, ke mana perginya jutaan lembar kain ihram yang telah digunakan selama musim haji?

Di Arab Saudi, sebagian kain tersebut kini tidak lagi berakhir sebagai limbah. Melalui program Ihram Berkelanjutan (Sustainable Ihram), kain ihram bekas justru diubah menjadi berbagai produk baru yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial.

Program ini menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan ibadah haji modern tidak hanya berfokus pada pelayanan jemaah, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

Dari Kain Ihram Menjadi Produk Baru

Dilansir dari Arab News, Juru Bicara Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi, Sultan Al-Harthi, mengungkapkan bahwa program Ihram Berkelanjutan berhasil menghasilkan lebih dari 5.000 produk selama satu tahun terakhir.

Produk-produk tersebut dibuat dari kain ihram bekas yang dikumpulkan setelah musim haji berakhir.

Kain yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah kemudian melalui berbagai tahapan pengolahan sebelum diubah menjadi barang baru yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Beberapa produk yang dihasilkan antara lain:

  • Tas berbahan tekstil daur ulang
  • Bantal dan perlengkapan rumah tangga
  • Selimut
  • Souvenir
  • Berbagai produk tekstil kreatif lainnya

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Arab Saudi mengembangkan ekonomi sirkular, yakni sistem yang mendorong penggunaan kembali material agar tidak langsung menjadi limbah.

Baca juga: Wamenkes Sebut Skrining Ketat dan Active Case Finding Kunci Jaga Kesehatan Jamaah Haji

Makna Spiritual di Balik Kain Ihram

Dalam Islam, ihram bukan hanya pakaian, melainkan simbol penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa pakaian ihram mengajarkan manusia untuk meninggalkan simbol-simbol kemewahan dunia dan tampil dalam kesederhanaan yang sama di hadapan Sang Pencipta.

Bagi laki-laki, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan. Sementara perempuan mengenakan pakaian muslimah yang memenuhi syariat tanpa ketentuan warna tertentu.

Warna putih yang mendominasi pakaian ihram melambangkan kebersihan hati dan kesucian niat.

Pada saat yang sama, jutaan orang mengenakan pakaian yang serupa tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kekayaan.

Dalam perspektif tersebut, program daur ulang kain ihram juga menghadirkan makna baru. Kain yang telah menjadi bagian dari perjalanan spiritual jutaan Muslim kini memperoleh "kehidupan kedua" dalam bentuk yang berbeda.

Bagaimana Kain Ihram Didaur Ulang?

Tidak semua kain ihram yang terkumpul langsung diproses menjadi produk baru. Seluruh kain terlebih dahulu dikumpulkan dari sejumlah titik yang telah ditentukan di kawasan haji.

Setelah itu dilakukan beberapa tahapan penting:

1. Pengumpulan

Kain ihram yang didonasikan jemaah dikumpulkan oleh petugas dan mitra program di berbagai lokasi.

2. Penyortiran

Kain dipilah berdasarkan kualitas, tingkat kebersihan, dan kelayakan untuk diproses kembali.

3. Sterilisasi

Tahap ini menjadi bagian yang sangat penting. Sultan Al-Harthi menegaskan bahwa seluruh kain harus melalui proses pembersihan dan sterilisasi sesuai standar kesehatan sebelum masuk ke tahap produksi.

4. Pengolahan Material

Kain yang telah memenuhi standar kemudian diolah menjadi bahan baku baru untuk berbagai produk tekstil.

5. Produksi

Material hasil pengolahan selanjutnya digunakan untuk membuat produk siap pakai yang memiliki nilai ekonomi.

Proses tersebut memastikan bahwa produk yang dihasilkan aman, higienis, dan layak digunakan masyarakat.

Baca juga: Musim Haji Berakhir, Arab Saudi Resmi Buka Pengajuan Visa Umrah

Lebih dari Sekadar Daur Ulang

Program ini tidak hanya berbicara mengenai pengurangan sampah. Menurut Al-Harthi, inisiatif tersebut juga memberikan dampak sosial yang cukup besar.

Data yang dipublikasikan Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi menunjukkan bahwa program ini berhasil:

  • Menciptakan sekitar 30 lapangan kerja musiman
  • Memberdayakan sedikitnya 25 penjahit dari keluarga produktif
  • Membuka peluang usaha berbasis komunitas
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi kreatif

Artinya, kain ihram bekas tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membantu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Menyelamatkan Ratusan Ton Tekstil dari Tempat Sampah

Salah satu capaian terbesar program ini terletak pada dampaknya terhadap lingkungan. Lebih dari 211 ton limbah tekstil berhasil dialihkan dari tempat pembuangan akhir selama musim haji.

Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya volume kain yang digunakan selama penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun.

Tanpa program seperti ini, sebagian besar material tersebut berpotensi menjadi sampah yang membutuhkan biaya besar untuk diangkut dan dikelola.

Dalam buku Waste Management and Sustainable Consumption karya Stephen M. Wheeler, dijelaskan bahwa pemanfaatan kembali material tekstil merupakan salah satu strategi paling efektif dalam mengurangi jejak karbon industri limbah.

Karena itulah, pengurangan limbah tekstil dari kain ihram juga berkontribusi terhadap upaya menekan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi sumber daya.

Bagian dari Visi Saudi 2030

Arab Saudi saat ini tengah menjalankan transformasi besar melalui program Vision 2030, sebuah strategi nasional untuk mendiversifikasi ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Sultan Al-Harthi, program Ihram Berkelanjutan selaras dengan sejumlah agenda utama Vision 2030, khususnya:

  • Program Transformasi Nasional
  • Program Kualitas Hidup
  • Strategi ekonomi sirkular
  • Agenda keberlanjutan lingkungan

Oleh karena itu, pengelolaan limbah haji kini tidak lagi dipandang sebagai aktivitas teknis semata, melainkan bagian dari pembangunan nasional yang lebih luas.

Baca juga: Usai Haji 2026, Arab Saudi Bongkar Tenda Mina dan Mulai Persiapan Besar untuk Musim Haji Berikutnya

Kesadaran Lingkungan Jemaah Semakin Meningkat

Keberhasilan program ini tidak hanya terlihat dari jumlah produk yang dihasilkan. Lebih dari 200.000 orang telah menjadi penerima manfaat dari kampanye edukasi yang menyertai program tersebut.

Kampanye tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran jemaah tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Menariknya, tingkat donasi kain ihram dari jemaah juga terus meningkat setiap tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak jemaah yang memahami bahwa barang yang tampaknya sederhana sekalipun masih dapat memberikan manfaat setelah ibadah selesai.

Menuju Haji yang Lebih Ramah Lingkungan

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang semakin serius mengembangkan konsep haji berkelanjutan.

Selain mendaur ulang kain ihram, pemerintah juga mengembangkan berbagai program lain, termasuk pengelolaan sisa makanan, pemanfaatan limbah organik menjadi kompos, efisiensi energi, serta pengurangan emisi karbon di kawasan suci.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji modern tidak hanya berfokus pada pelayanan jutaan jemaah, tetapi juga pada tanggung jawab menjaga lingkungan.

Di balik kesederhanaan dua lembar kain putih yang dikenakan saat ihram, tersimpan kisah lain yang tak kalah menarik.

Dari simbol kesetaraan dan penghambaan kepada Allah SWT, kain tersebut kini menjadi bagian dari gerakan besar yang menghubungkan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian terhadap bumi.

Ketika jutaan jemaah pulang membawa pengalaman religius yang mendalam, sebagian kain ihram mereka tetap tinggal di Arab Saudi untuk memulai perjalanan baru, berubah menjadi produk bernilai yang memberi manfaat bagi banyak orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kain Ihram Bekas Jemaah Haji Disulap Jadi Ribuan Produk Bernilai
Kain Ihram Bekas Jemaah Haji Disulap Jadi Ribuan Produk Bernilai
Aktual
Usai Haji 2026, Ke Mana Tenda Mina dan Jutaan Ton Sampah Dibawa?
Usai Haji 2026, Ke Mana Tenda Mina dan Jutaan Ton Sampah Dibawa?
Aktual
Visa Umrah 2026 Resmi Dibuka, Simak Cara Daftar dan Jadwal Lengkapnya
Visa Umrah 2026 Resmi Dibuka, Simak Cara Daftar dan Jadwal Lengkapnya
Aktual
Paspor Hilang di Jeddah, Petugas Haji Gerak Cepat Selamatkan Emak Ijah
Paspor Hilang di Jeddah, Petugas Haji Gerak Cepat Selamatkan Emak Ijah
Aktual
Kisah-kisah Anak Berbakti di Haji 2026: Demi Ibu, Gushendra Latihan Jalan 3 Km Per Hari
Kisah-kisah Anak Berbakti di Haji 2026: Demi Ibu, Gushendra Latihan Jalan 3 Km Per Hari
Aktual
Wajah Baru Pesantren Abad 21: Padukan Al-Qur'an dan Sains Modern
Wajah Baru Pesantren Abad 21: Padukan Al-Qur'an dan Sains Modern
Aktual
Hamzah Sahal: Demokrasi di NU Memang Bising, tapi Itu Normal
Hamzah Sahal: Demokrasi di NU Memang Bising, tapi Itu Normal
Aktual
Aisyiyah Dorong Dakwah Kemanusiaan lewat Pendidikan, Kesehatan dan Aksi Sosial
Aisyiyah Dorong Dakwah Kemanusiaan lewat Pendidikan, Kesehatan dan Aksi Sosial
Aktual
Jemaah Haji Lebak Meninggal karena Jatuh di Tempat Wudhu Makkah
Jemaah Haji Lebak Meninggal karena Jatuh di Tempat Wudhu Makkah
Aktual
Jelang Muktamar, Hamzah Sahal Optimistis Masa Depan NU Semakin Kuat
Jelang Muktamar, Hamzah Sahal Optimistis Masa Depan NU Semakin Kuat
Aktual
Warisan Gus Dur untuk Gen Z, Hamzah Sahal Soroti Dua Nilai Penting
Warisan Gus Dur untuk Gen Z, Hamzah Sahal Soroti Dua Nilai Penting
Aktual
PBNU Tolak Tuduhan Zionisme, Gus Yahya: NU Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina
PBNU Tolak Tuduhan Zionisme, Gus Yahya: NU Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina
Aktual
Tak Ada Riwayat Sakit, Jemaah Haji Jember Meninggal dalam Tidur di Mekkah
Tak Ada Riwayat Sakit, Jemaah Haji Jember Meninggal dalam Tidur di Mekkah
Aktual
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Daging Dam Jamaah Haji Indonesia Disalurkan ke Palestina untuk Warga Gaza, Dikirim via Mesir
Aktual
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Sejumlah Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Delay di Jeddah, PPIH Minta Maskapai Penuhi Hak Jamaah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com